
Minggu pagi dimana seharusnya Eldira mewarnai harinya dengan janji memutari kota dengan Rasya dia batalkan sepihak. memutar musik dengan sangat kencang untuk mengusir kesedihannya tidak membuat batin Eldira merasa lega.
"Ra, ada Delon didepan!" ucapan mama membuat Eldira memutar audio untuk mengecilkan suara musik. matanya membulat melihat ke arah mamanya.
"akan aku temui dia!" ucap Eldira beranjak membuat mamanya bingung memandanginya.
Tak memerlukan waktu lama Eldira sampai diruang tamu, dia pandangi sosok dihadapannya dengan seyuman manis Delon menatapnya, ada harapan dalam pandangannya.
"silakan duduk Delon! ada yang perlu aku bantu, masih bertanya tentang kekonyolan pernikahan yang akan kamu buat atau mungkin ada hal lain yang ingin kamu sampaikan?" tanya Eldira seraya menyuruh Delon duduk.
"aku!! tidak aku hanya ingin melihatmu, aku akan menawarkan pertemanan antara kita!" jawaban Delon membuat Eldira sangat kaget.
"pertemanan, untuk apa?" tanyanya tak mengerti, batinnya sedikit kelu apa mungkin Delon sudah menyerah.
"Eldira kita pacaran sudah 6tahun, baik aku menerima keputusanmu memutuskan aku, dan mulai sekarang aku akan menganggapmu sebagai seorang teman, jadi aku tidak akan membuatmu merasa risih ketika suatu saat kamu bertemu denganku" lagi lagi Delon melemparkan senyuman manis.
"boleh aku tau apa yang membuatmu berubah pikiran, setauku kamu orang yang keras kepala bukan, secepat inikah kamu menyerah?" Eldira menyesal memberi pertanyaan yang tak bisa dia tahan.
"ya memang aku keras kepala, bukankah kamu lebih keras kepala daripada aku, jika aku berjuang dan tidak ada kemungkinan lagi untuk apa diperjuangkan, bukan begitu Eldira?" tanya Delon membalikan pertanyaan yang dilayangkan untuknya.
"okey, aku terima pertemanan darimu, apa rencamu Delon? mulai besok kamu sudah akan bekerja di kota ini bukan?" tanya Eldira.
"karena sekarang kita berteman, bolehkah aku minta tolong padamu Dira?" tanya Delon masih dengan senyumannya, terlihat hari ini hatinya sedang senang berbeda dengan hati Eldira yang justru serasa teriris karena apa yang dikatakan rasya semalam.
"apa yang kamu mau?" Eldira menyeruput Lemon buatan Mak Ijah.
"Carikan aku rumah yang bagus, keluaran terbaru dari perusahaan yang kamu tawarkan, aku ingin menyiapkan sebuah rumah untuk calon istriku kelak"
"kamu!! akan menikah, tidak itu bukan kamu!! tidak mungkin kamu akan menikah secara cepat kan? rumah kamu tau kan Delon, perumahan yang aku tawarkan semuanya bernilai tinggi" Eldira masih tak mempercayai apa yang dia dengar.
__ADS_1
"Aku rasa tabunganku akan cukup Ra, memang aku bukan seorang direktur, aku hanya seorang karyawan, tapi kamu juga tau kan aku punya banyak sampingan, tidak banyak memang tapi aku sudah menyiapkan 100miliar untuk itu" jawaban Delon membuatnya sedikit kaget.
wow seorang karyawan seperti Delon bisa mengumpulkan uang 100miliar, mungkin bagi rasya calon suaminya uang 100miliar tidak begitu berarti tapi bagi Delon, yang dibesarkan dengan keluarga sederhana adalah pencapaian yang luar biasa, Eldira merasa bangga atas apa yang diutarakan mantan kekasihnya, bahkan Eldira tak pernah menyangka kegigihan Delon.
"baiklah, besok akan aku kirimkan beberapa brosur dari kantor untuk kamu, untuk rumah tingkat dua minimalis tidak sampai sebanyak itu Delon, kamu bisa memakainya setengah dari uangmu bahkan untuk furniture dalamnya juga sudah cukup" jawab Eldira.
"ya aku tau, sebenarnya uang itu juga aku persiapkan untuk pesta mewah pernikahan impian calon istriku dan bulan madu untuk kami, sisanya untuk tabungan kesehatan dan beberapa asuransi, sayangnya pernikahan kami hanya cerita masa lalu!"
jawaban terakhir Delon membuat Eldira sedikit menitikan air mata, inikah yang selama ini membuat Delon belum bisa menikahinya kala itu. sebelum terlihat oleh Delon dengan cepat Eldira mengusap air matanya.
"kita tidak akan pernah tau masa depan, apa yang kita rencakan belum tentu akan terwujud di masa mendatang, aku juga bahkan tidak tau apakah masa depanku akan sesuai dengan mauku atau tidak, ada hal yang ingin aku sampaikan Delon, terimakasih kamu sudah memahamiku, sudah mau menerima bahwa hubungan kita sudah berakhir, aku akan mendoakan yang terbaik untukmu, Ada orang yang dalam waktu dekat akan melamarku! aku ingin kamu tau dariku" apa yang dikatakan Eldira membuat senyum Delon terganti dengan tatapan yang serius.
"melamar kamu?? siapa ?? keluargamu mengenalnya?" dengan sabar Delon melemparkan pertanyaan.
"Tentu, papa mama mengenalnya, dia adalah kerabat mama, dan setelah papanya pulang dari Jerman aku akan dilamar, semoga kamu bisa menemukan penggantiku Delon" Eldira berusaha mengisyaratkan senyum dihadapan Delon, padahal dia sendiri tidak yakin akankah Rasya dan dia akan benar - benar menikah atau tidak.
"boleh aku tau, apa alasan kamu menerimanya?" Kali ini Delon berusaha menemukan jawaban.
"cinta Ra, secepat itu kamu bisa mencintai seseorang!" ucap Don lirih, hatinya terasa perih meski dia berusaha berteman degan Eldira, tapi cintanya masih begitu besar untuk Eldira.
"Aku mencintai kamu Delon, menyayangi kamu, tapi entah cintaku untuknya lebih besar, bahkan aku tidak mampu mengendalikan diriku". Jawaban Eldira membuat Delon berdiri, seakan tidak mau mendengar apalagi yang akan dikatakan Eldira karena akan membuat hatinya semakin sakit.
"maaf Ra aku harus pergi sekarang, besok kamu kirim brosur itu kerumah ya, sampaikan salamku pada papa dan mamamu!" ucap Delon meninggalkan Eldira.
Hati Eldira sangat kacau, tanpa sadar dia menyakiti hati Delon, rasa sayangnya untuk Delon masih ada didasar hatinya, jika hari kemarin dia merasa risih karena Delon selalu saja memaksanya, beda dengan hari ini, Eldira merasa dirinya sangat jahat, harusnya dia lega ketika Delon tau apa yang terjadi bahkan Delon menerima setiap perkataannya, tapi sebaliknya hati Eldira pun merasa sakit sama sakitnya dengan Delon. Air matanya kembali berurai Mengingat Rasya dan masa lalunya mengingat Delon dan segala kenangannya, Eldira bimbang meskipun dia ingi rasyalah yang menjadi masa depannya, tapi Eldira tak yakin menikah dengan orang yang bahkan belum mencintainya apakah akan bahagia???
***
Ditempat lain Rasya terkejut melihat sosok wanita dihadapannya berdiri didepan pintu apartemen nya. Dengan sangat cepat wanita itu mencium bibir Rasya, seolah ada kerinduan yang tak tertahan dengan cepat Rasya membalasnya. Seakan mereka tenggelam dengan hasrat yang tidak terkendali, Rasya menutup pintu apartemennya dengan kaki, tubuhnya masih memeluk wanita itu bahkan teramat kuat dia memeluknya.
__ADS_1
Rasya membasuh mukanya tidak dapat dipungkiri cinta untuk gilska masih begitu besar dia tak mampu mengendalikan dirinya, Gilska berada di depan tv menunggunya.
"Gilska, kita tidak bisa seperti ini!" sesaat setelah mereka melepaskan rindunya, hanya dinding dan seluruh ruangan menjadi saksi bisu, Rasya mendekati gilska setelah membasuh muka.
"aku merindukanmu sayang, mama bilang tanpa sebab kamu meninggalkan aku, aku memaafkan mu Rasya!" ucap gilska menatap Rasya dan berusaha memeluknya kembali.
"gilska bukannya harusnya Minggu depan kamu kembali, maafkan aku kita tidak bisa bersama lagi!" jawab Rasya.
"aku tau kamu mencintai aku, kamu merindukan aroma tubuhku" gilska mencoba untuk mencium pipi raysa, kali ini Rasya berusaha menepisnya.
"aku sudah punya calon istri gilska". Jawaban Rasya membuat gilska sangat marah.
"calon istri, kamu lupa apa yang kamu lakukan sama aku setengah jam yang lalu, aku melakukan itu hanya sama kamu ya Rasya, kamu menyakitiku!! kamu anggap aku ini wanita apa!! enteng baget kamu bilang sudah memiliki calon istri, inikah sikap calon suami??? kamu tidak hanya menyakitiku tapi kamu juga menyakiti orang yang kamu bilang calon istri?" teriakan gilska membuat Rasya merasa bersalah.
"maafkan aku menyakitimu, aku tidak akan pernah menyakitimu lagi gilska, lupakan semua masa lalu kita!" Rasya mengeluarkan kata-kata yang menyakiti batinnya sendiri, batinnya yang masih sangat mencintai gilska, ada wajah Eldira melintas dengan tiba-tiba Rasya tidak mau menghancurkan hati calon istrinya.
"sudahlah Rasya, putuskan wanita itu, kita mulai dari awal lagi, aku bahkan memaafkan mu! kamu meninggalkan aku tanpa sebab, aku berjuang untuk mengingat masalalumu, mama berusaha menjodohkanku, itu karena kamu!! Takdir berpihak padaku aku tidak jadi menikah dengan jodoh pilihan mama, pria itu mengalami kecelakaan sehingga kehilangan nyawanya.
"apa mamamu menjodohkan kamu?" Rasya terkejut dengan apa yang dia dengar jadi ini alasan mama gilska menyuruhnya pergi.
" mama harus memenuhi hutang nenek, dan keluarga wanita itulah yang meminta hutang dibayar dengan pernikahanku dengan cucunya, apa kamu tau, aku menangis setiap malam berharap kamu datang menyelamatkan ku, aku sakit tanpamu Rasya, mamalah yang memintaku kembali padamu" gilska mulai menangis membuat Rasya tak tega.
"gilska semua akan baik-baik saja, Jujur aku masih sangat mencintai kamu, tapi aku sudah berkomitmen dan aku tidak akan mengingkari janjiku, ada Eldira yang menunggu lamaran dariku gilska" jawab rasya berusaha menenangkan gilska.
"komitmen, aku akan menemui siapa?? siapa nama wanita yang akan menjadi calon istrimu itu?? aku akan mengatakan padanya bahwa kita saling mencintai, tidaklah dia paham, dia wanita sama sepertiku kan, punya hati dan cinta" suara gilska sedikit merendah.
"gilska sanggupkah kamu menghancurkan hati seseorang, kamu wanita yang baik karena itu aku mencintai kamu, kamu memiliki hatiku, tidak cukupkah untukmu!" Rasya membelai rambut gilska.
Dengan tangis gilska memeluknya Rasya membiarkan dirinya dipeluk untuk sedikit mengobati rasa sakit wanita yang dicintainya.
__ADS_1
"aku akan pergi, tapi aku akan terus berjuang Rasya!" sesaat kemudian gilska berpamitan.
Rasya penuh dengan penyesalan, benar kata Hendi harusnya dia menyelesaikan dulu masalahnya dengan gilska baru membuka lembaran baru, dia tidak mampu menyakiti Eldira, mata gadis itu penuh dengan harapan penuh dengan impian walau Rasya belum mencintainya, tapi Rasya lebih tak mempu mengecewakan Eldira , daripada gilska.