Menantang Cinta

Menantang Cinta
tragedi untuk Dira


__ADS_3

Sesampainya disalah satu mall edlira mengantarkan kakak sepupunya ke salah satu toko pakaian langganan papanya.


"disini bajunya bagus2 kakak bisa pilih yang kakak mau? Eldira tunggu di resto sebelah boleh kan?" tawar Eldira skalian ingin keliling siapa tau ada kado yang cocok buat Rasya pikirnya dalam hati.


"oke! terserah kamu aja"


"nanti kakak langsung ke sebelah aja aku tunggu disana!" jawab eldira manis dan membalikan badan menuju resto sebelah.


Argha sempat melihat Dira dan kali ini tersenyum adik sepupunya terlihat sangat ramah meski dia seenaknya sendiri.


***


Ditempat lain rasya kembali kekantor meski dalam keadaan sedih, matanya sedikit sembab tapi ada meeting yang sudah terjadwal dan tak bisa dia tinggalkan.


Selesai meeting Rasya berdiam diruangannya mengingat masa indahnya bersama gilska. Sampai tak sempat menghubungi Eldira seharian.


(ada teror lagi bang) chat Dira beberapa jam yang lalu baru terbaca, tak ada niatan Rasya membalas chat dari tunangannya itu.


***


Setengah jam berlalu si kakak sepupu sudah membawa tas belanjaan hanya satu kantong, masuk ke resto yang sudah pasti ada Eldira yang menunggunya disana.


"pesenin aku makanan yang spesial diresto ini?" ucapnya sembari duduk didepan Eldira.


"ya kak, tunggu bentar ya?" Eldira memesan dan skalian membayar karena resto cepat saji jadi bayarnya skalian.


Beberapa menit Eldira membawa makanan dan minuman untuk sang kakak sepupu.


"ini kak silakan, ini juga makanan favorit aku diresto ini kakak cobain deh pasti suka, oh ya beli bajunya cepet banget terus cuman dikit kayaknya!" Dira mencoba tetap ramah.


"aku udah tau jalan menuju kesini, besok2 juga bisa beli baju lagi, gak perlu kamu temeni lagi!" ucapnya seraya mengaduk makanan didepannya.


"kamu gak makan?" tanyanya ke Eldira sambil melahap makanan.


"udah kok kak, Dira habiskan minumnya aja, boleh cerita gak kak?" tanya Dira berhati2


"mau curhat, kamu itu yaa lumayan PD orangnya ya? kenapa ada masalah?"


"sebenernya ada yang teror aku, dan seharusnya juga kak Adam yang jagain aku, karena kak Adam keluar kota dan kata mama kamu sepupu aku, boleh ga?? kamu jaga rumah gitu setidaknya sampe kak Adam balik kak!" Dira berusaha tenang dan menatap Argha menunggu jawaban.


"ini bukan akal2an kamu supaya aku gak pindah ke apartemen kan? aku punya cewek Lo Dira!" Argha merasa Dira mencoba mendekatinya dengan cerita konyolnya.


"maaf ni kak Argha Dira juga udah punya tunangan, anda ga usah gr, tapi ini beneran ada teror buat aku sayngnya cctv dirumah tidak berfungsi dengan baik" Eldira masih berusaha menjelaskan.


"ya udah suruh jagain tunangan kamu kan bisa!!" Argha seperti tak mau tau dan meneruskan aktivitas makannya.


"oke, sepertinya percuma ya ngomong sama kak Argha! maaf kalau gitu kak" kali ini Dira menyeruput minumnya dan terdiam.


Masih sedikit takut karena sebelumnya tak pernah ada teror dalam hidupnya, takut jika pernah melukai seseorang tapi tak sadar dan takut besok akan ada teror apalagi. Melihat Dira mulai terdiam tanpa suara Argha merasa ada yang salah dalam ucapannya.


"Dira aku udah selesai cari pakaian ,mungkin ada yang mau kamu beli atau mampir kemana? aku bisa anter skalian?" tanyanya menutupi rasa bersalah.


"gak kak, Dira mau balik aja kerumah" jawab Dira masih ramah.


"ya udah ayo kita balik" Argha berdiri disusul Eldira dan mereka memutuskan kembali kerumah.


Diparkiran terlihat ada perempuan yang sedang hamil disamping motor Argha.


"maaf kita mau keluar, bisa minggir?" ucap Argha.

__ADS_1


"boleh minta tolong???" tanyanya kesakitan sambil mengusap perutnya.


"maksudnya?" tanya Argha lagi dan Eldira hanya terdiam cemas melihat perempuan itu seolah akan melahirkan.


"saya harus ke rumahsakit udah gak tahan tapi saya ga ada biaya mas mbaa?" ucapnya lagi membuat Eldira iba.


"yaudah kakak Anter kamu ke rumahsakit ya?" Eldira memegang lengan perempuan yang terlihat lebih muda dari Eldira.


"Ra, kita ga kenal? gimana kalau dia sindikat atau jangan2 peneror yang kamu ceritakan tadi?" Argha tak setuju dengan Eldira.


Eldira yang semula kasihan langsung melepaskan lengan perempuan itu..


"ini KTP ku wajahnya juga sama kan? " perempuan itu berusaha meyakinkan Eldira.


"ya udah kamu naik taxi aja kita antar kerumah sakit ga usah mikir biaya, aku sama kakakku ikuti dari belakang ya?" mendengar keputusan Eldira kali ini Argha hanya terdiam.


Mereka bergegas mencarikan taxi dan memapah perempuan yang entah siapa namanya itu ke dalam taxi, lalu Eldira dan Argha mengikuti dari belakang dengan motor.


Tak selang lama sampai dirumah sakit Dira segera meminta kursi roda dan mengantarkan ke dr kandungan. benar saja perempuan itu sudah saatnya melahirkan. Eldira dan Argha diminta menyelesaikan administrasi dan menunggunya diluar.


"mana tadi KTP nya siapa namanya?" tanya Argha.


"Mei Andri namanya kak" Eldira membaca nama yang tertera di KTP


"dia masih 19tahun kak?" Eldira memberikan info yang membuat Argha terlihat kesal.


"jangan jangan dia belum menikah?" tanya Argha menatap tajam Eldira.


"mungkin kak atau dia gak punya keluarga?" Eldira juga mencoba mengambil kesimpulan.


"Ra, udah ya ga usah urusin hidup orang lain, biaya persalinannya udah kamu bereskan sekarang kita balik kerumah,oke!" Argha tak nyaman.


"ga usah, kita udah nolong ke rumahsakit aja sudah cukup!"


"maaf kak Argha boleh kok pulang duluan kalau mau, Dira aja yang tunggu disini!" Eldira terlihat keras kepala.


"ya mana mungkin terus kalau mama kamu nanya aku harus omong apa, ngomong kalau Eldira masih bantuin orang lahiran gtu"


"ya udah kalau ga mau pulang tungguin Dira dong!" kali ini Argha tak punya pilihan lain selain menunggu sepupunya itu.


Sedikit lama menunggu dokter keluar membawa berita baik si ibu dan bayinya sehat tak kurang suatu apapun, karena proses lahirannya normal Dira bisa menemui pasien, karena dokter mengatakan pasien sangat ingin bertemu Eldira dan mengucapkan terimakasih.


"terus kamu mau temui Mei itu?" kali ini Argha seperti bisa membaca pikiran Eldira.


"sebentar aja kak, gak sampe 10 menit oke!" lagi2 Argha tak punya pilihan lain.


Eldira masuk keruang rawat karena Mei sudah dipindahkan langsung ke ruang rawat mau tak mau Argha mengikuti langkahnya.


"hai Mei selamat ya udah jadi mama" Eldira tersenyum melihat Mei yang juga tersenyum.


"terimakasih banyak ya kak, boleh saya tau siapa nama kakak?" tanya Mei sambil berkaca2.


"aku Eldira ini kakaku Argha" sementara Argha melirik Eldira tajam seakan tak ingin Eldira menunjukan namanya.


"terimakasih sekali lagi dan tolong banget kak jangan sampai ada orang tau ya kak, boleh aku tau nomer ponsel kakak?"


Kali ini Eldira menatap Argha sebelum menjawab dan Argha hanya menggeleng.


"maaf Mei, aku tidak bisa memberitahu" Eldira menjawab dengan canggung.

__ADS_1


"iya gak papa kak Skali lagi terimakasih ya, janji ya kak jangan sampai ada yang tau tentang keberadaanku"


"iya Mei aku janji" ucap Dira menenangkan Mei


"ya udah kami pamit dulu ya, dan maaf hanya sampai disini aku membantu kamu, selamat sekali lagi, permisi ya?" Eldira seakan tak tega meninggalkan Mei.


"permisi ya Mei semoga segera pulih!" kali ini Argha mengandeng Dira agar segera keluar ruangan.


Eldira mengikuti karena merasa tak enak dengan Mei sesampainya diluar kamar eldira segera melepaskan gandengan Argha.


"kak, Dira bisa keluar sendiri kok lagi pula kak Dira udah tepati janji kan, satu lagi boleh ya lihat babynya dari luar juga gpp" permintaan Dira kali ini benar2 tak disetujui Argha.


"ayo pulang!!" Argha berjalan dengan cepat keluar rumah sakit, dan kali ini Eldira mengikuti langkahnya tanpa membantah.


Mereka kembali pulang kerumah.


***


Sesampainya dirumah Eldira disambut Mak Ijah. sementara Argha langsung menuju kamarnya.


"mama mana Mak, Dira mau curhat!" Dira tak sabar ingin menceritakan apa yang dialaminya ke mamanya.


"maaf non ini udah malem Lho! non kemana aja? nyonya udah tidur kecapekan kayaknya!" jawab Mak Ijah


" masih juga jam 8 malam Mak, ya udah sisi masih dikamar aku kan?" tanya Dira lagi.


"non sisi bilang tadi kedokter anter kakaknya, jadi gak bisa nginep sini, suruh sampein maaf ke non" Eldira langsung merogoh ponselnya ditas.


Bener aja ada chat dari sisi permintaan maaf karena harus anter kak Hendi kedokter. sementara Rasya tak membalas chatnya sama sekali.


"yaudah bi, Dira masuk kamar dulu ya??" Eldira berjalan kekamar.


Sesampainya dikamar menyegarkan diri dengan mandi setelah itu merebahkan dirinya. menatap langit2 mengingat apa ada yang salah hingga Rasya tak membalas chat nya. Karena lelah tanpa disadari Eldira terlelap.


****


Pagi menjelang Eldira siap ke kantor berjalan keluar kamar menuju meja makan. dilihatnya mama menonton tv.


"tumben ma, sejak kapan nonton tv oh ya ma kemarin malam mama capek banget ya kok jam8 udah tidur" Dira mencium pipi mamanya sebelum duduk dimeja.


"ya soalnya kemarin mama itu banyak banget aktivitasnya kenapa?"


"Dira mau cerita ma kemarin itu setelah Dira anter kak argah?" Dira belum sempat menceritakan kejadian kemarin mamanya memotong pembicaraan.


"eh Ra, ini ngeri banget sih!! ada cewek yang dihamili pacarnya gak mau tanggung jawab sampe 9bulan Lo, terus cowoknya dibunuh Ra?? tu ceweknya jadi buronan" mama hanyut dalam tontonan tv dan betapa terkejutnya Eldira foto perempuan yang terpampang di tv yang jadi buronan adalah Mei.


Seketika keringat dingin mengucur membuatnya tak mampu berkata apapun bahkan niat menceritakan sesuatu ke mamanya tiba2 dibatalkan.


"ma kak Argha mana ma?" ucap Dira terbata.


"udah berangkat kayaknya, kenapa?" mama masih terpaku melihat tontonannya.


"mama tau kan dimana kantor kak Argha ma?" Dada Dira berdetak sangat kencang.


"aduh kurang tau mama, kenapa sih?"


"tapi mama punya nomer ponselnya kan? Dira minta ya ma?" wajah Dira mendadak pucat.


"ya udah sayang kamu sarapan aja dulu"

__ADS_1


"Dira berangkat sekarang mama kirim sekarang nomer kak Argha ke Dira ya, Dira tunggu, bye ma" Dira buru2 berangkat dan mencari kantor kakak sepupunya dengan cemas.


__ADS_2