
Eldira masuk kedalam rumah masih dengan muka Masam, masih kebingungan dengan teror yang dialaminya. Eldira duduk disofa dan memencet remot tv berusaha menyalakannya.
"Ra, serius kamu mau nonton tv?" tanya sisi duduk mendekati Eldira.
"terus gimana si? risih banget sama teror itu maunya apa coba?" Eldira sangat kesal.
"kalau photo yang dikirim seragam SMA kamu berati dia mungkin salah satu temen SMA kita, coba deh kamu inget! ada gak orang yang gak sengaja kamu sakiti gitu misalnya?" sisi mencari jawaban dengan pertanyaannya.
"aduh temen aku paling cuma kamu, nyakiti temen kayaknya juga gak pernah sisi? " Eldira sendiri bingung mengingat.
"mungkin ga sih, si Delon berubah jadi jahat?!" sisi menyelidik membuat Eldira melotot.
"jangan sembarangan kamu!! aku kenal banget sama Delon, bukan dia aku yakin banget"dengan pasti Eldira menampik dugaan sisi.
"eh si dua hari lagi bang Rasya ulang tahun ,aku bingung mau kasih kado apa yang spesial buat dia?!" Eldira mengalihkan pembicaraan.
"apa ya, kalau barang yakin deh semua barang juga bisa dia beli Ra, gimana kalau kamu Adain acara spesial aja buat dia, misal undang seluruh temen SMAnya gitu, atau relasi bisnisnya mungkin" sisi memberi ide.
"hmm cuman sehari doang sisi, mana bisa ?? bentar habis ini deh aku telpon party planner langganan aku, semoga aja bisa ya?"
"udah sekarang aja kamu chat??" sisi mengoyak tubuh Eldira.
"oke2 aku chat bentar!!" Eldira meraih ponselnya.
Sementara kak Adam datang dengan terburu2..
"Ra sorry banget aku ada meeting dadakan harus keluar kota tapi besok balik kok, ini pulang mau ambil ganti, nanti kamu bilang sama mama ya" kak Adam bicara sambil berjalan menuju kamar
"eh kak bentar, Dira perlu ngomong ada yang teror Dira ka? gimana donk!! kirim kata2 kasar Lo kedira?" Eldira mengikuti langkah kakaknya.
"Dira pliss itu cuman teror ga penting kok, yakin aja kamu bakalan baik2 aja ok, Kakak mau ambil ganti suruh sisi tidur sini aja temenin kamu, atau kamu telpon Rasya suruh didepan rumah sampai kamu aman, ok!" kak Adam masuk dan menutup pintu kamarnya.
Eldira kembali berjalan menuju sisi dengan raut wajah kecewa.
"si kamu tidur sini ya temeni aku?" tanya Eldira memelas.
"aduh gimana ya?" sisi masih berfikir.
"ayolah si?" Eldira merangkul sahabatnya itu.
"ok deh apasih ya ga buat kamu!" jawaban sisi sedikit menenangkan Eldira.
Tak selang beberapa menit kak Adam keluar membawa tas ransel.
"Dira, sisi aku cabut dulu ya, jangan lupa Ra sampein ke mama, doain proyek aku goal ya?" kak Adam berjalan tanpa berhenti.
"hati2 ya kak!" Eldira melambaikan tangannya.
kak Adam meneh dan tersenyum menatap adiknya lalu ikut melambaikan tangan hingga punggungnya menjauh dan tak terlihat.
Eldira dan sisi masih asik berbincang membicarakan kejutan yang akan disiapkannya untuk ulang tahun rasya. Tiba2 mama datang bersama seorang pemuda yang boleh dikatakan tampan mungkin.
"Dira!" kedatangan mamanya mengagetkan Eldira.
"mama, kak Adam barusan pergi ada meeting dadakan diluar kota" Eldira menyampaikan pesan kakaknya, sambil menatap pemuda tampan disamping mamanya.
Pikirannya kemana2 kenapa mama bersama pemuda yang umurnya bahkan jauh dibawah mama, gak mungkin kan mama hianati papa, pikiran konyol apa ini!!! batin Eldira.
"iya, tadi Adam udah chat mama kok"Eldira mangangguk mendengar jawaban mamanya.
sementara sisi terlihat bengong melihat ciptaan Tuhan yang sangat tampan disamping mama Eldira, berharap jodohnya telah datang.
"o iya dira kenalkan ini kakak sepupu jauh kamu namanya Argha, Argha kenalkan Dira anak Tante"
__ADS_1
Eldira berdiri dan mengulurkan tangannya sedikit bingung, kakak sepupu darimana?? sebelumnya tak pernah ia melihat yang dikatakan mamanya Argha itu.
"Argha?!" ucapnya kemudian.
"Eldira, maaf ma Dira ga pernah lihat sebelumnya saudara darimana" Eldira mendekati mamanya dan berbisik.
"ini anak Kakak ipar sepupu mama Ra, yang tinggal diluar Jawa udah merantau lama memang ga pernah ketemu tapi ini sepupu kamu!" jawaban mama meyakinkan, membuat Eldira menghapus perkiraannya.
"Tante ga mau dikenalkan ke aku juga?" kali ini sisi ikut berdiri dan menyikut tangan Eldira.
"oh iya argha ini temennya Dira, namanya sisi"
"sisi?" ucap sisi mengulurkan tangan tapi tak ada balasan kata dari argha, hanya menyambut tangan sisi dan sedikit tersenyum.
"oh ya Ra tolong kamu temeni Argha cari kemeja ya, soalnya dia diterima dikantor Daerah sini kebetulan Deket sama rumah kita, jadi besok udah harus masuk kamu temeni cari keperluannya ya, sekarang kamu antar ke kamar tamu dulu setelah itu kamu temeni, oke!!" perintah mama tanpa menunggu jawaban Eldira.
"tapi ma?" mamanya berlalu menuju kamar sementara Argha masih berdiri didepannya.
"sekalian beliin aku baju Ra? kalau ada pengawal okelah gantinya kak Adam?" hasut sisi.
"kamu tunggu disini dulu si, aku anter kak Argha ke kamarnya dulu, mari kak" Dira mulai berjalan dan diikuti Argha dari belakang.
Tak butuh waktu lama Dira menemani Argha tepat hingga depan pintu kamar.
"kak Argha selamat istirahat" ucap Dira ramah.
"aku beberes dan mandi sebentar, jam 4 kamu siap anter aku cari kemeja, oke thanks Dira!" Argha masuk ke kamar dan menutup pintu tanpa menunggu jawaban dari Dira.
"ih apa apaan dijawab aja belum udah main masuk aja, ga sopan banget, rumah juga rumah aku, dasar aneh!!!" Eldira menggerutu sambil berjalan ke arah sisi.
Sesampainya diruang tengah sisi langsung berjalan mendekati Eldira.
"Ra, aku bakalan sering2 kesini Ra, kamu jodohin sama aku ya Ra kakak kamu, ganteng banget Ra?!" mata sisi terlihat berbinar.
"gak papa Ra, ntar kalau udah jatuh cinta juga sopan kok Ra, kamu jodohin aja dulu sama aku ya?" sisi menyentil pipi Eldira.
"eh jam berapa sekarang si?" Eldira bertanya tapi mengambil ponsel dan mencari jawaban sendiri.
"kenapa Ra?" tanya sisi
"sejam lagi dia ngajak beli kemeja, padahal jaman udah maju bisa aja tu lihat jalan pakai aplikasi, gak perlu sebenernya aku temenin!"
"ya kan sama aku juga kan Ra kita sama2 cari kemejanya skalian kamu beliin aku baju, udah janji Lo kamu?" sisi megingatkan.
"Eldira!!" suara yang asing mengagetkan Eldira, Eldira menoleh dan ternyata si kakak sepupu berdiri dibelakang Sofanya.
"kamu punya helm kan?" tanyanya.
"ada kok, kenapa?" tanya Eldira sedikit bingung.
"bagus deh! nanti kita naik motor aja ya, aku gak suka jalanan macet, lebih suka pakai motor, biar cepet!!!
"kenapa gak mobil aja temen aku mau ikut soalnya" Eldira mengajukan penawaran.
"kamu aja yang anter motornya cuman muat dua orang, ok!" orang yang bernama Argha lagi2 berbalik dan berjalan tanpa peduli jawaban Eldira.
"tu kan si, kamu lihat sendiri kan, ga sopan!!" Eldira terlihat sebal.
"ya udahlah gak apa2 nanti aku tunggu kamu dikamar aja lagian kamu juga udah siap ini kan?" sisi tetap positif thingking
"oh ya Eldira, tolong ganti gaunnya pakai celana jeans aja ya, thankyu!!" suara Argha menggema meskipun jaraknya sudah jauh.
"tumben pakai kata tolong, dan ngucap thankyu!" Eldira memainkan nada bicaranya.
__ADS_1
"yaudah kamu ganti sana, aku aja yang nonton tv?" ucap sisi sedikit mendorong tubuh Eldira.
"baik sisi, ga ada pilihan juga kan buat aku!" eldira berdiri dan beranjak.
mama Eldira sudah mengganti bajunya dengan baju rumah dan melihat sisi yang mulai menyalakan tv.
"Dira mana si?" tanyanya.
"oh ganti baju Tan, katanya mau diajak Argha naik motor jadi ganti celana" sisi menjelaskan
"oh yaudah Tante nonton tv aja sama kamu" mama Eldira menemani sisi.
"oh ya Tan, kok bisa Dira ga pernah ketemu memang saudara jauh banget ya Tan?" sisi penasaran
"ya lumayan jauh kalau silsilah saudara jadi kakak sepupu Tante itu punya kakak ipar, nah itu anaknya kakak ipar kakak sepupu tante tapi Tante kenal Deket banget sama mamanya Argha, soalnya mama Argha itu juga sahabat Tante sejak Tante masih gadis" mama Dira tertawa mengingat masa mudanya.
"waduh jauh banget ya te!! kayaknya ga ada hubungan darah deh te, apa ga sebaiknya sisi anterin mereka te biar bertiga?" sisi berusaha tersenyum.
"udah ga usah Tante percaya kok sama Dira, lagian kalau berjodoh juga boleh kok kan ga ada hubungan darah" mamanya Dira membuat lelucon yang pasti tak disukai sisi.
"Tante Eldira udah mau menikah Lo!! ingat!!?" jawab sisi sambil mengigit bibir bawahnya
"ah sisi Tante cuma bercanda, udah nonton tv aja!"
Eldira datang dengan pakaian yang berbeda celana jeans dan kaos rajut membuatnya seperti mahasiswa semester awal.
"cantik kamu Ra!" sisi memuji sahabatnya itu.
"ya donk! pacar siapa dulu bang rasya, bang Rasya aja ganteng banget gimana aku?" Eldira memutarkan badannya.
mamanya hanya tersenyum melihat tingkah putrinya.
"Tante aku ajak Dira sebentar ya buat pemandu jalan boleh kan?" Argha tiba2 keruang tengah membuat semua mata tertuju padanya.
argha sudah terlihat segar dan bersiap berangkat.
"iya boleh kok hati2 ya, oh ya Ra skalian besok kamu Carikan apartemen buat Argha ya?" mama menambah daftar tugas untuk Eldira
"pasti ma, agar dia segera pindah kan pasti!" ucap Dira berbisik mendekati mamanya.
"Dira ga boleh gitu dong sama saudara!" mama mengernyitkan dahi.
"iya ma" jawab Eldira sambil mengangguk
lalu keduanya berjalan keluar rumah tanpa suara, sesampainya dipelataran parkir Eldira melihat motor sports si kakak sepupu jauhnya ini.
"mana helm kamu, ambil sana!" Argha nampak tak bersahabat.
"maaf ya kak Argha, boleh gak kalau minta tolong bisa lebih sopan mungkin" jawab Eldira kesal.
"Dira, panggil aku dengan sebutan Argha karena sepertinya kamu lebih tua, dan sebenarnya persaudaraan kita itu lumayan jauh jadi gak perlu panggil dengan sebutan kakak, terus bukannya harusnya Tuan rumah tau ya apa yang harus dilakukan memberikan pelayanan terbaik untuk tamu jauh mungkin" Argha membuat Eldira semakin kesal, jika saja bukan mama yang menyuruhnya sudah pasti Eldira ogah.
"oke!!" Eldira mengambil helm yang memang selalu siap di sisi parkir rumahnya.
"ayo jangan buang waktu lagi ya karena waktuku berharga!" Eldira memasang helm dikepalanya.
"ayo naik!!" Argha sudah siap diatas motornya.
"tunggu!! kamu bisa beladiri kan? bisa lawan penjahat kan?" Eldira tiba2 teringat teror dan ingin memastikan dirinya aman.
"tenang, aku juara beladiri tingkat provinsi, ayo naik!"
Edira hanya berharap apa yang dikatakan Argha benar, setidaknya jika ada peneror itu dirinya aman.
__ADS_1