Menantang Cinta

Menantang Cinta
hari yang kacau


__ADS_3

Pagi yang cerah ditanggal merah, Eldira memanfaatkan hari liburnya untuk cek catering acara lamaran, karena hanya lamaran jadi food tasting hanya akan dihadiri Eldira, Rasya, Tante Nonik dan sisi.


"ada yang ingin aku sampaikan sama kamu Ra?" tanya Rasya sesampainya dirumah catering pilihan mereka.


Tante Nonik dan sisi masih belum terlihat, Eldira dan Rasya disambut dengan teh hangat dan duduk dimeja yang sudah disiapkan pemilik catering, tempatnya cukup nyaman seperti cafe kecil ruangan yang digunakan hanya untuk para customer yang sudah membuat janji pastinya.


"apa bang, Abang gak suka sama catering pilihan Dira atau konsep lamaran kita? Dira bisa kok merubahnya masih belum terlambat kan?" tanya Dira sedikit bingung takut pilihannya mengecewakan Rasya.


"bukan Dira bukan itu, aku yakin semua pilihan kamu yang terbaik" ucap Rasya membuat Eldira tersenyum.


"syukurlah kalau begitu, Dira pikir apa, apa yang ingin abang sampaikan?" Dira menyeruput teh manis yang tersaji.


"untuk tanggal lamaran apa sudah fix atau bisa diundur sedikit ya?" pertanyaan Rasya membuat Eldira sedikit tersedak.


"memangnya ada apa bang, ada urusan kantor kah yang jadwalnya bertabrakan atau papa Abang mungkin?" Eldira mencari jawaban atas pertanyaan Rasya.


"bukan juga, hanya saja aku merasa semuanya terlalu cepat, Eldira hanya dua Minggu tidakkah kamu merasa bahwa persiapan ini terlalu cepat" Rasya mencoba menjawab Eldira.


"kalau aku bisa menyiapkannya dekorasi, catering bahkan pakaian kita dan semuanya sekarang sudah hampir 70% dan masih ada waktu satu Minggu kedepan, tergesa bagian yang mana bang?" Eldira menarik nafas dengan panjang sedikit kecewa.


"aku tahu tapi kesehatan juga perlu kamu jaga kan? Eldira hanya diundur beberapa Minggu bisa?"


"diundur karena kekawatiran Abang tentang kesehatan Eldira atau karena Abang belum siap!! aku bahagia dan aku sanggup menyiapkannya bahkan tanpa Abang repot, lalu kenapa?? sekarang Abang minta diundur?? untuk aku atau untuk meyakinkan kamu?" Eldira terlihat mulai kesal.


"aku minta maaf Ra, kalau aku menyakitimu" Rasya berusaha memegang tangan Eldira.


"mau kamu apa?? mengundur acara lamaran kita, baik!!" Eldira memalingkan wajahnya.


"aku harap kamu mengerti ya Ra?"


"diundur atau dibatalkan bang?" tanya Eldira sengit.


Saat Eldira masih bersitegang dengan Rasya terlihat sisi dan Tante Nonik memasuki ruangan.


"hai Ra maaf ya kita terlambat, belum disiapkan kan makanan yang akan kita cicipi aku ga sabar?" tanya sisi sambil mencium pipi Eldira.


"Tante!" Eldira tersenyum mencium tangan calon mertuanya.


"ayo kita mulai kamu masih semangat kan Ra?" tanya Tante Nonik.


"maaf Tante, Eldira harus pergi!!" Eldira mengambil tas dan beranjak.


"sebentar, ini Tante terlambat atau gimana?" Tante Nonik bingung dengan Eldira.


"Tante bisa tanyakan sama bang Rasya, saya permisi Tante!" Eldira segera pamit dan meninggalkan Rasya dan Tante Nonik.


Sisi yang melihat kejanggalan berlari mengejar Eldira.


"ada apa ini nak?" tanya Tante Nonik duduk dikursi bekas Eldira.


"Rasya ingin lamaran ini diundur ma?"


"apa Rasya? kenapa?" Tante Nonik kaget mendengar perkataan putranya.


"Rasya ragu ma!" Rasya menunduk dang memegang kedua tangannya.


"rasya, persiapan ini sudah hampir selesai dan kamu lihat Eldira semangat sekali menyiapkan semuanya, ragu untuk apa! Eldira bukanya pilihan kamu?"


"gilska ma, Rasya masih sangat mencintai gilska?" Rasya melihat mamanya yang masih tercengang.

__ADS_1


"kalian sudah putus lama kan? lagipula bukannya mama gilska tidak setuju dengan hubungan kalian"


"mamanya gilska sudah meninggal Minggu lalu ma, gilska ada di Indonesia, dan aku sering bertemu dengannya!" ucap Rasya membuat Tante Nonik semakin kaget.


"rasya, ada Eldira disampingmu hormati dia!! untuk apa kamu meminta papa melamar Eldira jika kamu mencintai gilska, Rasya dengar ya jangan mempermalukan keluarga, cinta kamu untuk gilska jadikan masa lalu, atau kamu putuskan hubungan kamu sama Eldira, ayo sekarang kita pulang!" Tante Nonik terlihat kecewa dengan sikap rasya.


****


"kenapa sih Ra?" sisi tak kalah bingungnya dengan Tante Nonik.


"masuk!!!" eldira masuk kedalam mobil dan menyuruh sisi mengikutinya.


"bang Rasya ingin mengundur lamaran ini si?" Eldira menelungkupkan wajahnya disetir mobil.


"apa Ra!" teriak sisi kaget.


"aku akan anter kamu pulang!" Eldira menyalakan mobilnya dan melaju dengan pelan.


"kamu gimana Ra, bukannya semua persiapannya udah matang ya, kamu mau bilang apa sama keluarga kamu Ra?" tanya sisi.


"entahlah si, aku bingung, sepertinya bang Rasya tidak yakin dengan hubungan ini!" Eldira tersenyum getir.


melihat Eldira yang sedang tak baik-baik saja sisi tak berani bertanya lagi.


***


Selepas mengantarkan Tante Nonik pulang, rasya memutuskan untuk menemui gilska.


"sya masuk tumben kesini gak kasih kabar dulu, mau minum apa?" tanya gilska mempersilahkan Rasya masuk.


"aku mau ajak kamu jalan, lihat wajah kamu!" Rasya menjawil hidung gilska.


"aku tunggu kamu disini, saja ganti pakaian ga usah banyak protes!" Rasya kembali meyakinkan gilska.


"tapi gimana sama calon istri kamu?? udahlah sya, aku gak mau ganggu lagi hubungan kalian aku mau berusaha melupakan kamu!" gilska masih menolak ajakan Rasya.


"kamu kan yang pernah minta satu bulan setelah itu kita jalani kehidupan kita kedepan, ayo ganti Baju!!"


Kali ini gilska tak bisa menolak, disudut hatinya gilska bahagia orang yang diharapkannya saat ini berada didekatnya, konsekwensinya akan lebih sulih melupakan rasya jika harus bertemu apalagi selama satu bulan kedepan.


Selang beberapa menit gilska keluar dan Rasya menatapnya lekat tanpa berkedip, gilska terlihat sangat cantik, hatinya seakan tak mampu menyingkirkan gilska.


"masih cantik sama seperti dulu, ayo!" ucap Rasya berdiri.


"kita mau kemana?" tanya gilska lembut.


"kita mau keluar kota, kita ke puncak kita jalan-jalan tanpa ada orang!" Rasya membuat gilska sedikit terkejut.


"apa maksud kamu sya?"


"aku ingin menikahi kamu gilska, aku ingin jadi suami kamu aku ingin selalu ada buat kamu, tapi sayang semua tak mungkin!" Rasya menarik nafas dalam terlihat matanya memerah.


Gilska menggelayutkan tangannya kelengan Rasya mereka menuju mobil, dan pergi meninggalkan rumah gilska.


****


"makasih ya Ra kamu udah anterin aku pulang, kamu hati-hati ya?" ucap sisi setelah Eldira menghentikan mobilnya tepat didepan rumahnya.


Eldira hanya mengangguk pelan, setelah sisi turun Eldira kembali melajukan mobilnya, seperempat jam dari rumah sisi tiba-tiba terasa getaran dalam mobil.

__ADS_1


Eldira menepi dan turun untuk mengecek.


"sial bannya kempes!!" Eldira menendang ban yang membuatnya semakin kesal.


Jalanan terlihat sepi, Eldira segera menelpon bengkel langganannya.


"maaf nona, sekitar setengah jam baru bisa kami sampai, jarak itu lumayan jauh dari bengkel kami!" suara diseberang membuat Eldira semakin kesal, apalagi tidak ada taxi yang melintas.


"baik akan aku tunggu!" Eldira menutup sambungan teleponnya.


"Eldira!!" mobil melintas dan berhenti disampingnya dilihatnya kaca yang terbuka.


"Delon!" ucap Eldira menganga.


"ayo masuk udah tinggal aja mobilnya, aku anter kamu pulang!" awalnya Eldira ragu tapi akirnya bersedia masuk ke mobil Delon.


"darimana kamu Ra?" tanya Delon masih perhatian.


"rencananya mau food tasting untuk lamaran!" Eldira menatap kedepan tak berani melihat Delon.


"kamu mau lamaran, semoga lancar ya!" ucapan Delon justru mengiris hatinya.


"terimakasih, kamu gimana rumahnya udah ada yang dipilih?" tanya Eldira.


"iya , besok aku ke kantor kamu, mau urus pelunasan dan surat-surat cuman masih tahap pembangunan" jawab Delon.


"kamu sendiri gimana kabarnya? gimana dengan gadis yang kamu ceritakan? atau sama Vania?" tanya Eldira ingin tau.


"nantilah, masih belum tahun ini mungkin tahun depan!" jawab Delon entah kenapa Eldira sedikit lega.


"dia bikin kamu bahagia atau kalian sudah cocok atau?" Eldira tidak melanjutkan pertanyaannya karena Delon menghentikan mobilnya.


"Ra!! kenapa? kamu cemburu?" tanya Delon menatap Eldira.


"gak kok, kita kan sudah punya pasangan masing-masing, kalau kamu gak nyaman aku ga akan tanya, ok!" delon akirnya kembali melaju.


"sebenarnya aku ingin ajak kamu makan, tapi kalau habis food tasting pasti kamu sudah kenyang ya?" tanya Delon.


"tadi acaranya batal, boleh kalau mau ajak makan kebetulan aku laper!" eldira menerima ajakan Delon, itung-itung membuang kegundahan.


***


Delon masih saja membukakan pintu untuk Eldira seperti kebiasaanya. Justru Eldira yang terlihat canggung masih diperlakukan baik. Resto yang romantis batin Eldira, hanya kebetulan karena restonya terlewati jalan mereka.


"bukankah disini harus reservasi dulu?" tanya Eldira.


"udah ga perlu reservasi, aku kenal pemiliknya, aku member kok!" ucap Delon menarik tangan Eldira, entah kenapa Eldira tak menolak.


Setelah berbincang sebentar dengan resepsionis benar saja Delon tetap bisa masuk tanpa reservasi.


"ayo Ra!" ucap Delon membuat Eldira mengikuti langkahnya, entah kenapa tiba-tiba Eldira merindukan saat bersama Delon, dimana dia selalu saja dijadikan seorang putri.


meskipun bisa masuk tanpa reservasi tapi mereka tidak dapat memilih meja.


"Delon pasti yang makan disini kebanyakan pasangan" Eldira sedikit tertawa.


"kita kan pasangan Ra! pasangan kadarluasa!" ucap Delon membuat keduanya saling tertawa.


YUK TINGGALKAN JEJAK DENGAN KOMENTAR KALIAN GUYS!!!

__ADS_1


😉😉


__ADS_2