
Eldira berusaha menutup rapat luka hatinya, dan berusaha memaafkan Rasya, memulai dari awal dan berharap Rasya benar-benar menyudahi urusannya dengan gilska...
"Ra, aku suka sama semua masakan pilihan kamu, untuk undangan tidak perlu diganti tanggalnya disesuaikan saja seperti rencana awal kita!" ungkap Rasya disela-sela mencicipi makanan yang tersaji.
"baik, jika itu keinginan Abang! tapi Abang yakin tidak ada penundaan atau pembatalan lamaran!" Eldira meyakinkan dirinya.
"tidak, gilska masa lalu yang akan aku tutup, kita sudah membicarakan semuanya dengan baik dia juga sudah mengiklaskan aku untuk pergi so ga ada masalah sekarang, dan kamu gak perlu kawatir, percaya sama aku!" Rasya memegang lengan Eldira yang berada didepannya.
"oke!! aku akan berusaha percaya!" Eldira ganti mencicipi hidangan dan tersenyum bahagia mendapatkan Rasya kembali.
Tidak mudah memang mempercayai seseorang yang pernah membuat kita kecewa, tapi cinta yang dirasakan Eldira membuatnya yakin Rasya akan berubah, setiap orang punya masa lalu dan dia berhak untuk masa depan Rasya.
***
Ditempat lain gilska mengemasi barang-barang, dia memutuskan untuk pindah ke Surabaya, setidaknya masih memiliki Tante disana.
"kamu bener membatalkan seluruh kontrak kerja disini, ini nominalnya gak sedikit lho!" ucap Santi managernya kebingungan dengan keputusan sepihak gilska.
"ya gakpapa, akan aku bayar seluruh ganti ruginya, aku perlu menenangkan diri mbak, mama pergi begitu cepat membuatku rapuh, mbak Santi maafkan aku ya?" ucap gilska seakan paham kegundahan yang dirasakan managernya.
"oke gak masalah, aku akan Carikan job baru disurabaya, atau setidaknya yang bisa dikerjakan disana!" Santi memberikan tawaran dan gilska hanya menggeleng.
"aku mau kerja di kantor om aku aja mbak, menikmati selayaknya manusia normal, tanpa tertangkap kamera, tanpa pusat perhatian, mbak Santi gakpapa kan kalau kita udahin dulu kerjasama kita" gilska sudah sangat yakin dengan keputusannya.
"ok, bukan masalah buat aku, kamu jaga diri baik-baik ya?" mbak Santi memeluk gilska dengan sedih.
"Ratih akan selalu ikut sama aku kok, mbak jangan kawatir aku akan baik-baik saja"
Hati gilska sedang tidak baik-baik saja itu pasti, dia telah benar-benar kehilangan Rasya, magnet didalam jiwanya untuk tetap bersemangat menggapai seluruh mimpinya kini tak lagi ada, dan gilska memutuskan untuk meninggalkan seluruh mimpinya.
"mbak setelah urusan pembatalan kontrak kerja selesai, mbak Santi simpan nomer baru aku ya mbak, nomer yang ku pakai sekarang mau aku buang, aku mau membuka lembaran baru mbak!" gilska tersenyum menutupi hatinya yang perih.
"ya kalau itu memang mau kamu, aku harus segera pamit dan menyelesaikan semuanya, maaf aku gak bisa anterin kamu, take care ya!" mbak Santi mencium pipi gilska dan berlalu.
"Ratih semua udah kamu rapiin kan, bilang sama pak bagus kalau ada yang mau kontrak rumah langsung hubungi ke mbak Santi aja ya!" ucap gilska pada asistennya.
__ADS_1
"ya non, setelah beres nanti baru kerumah pak bagus sekalian pamit" jawab Ratih membuat gilska mengangguk.
Tidak membutuhkan waktu lama, gilska bersiap ke bandara sesuai dengan jadwal penerbangan.
Angin berhembus sore itu membuat gilska mengusap air mata saat tiba di bandara, dilihatnya sekeliling, mengingat saat pertama tiba di Indonesia memiliki harapan besar untuk memberi kejutan rasya, dan memulai kembali kisah mereka yang usai, tapi harapan itu berbalik dari apa yang gilska bayangkan, gilska menyakinkan dirinya ini adalah jalan hidup yang harus ia terima, setidaknya seluruh kenangan indah bersama Rasya ia genggam dalam hatinya.
"ayo non!" Ratih membuat gilska sadar akan lamunannya.
"iya Ratih" gilska menarik koper dan berjalan masuk ke bandara.
***
"bisa kan sekarang nomor gilska dihapus aja bang?" tanya Eldira saat berada didalam mobil.
"sudah, aku sudah hapus, kita fokus aja sama rencana pernikahan terus dekor rumah yang belum kamu kerjain Eldira, fokus itu aja ya!" rasya mengalihkan perhatiannya.
"Abang benar maafkan Dira ya, aku hanya perlu waktu" ucap Eldira mengigit bibirnya.
"boleh tau siapa kemarin yang sama kamu?" pertanyaan Rasya diluar dugaan Eldira.
"tapi kenapa bisa makan malam, Ra aku gak pernah sekalipun curiga sama kamu, tapi kamu ga pernah cerita?"
"Delon mantan pacar aku!" jawab Eldira tanpa menatap rasya.
"oh jadi dia yang kamu bilang berusaha bikin kamu bahagia!!" Rasya sedikit meninggi.
"Abang cemburu!" tebak Eldira.
"bukan, aku percaya sama kamu tapi kamu tau kan kita akan menikah, jadi menurutku ga perlu sekarang ketemu sama Delon itu!" kali ini suara Rasya lebih datar.
Eldira hanya tersenyum melihat Rasya yang diyakininya sedang merasakan cemburu.
***
Hening.... Delon menatap pigura disudut kasurnya,
__ADS_1
Dipandangnya lekat fotonya dan Eldira yang masih rapi didalam pigura, diambilnya foto itu dan diusapnya lembut.
"Arkk.... kenapa masih sulit melupakan kamu Ra!"
Delon meratapi nasibnya sambil mencengkeram rambutnya dengan kedua tangan dan membanting pigura yang tadi dibawanya ke atas kasur.
"andai kamu tau, tidak akan ada yang mampu menggantikan mu entah sampai kapan, perjodohan itu semua hanya Karangannku Ra!! tidak adakah kesempatan untuku, aku pasti akan membahagiakan kamu!!" ucap Delon seorang diri mengasihani diri sendiri.
Kreeekkk...
"hallo!! murung aja dikamar?" sapa kak Maya mengagetkan Delon.
"kak, kapan nyampe? mau nginep disini?" tanya Delon ke kakak pertamanya.
"gak cuman mampir sebentar, boleh kakak masuk?" kak Maya menunggu jawaban Delon.
"tentu, masuk aja udah dibuka juga kan pintunya?" Delon menarik nafas dalam dalam.
"masih Eldira?? masih ga bisa lupain Eldira?" kak Maya Duduk dikasur Delon.
"susah banget udah usaha, apa salahku kak? apa kurangku kak, kenapa serasa gak adil buat aku!" Delon tak sanggup menyembunyikan perasaannya.
"kakak kenal kamu, orang baik berjuang demi cinta, kamu tau kan apa arti cinta?"
"ikut bahagia jika melihatnya bahagia kan?"
"itu kamu tau, kenapa masih terpuruk?" kak Maya melirik adik bungsunya.
"karena kemarin aku melihatnya menangis, dan itu jauh menyakitkan daripada dia meninggalkan aku!" Delon menatap kak Maya dengan nanar.
"kakak yakin kamu akan mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik darinya, Tuhan pasti mengirimkan seseorang yang pantas untuk kamu!" kak Maya berusaha menghibur Delon yang sepertinya tak membutuhkan hiburan.
"aku mau dia bahagia, dan aku yakin aku bisa membahagiakan dia, tanpa menyakitinya apalagi menghianatinya, dia akan menikah!! dan aku masih mencintai dia, menyedihkan!"
"Delon kakak akan menemui mama, tenangkan dirimu, kakak yakin kamu mampu melewatinya!" kak Maya memutuskan untuk meninggalkan Delon dikamarnya.
__ADS_1
Delon kembali termenung, dan menyalahkan dirinya sendiri, karena tak memberikan jawaban saat ElDira memintanya menikahinya, seandainya ada kesempatan kedua pasti Delon tak akan menyiakan, Delon hanya berharap kalaupun Eldira tidak diciptakan untuknya setidaknya Eldira mendapatkan orang yang tepat untuk menjaganya dan membahagiakannya.