
Eldira bergegas kerumah mamanya, memanfaatkan sisa cuti untuk latihan memasak.
Tak memerlukan waktu lama, mobil dira sudah terparkir didepan rumah mamanya. Terlihat mak ijah menyambut kedatangan eldira.
"pagi non, pengantin baru ceria sekali?" sapa mak ijah.
"mak, mama dirumah?" tanya dira sambil menutup pintu mobil.
"baru saja keluar, katanya mau ke bandung non, ada arisan" jawab mak ijah.
"wah, yaudah ga masalah, sini mak!" dira menggandeng mak ijah masuk kedalam rumah.
Mak ijah hanya menurut, meskipun bingung dengan maksud eldira.
"mak duduk" eldira menyuruh mak ijah duduk dikursi dekat dapur.
"iya kenapa non?" tanya mak ijah lagi.
"jadi gini, dira mau latihan masak! Yang mudah aja ayam goreng sama tumis kangkung, bisa kan ajari dira?" tanya eldira yakin, karena masakan mak ijah terbilang enak.
"bisa non, tapi kerjaan mak gimana, hari ini nyonya bilang kalau mak laper disuruh beli nasi bungkus saja soalnya semua pada pergi, ga ada orang dirumah" jawab mak ijah.
"udah itu gampang, ayo mulai dira udah siapim catatan" jawab dira antusias.
Dira ingin mengantarkan bekal makan siang rasya, sebagai kejutan dan permintaan maafnya, lagipula dira gadis yang cerdas jika belajar pasti bisa.
Dira dan mak ijah langsung mengeksekusi belanjaan wati untuk dimasak. Dengan sabar mak ijah mengajari eldira.
***
Ditempat lain agata ingin mengeluarkan siasatnya agar rasya bisa makan siang dengannya.
Mengenakan pakaian kantor, dengan lekuk tubuh yang terlihat menggoda. Entah sejak kapan terobsesi mendekati rasya. Lipstik merah dibibirnya menambah kesan sexy.
Sampai di ruangan rasya agata tak mengetuk pintu karena ada janji ingin bertemu.
"hai rasya!" sapanya mendekat mendaratkan pipinya ke rasya.
"senang kerjasama denganmu agata, gimana kapan kamu ingin melihat perusahaan di kalimantan?" tanya rasya tanpa basa basi.
"papa bilang kamu tetap akan mendampingi saat aku melakukan pengawasan, itu artinya kamu juga akan terbang ke kalimantan kan sya?" tanya agata dengan sangat sopan, dia tidak ingin terkesan genit walaupun ingin terlihat sexy.
"iya, tapi jika disini sedang banyak pekerjaan tidak keberatan kan jika aku mengirimkan pengganti, aku pastikan orang yang sangat paham dengan medan kerja disana" jawab rasya.
"maaf tapi aku tidak suka dengan orang asing sya, aku mau kamu yang mengajari aku dan menemani aku mempelajari sistem kerja disana, aku juga akan mengajak beberapa team dan orang kepercayaan" agata menolak jika rasya menyuruhnya pergi tanpanya.
"oke, bisa diatur agata, kapanpun kamu mau, aku siap mengantarkan kamu" rasya tak ada pilihan lain.
"rasya, kita kan berteman sejak kecil, pasti banyak hal yang bisa kita obrolkan, jujur aku tidak punya banyak teman disini, aku baru pindah dan aku rasa boleh aku minta waktu satu atau dua jam untuk obrolan santai?" tanya agata menatap rasya.
__ADS_1
"aku undang kamu untuk makan malam dirumah agata, istriku pasti senang berteman denganmu, kalian pasti bisa jadi sahabat" jawab rasya tersenyum
Agata tersenyum pahit, ada umpatan dalam batinnya mendengar ucapan rasya. Agata sangat yakin tidak sulit mengoda rasya apalgi dengan paras cantik dan tubuh sexy tapi sayang, ajakan pertamanya ditolak.
"terimakasih sya, aku pasti akan datang! Kapan?" tanya agata terlihat tertarik dengan tawaran rasya.
"nanti malam bisa?" tanya rasya
"pasti aku akan datang" jawab agata.
"rasya aku rasa cukup, aku harus pamit banyak sekali kegiatanku hari ini, jadwal ke kalimantan nanti sekertarisku yang akan menghubungi kamu" jawab agata berdiri pemit.
"baik siap agata, jangan lupa nanti malam" rasya mengingatkan sebelum agata berjalan keluar.
"terimakasih rasya, aku pasti datang" agata berjalan keluar ruangan rasya.
Rupanya hanya dengan ajakan manis tidak akan mungkin mengalihkan perhatian rasya, agata harus mencari cara lain agar rasya terjebak. Senyumnya sengit seakan memiliki siasat lain.
***
Kak adam tersenyum melihat kedatangan eldira.
"sejak kapan disini ra?" tanya kak adam semangat.
"udah 3jam kak, ini masakan dira juga udah mateng, mau segera dira bawa ke kantor!" ucap dira menyiapkan kotak bekal.
"ada hal yang ingin kakak obrolin sama kamu, tentang gisel?" kali ini nada bicara kak adam melemas.
"berubah, entahlah! Kamu ada waktu kan ngobrol sebentar?" tanya kak adam lagi.
"aduh maaf ini kak bukanya dira gamau, tapi dira harus antar bekal ini sebelum makan siang, ini penting banget buat dira" jawab eldira.
"kan bisa pakai jasa ojol ra?" bujuk kak adam.
"gak deh, dira mau anter sendiri pastiin ini makanan dimakan bang rasya dan yang terpenting dira mau lihat ekspresinya" jawab eldira.
"yaduah, aku anter kamu? Aku ganti baju sebentar, tunggu ya? Kita bisa ngobrol dimobil kan?'" kali ini dira mengangguk mengiyakan permintaan kakaknya.
Kak adam dengan cepat mengganti pakaiannya, tidak ingin kehilangan kesempatan mengeluarkan unek2nya tentang hubungannya dengan gisel. Tentang arti cinta yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
"ayo kak cepetan" dira sudah siap dengan kotak bekal ditangannya.
"ayo" jawab kak adam berjalan keluar rumah.
Mereka menuju kantor rasya.
***
Agata baru saja selesai dari kamar mandi, sebelum meninggalkan kantor rasya. Berjalan menuju basement.
__ADS_1
Ada suara yang tak asing menerima panggilan telepon dibalik dinding dia berjalan. Benar saja ada rasya dengan suara menggema karena jalan itu termasuk lorong tak banyak orang yang lewat karena masih jam sibuk kantor, agata segera menepi agar rasya tak melihat keberadaanya.
"baik sayang, terimakasih ya aku pasti akan habiskan bekal dari kamu, kamu tinggal aja dimeja kerja atau titipkan sekertaris ya?aku masih ada meeting 3jam kedepan, baik sayang bye!" ucap rasya menutup sambungan teleponnya. Dan berjalan menuju lift untuk ke lantai atas.
Agata tersenyum mendegar telepon rasya.
"hmm, bekal!! Memangnya jaman apa? Bekal segala" ucapnya berlalu.
***
Sepanjang perjalanan dira menuju kantor rasya, tersenyum berbalik dengan kak adam.
"bang rasya minta dira tinggalkan bekalnya dimeja kerja, masih ada meeting dia" ucap eldira bersemangat, setidaknya kemarahan rasya tadi pagi sudah hilang.
"Ra, aku putus aja ya?" tanya kak adam membuat eldira langsung menoleh.
"kenapa?? Bukannya kakak bilang baru ini jatuh cinta" eldira tak sependapat dengan kak adam.
"dia gak ngubungi aku hampir 4 hari ra, nomornya mati ga ada kabar, itu artinya kita udah putus kan? Bego banget!!! sial!! Kenapa harus jatuh cintaa?" kak adam mengeluarkan kemarahanya.
"bang rasya juga pernah ga ngubungin dira, gisel mungkin sedang ada kerjaan diluar kota yang mungkin ga ada jaringan internetnya" jawab dira positif.
"halah, tapi rasya selingkuh kan pas ga kasih kabar? Kalau pergi ke luar kota ga ada jangkauan kan bisa pamit, la ini ngilang!!" kak adam masih terlihat kecewa
"kak, kasih waktu lagi, sampai dia ngabarin kakak, masa dikit2 putus sih?" dira melemah.
"jatuh cinta itu goblok!!! otak ga nerima hati nungguin dia, kan goblokk!! Udah bener aku gak mau urusan sama hati, brantakin kerjaan brantakin pikiran" kak ada membanting tangannya ke stir.
"kak, tarik nafas keluarkan, ini dira dah temenin ngobrol jangan marah2 dong!"
"kamu habis anter bekal rasya kemana?"tanya kak adam.
"balik kerumah mama" jawab eldira membuat adam bingung.
"lah ngapain, nanti kalau rasya pulang kamunya ga ada?" tanya kak adam lagi.
"bang rasya bilang agata si investor sok cantik itu, mau diajak makan malam dirumah, bang rasya bilang. Gamau ada pertemuan tanpa aku. Jadi aku harus masak makan malam, makanya balik kerumah mama, masak lagi sama mak ijah" ucap dira masih bersemangat.
Adam tersenyum kecut, melihat tingkah eldira yang sama bodohnya dengannya.
"hidup udah gampang kenapa dibikin rumit ra, kamu kan ga bisa masak! Pesen aja kan bisa? Kalau ga enak gimana? Ga malu kamu!" kak adam meremehkan dira.
"tadi masakan dira enak kok, mak ijah aja memuji, kak adam cobain dulu nanti, kalau ga enak baru ngatain" jawab eldira kesal.
"oke!! Maaf ya ra, eh ngomong2 investor sok cantik, siapa??" tanya kak adam penasaran
"agata" jawab eldira cepat.
"kamu sampe inget namanya, jangan2 selingkuhan baru rasya" jawab kak adam sekenanya
__ADS_1
"hust!!! Jangan ngawur ya, bang rasya udah move on, dan dira tau banget ga akan mungkin bang rasya suka sama orang baru!" kali ini dira percaya sama suaminya.
Adam tersenyum melihat eldira yang sangat mencintai suaminya, Adam tak ingin jika suatu saat rasya bisa menyKiti adiknya. Dan untuk urusan gisel yang beberapa hari ini menganggu pikiranya, benae kata eldira beri saja waktu. Sampai dia memberikan penjelasan.