Menantang Cinta

Menantang Cinta
rasya merasa geram


__ADS_3

Eldira menyetir mobil dalam keadaan cemas, mama sudah mengirim no ponsel kak Argha dan Eldira sudah mengirim chat tapi belum ada balasan.


(kak bisa kita bicara penting!! Dira) chat Dira masih centang satu bahkan belum terbaca.


Apalagi Eldira tak tahu dimana kantor kak Argha, akirnya Eldira memutuskan untuk ke kantor terlebih dahulu, nanti pas makan siang Eldira menemui kakak saudara jauhnya itu.


Eldira sampai dikantor lebih pagi dari biasanya, segera memarkirkan mobil dan menuju lift agar sampai lebih cepat ke ruangannya. Pikirannya sedikit panik tapi setidaknya tidak ada teror untuk hari ini.


***


Ditempat lain gilska sedang sarapan pagi, sedangkan mbak Santi menyelesaikan kontrak yang tak jadi dibatalkan. Bel berbunyi dan gilska segera berjalan menuju pintu depan.


"pagi banget udah sampai kamu?" tanya gilska heran karena Reza sudah ada dihadapannya.


"ya, masalah om dan Tante kamu udah beres! H-1 pernikahan mereka akan kesini, aku istrahat ya!" ucap Reza terlihat tak semangat seperti biasa ,wajahnya terlihat murung.


"Reza, ada apa? papa mama kamu tidak setuju atau ada masalah?" gilska menghadang langkah Reza.


"bukan, orangtuaku setuju kamu gak perlu khawatir, aku ingin istrahat tolong jangan ganggu aku ya gilska aku perlu waktu untuk sendiri" kali ini Reza melanjutkan langkahnya dan membawa koper ke kamarnya.


Gilska masih bingung menangkap sikap Reza yang sangat berbeda, jangan2 Reza menyesal karena memutuskan untuk menikahinya.


"tapi kalau aku tanya nanti aku menganggu istrahat Reza, duh kenapa ya?" batin gilska.


Gilska berusaha mengetuk kamar reza.


"kamu gak sarapan dulu za?" teriak gilksa.


"aku udah makan gilksa, plis kasih waktu aku buat sendiri".


kali ini gilksa kembali kemeja makan dan meneruskan sarapannya.


***


Rasya sudah sampai dikantor dan memandatangani beberapa file dimeja kerjanya. Berusaha menerima keputusan gilska walau tetap perih. Setelah menandatangani beberapa file dilhatnya ponsel, dan kembali dibaca pesan dari Eldira. Seharian kemarin bahkan ia tak mengabari atau membalas pesan dari tunangannya itu, semoga saja Eldira tak berprasangka.


"nanti sore saja aku langsung kerumah Dira, kejutan untuknya tak perlu aku balas chatnya" Rasya kembali menaruh ponselnya dimeja.

__ADS_1


***


Diruang kerja Eldira duduk disofa bukan meja kerjanya pikirannya sedikit kalut mengingat pertemuannya dengan Mei Andri. lagipula menurut Eldira mungkin semua tak sepenuhnya salah mei. ponsel edira berdering ada nama kak Argha disana.


"hallo Ra? ada apa, baru juga ke kantor udah kamu cariin? jangan bilang mulai suka sama aku?" ocehan kak Argha bahkan tak ditanggapi serius oleh Eldira.


"kak Argha hal penting yang harus Dira sampaikan ke kak Argha ini tentang Mei kak?"


"aduh ada apalagi sama dia, butuh rumah atau kontrakan terus mau kamu bantu, kamu bukan dinas sosial, udah ya ini hari pertamaku kerja!" Argha tak begitu suka dengan obrolan ini.


"tunggu kak, kantor kak Argha mana, kita harus bicara, makan siang kita ketemu ya?" Eldira masih memaksa.


"oke!!! nanti aku chat alamat kantor kita ketemu di resto dekat kantor aku" kali ini kak Argha menutup ponselnya.


Eldira mematikan sambungan telepon nya.


***


waktu sudah menunjukan jam 12 siang dan Eldira bergegas menuju resto dekat kantor Argha sesuai chat yang dikirim.


Sesampainya diresto Eldira masih tak menemukan keberadaan kakaknya. Eldira memilih salah satu meja untuk menunggu Argha.


Argha yang melihat Eldira segera menuju meja dimana Eldira duduk.


"aduh, kenapa sih kamu?? ini alasan kan? nanti dirumah juga bisa ketemu kan Ra?" kak Argha duduk dengan sedikit kesal.


"kak Mei pembunuh" Eldira sedikit berbisik, dan Argha terlihat kaget.


"apa?? jangan sembarangan kamu??" kali ini Argha duduk dan menyimak Eldira dengan serius.


"beneran kak, beritanya udah ada ditv tadi pagi, kalau ga percaya cek medsos udah tersebar kak?" Eldira sedikit panik.


"terus, apa alasannya dia membunuh siapa yang dibunuh, kapan???" kali ini kak Argha mulai mempercayai edira.


"sebelum ketemu kita dia udah membunuh kak, gimana?? dia buronan, atau kita kerumah sakit kak?"


"ra, udah aku bilang kan jangan tolong orang sembarangan, runyam kan, lagian udah ga usah bingung kita diem aja?" Argha sedikit kesal.

__ADS_1


"kalau dia masih dirumah sakit pasti dia ketangkep kak, dan yang bayar tagihannya pakai kartu debet aku kak, gimana donk!" eldira mulai gemetar.


"iya juga ya, bisa2 kamu dicurigai mengamankan dia"


"aduh kok ngomong gitu sih, kita kerumah sakit aja ya kak!" ajak Dira yang dibalas dengan tatapan tajam Argha.


"no!!! gak Ra udahlah kita ga usah ikut campur!" Argha menolak ajakan Eldira.


"tapi kalau namaku ada gimana, dijadikan saksi sumpah aku takut?" nyali Dira menciut.


"kita gak salah Ra, percaya sama aku, dibilang jangan panggil kak kak apaan sih! Argha bisa???udah aku mau balik kantor?" kali ini Argha berdiri dan ingin meninggalkan eldira.


"oke, Argha plis" Eldira ikut berdiri sayang kakinya tersandung, dengan cepat argha menangkap tubuh Eldira yang akan tergelincir, seperti adegan film Eldira dan argha saling menatap.


Disaat yang bersamaan Rasya dan beberapa klien bisnisnya masuk ke resto dimana eldira berada, Rasya langsung melihat pemandangan yang tak terbayangkan olehnya. Bagaimana mungkin Eldira berpelukan dengan seorang lelaki yang tak dikenalnya. Debaran hatinya bergemuruh ada kekesalan yang dirasakannya seakan tak terima dengan apa yang dilihatnya. dengan cepat Rasya mendatangi Eldira.


"maaf semua langsung ke meja saja ya, saya ada urusan sebentar!" ucap Rasya memepersilahkan kliennya duluan kemeja.


Sementara langkah kakinya mendekati Eldira.


"apa apaan ini Ra?" Rasya bernada tinggi dan eldira dengan cepat melepas pelukan Argha yang lumayan lama.


"bang tolong jangan salah paham tapi maaf nanti kita bicara ya ada hal yang lebih penting yang harus Eldira tangani" ucapan Eldira membuat Rasya semakin marah.


Sementara Argha menatap Rasya dengan pandangan sinis.


"kak Argha tolong kak, ayo kita pergi sekarang ya!" Dira seperti memohon membuat Argha tak tega.


"aku bisa antar kemanapun kamu mau Eldira?" Rasya menarik tangan Eldira.


"maaf bang, ada hal yang tidak bisa Dira ceritakan tolong pahami Dira ya?" eldira kembali menatap Argha dengan penuh harap agar mau mengantarkannya kerumah sakit.


"oke Ra ayo kita pergi sekarang!" kali ini Argha yang menarik tangan Eldira.


"nanti sore kita ketemu bang bye!" Eldira berpamitan dengan Rasya tanpa melepas tangan Argha dan berlalu.


Entah mengapa batin rasya mulai tercabik, ada kecemburuan yang dirasakannya, tak rela melihat Eldira bersama lelaki yang entah siapa, dan tak seperti biasanya Eldira mengabaikannya, Setau Rasya eldira tidak pernah bisa menolaknya. siapa lelaki itu???? mampu membuat eldira tak peduli dengan perasaan Rasya. Dan sejak kapan eldira mengenalkanya bahkan eldira lebih mengutamakan pergi dengan lelaki itu daripada dirinya dasar sial ...Umpat batin Rasya.

__ADS_1


Apa jangan2 rasya sudah mulai mencintai Eldira atau memang sebelumnya memang sudah mencintai dan gilska hanyalah emosinya. Ada rasa takut kehilangan Eldira, bagaimana jika eldira juga meninggalkannya dada Rasya terasa sesak. Dengan kekecewaan Rasya menemui kliennya dan melanjutkan meeting dan makan siangnya.


__ADS_2