Menantang Cinta

Menantang Cinta
malam resepsi


__ADS_3

hari sudah hampir menjelang malam, gilska mengenakan gaun dan riasan minimalis, sebenarnya enggan datang kepernikahan Rasya, gilska sudah malas berurusan dengan masalalunya itu. Hidup barunya sudah sangat menghiasi hari2nya. tapi sayang seharian ini sikap Reza tak seperti biasa, klakson mobil membuyarkan lamunan gilska.


Gilksa berjalan keluar kamar dan menuju ruang tamu, disibaknya gorden rumah bibirnya mengembang mengukir senyuman, tanpa membuang waktu dibukanya pintu rumah.


"wow, sudah siap ya kamu? antusias banget ke nikahan Dira?" tanya Reza sesaat setelah memasuki rumah.


"aku udah siapkan stelan jas buat kamu?" tanya gilska mengikuti langkah suaminya.


"aku akan segera ganti baju dan kita bisa berangkat, kamu tunggu disini saja sebentar?" jawab Reza melangkah menuju kamar mereka.


"za aku mau ambil tas sebentar" gilska tetap mengikuti langkah Reza.


Reza hanya terdiam melihat istrinya mengikutinya dari belakang.


***


Eldira menyelesaikan riasan modern dan gaun ala Eropa menambah kecantikan wajahnya. Rasya menatap istrinya dengan perasaan suka cita.


"Dira cantik banget, oke kamu udah siap turun kan ke ballroom " ucap sisi dengan senyum mengembang


"oke kita turun, sebentar lagi tamu pasti berdatangan, ayo sayang" Eldira menghampiri suaminya dan bergelayut manja


"oke, kita turun, sisi thanks buat semuanya ya, semoga resepsinya juga lancar ya?" Rasya menepuk pundak sahabat Eldira


"baik sya!! aku pastikan semua aman dan lancar sampai akhir acara" jawab sisi


mereka berdua mulai berjalan ke ballroom, seluruh keluarga bahkan sudah menunggu disana, Eldira ingin beberapa menit sebelum para tamu datang mereka sudah siap menyambut.


Menasukin ballroom Dira meneteskan air mata, sesuai dengan impiannya dekorasi yang diimpikan, sangat mewah dan megah bahkan lebih indah dari ekspektasinya.


"bang, Abang tambah ya dari dekorasi yang aku mau?" bisik Dira


"kamu gak suka ya? biar ga setengah2 biar mewah skalian?" jawab Rasya yang memang beberapa hari sebelum acara sempat reques tambahan2 pada wo supaya dekornya lebih megah dari permintaan Eldira.


"suka banget, makasih ya sayang" Dira dan Rasya mulai duduk di kursi pelaminan matanya berbinar sangat bahagia.


Rasya yang dulu hanya menjadi angan2nya saat SMA sekarang jadi suaminya, benar2 menikah dan benar2 menepati janjinya. nama Delon kini benar2 sirna dalam hati Eldira.


***


Gilksa masuk kedalam mobil tanpa dibukakan pintu oleh reza, hati gilska mulai gelisah melihat kebiasaan suaminya yang mulai berubah. Kalaupun harus berubah apa harus secepat ini baru beberapa bulan gilska bahagia dan bahkan berharap hati Reza akan terbuka untuknya, tapi harapannya terancam kandas karena Reza kembali ke sifat yang dulu yang cuek dan tak peduli padanya ketika awal pertemuan mereka.


"oke, udah siap kita jalan semoga kamu bahagia malam ini ya?" Reza melajukan mobilnya.


"za, boleh aku ikut kamu ke Surabaya besok?" tanya gilksa


"untuk apa? kamu jalani shooting aja, atau kamu bisa belanja atau kemanapun kamu mau?" Reza terlihat lebih angkuh.


"ada yang berubah dari kamu?" kali ini gilska mencoba mencari tau.

__ADS_1


"cuma perasaan kamu aja? aku dulu dan sekarang masih sama kok"


pembicaraan mereka terhenti hanya hening yang menemani perjalanan mereka, tenggelam dalam pikiran masing2. hingga sampai ke tempat tujuan.


Reza memarkirkan mobilnya sedikit jauh karena parkiran tampak penuh. Selesai memarkirkan mobil mereka berjalan menuju lift.


"maaf Pak lift basement sedang dalam perbaikan, bisa naik dulu kelantai 1 ada lift menuju ballroom" jawab seorang pelayan.


"oke!" jawab Reza, nampak beberapa orang juga kecewa.


Mau tak mau gilska harus naik keatas menggunakan tangga biasa.


Baru akan menaiki anak tangga gilksa memegang perutnya


"aduh!" perut gilksa sedikit kram, meski itu hal biasa ditrimester pertama.


"kamu gakpapa?" tanya Reza dengan nada panik.


Melihat kepanikan Reza, gilska merasa sebenarnya Reza masih sangat perhatian dengannya.


"gak papa za, pelan2 aja" jawab gilska


Reza merangkul dan menopang istrinya dengan cemas.


"gak lama kok, kamu sabar ya?" tanya Reza dengan nada lembut.


Akirnya mereka sampai di lantai 1 dan segera masuk lift menuju tempat acara.


"gak kok udah aman" jawab gilska.


"ya amanlah!" kali ini Reza terlihat ketus


Gilska hanya tersenyum melihat tingkahnya usai masuk lift mereka sampai di lantai tempat acara. Terlihat sudah banyak tamu berdatangan


"za ga usah lama2 ya?" gilksa menarik tangan Reza


"kenapa? sakit hati karena gak kaya nikahan kita yang sederhana?" tanya Reza membuat gilska melotot


Reza tak menghiraukan tanggapan gilska mereka segera masuk kedalam.


"hallo gilksa Reza?" Gisel menyambut mereka dengan happy terlihat pula Adam disampingnya.


"hallo Gisel" mereka saling menyapa


"hai apa kabar?" tanya Adam kepada Reza


"baik kalian kapan menikah, Adam kalau menikah yakinkan dulu hati kamu, jangan menikah tanpa cinta ya? nanti gak bahagia?" jawaban Reza ke adam membuat gilska teriris perih.


"kamu bisa aja!" timpal adam tertawa.

__ADS_1


"oke kita mau ucapin selamat dulu ke pengantin ya? kayaknya istri aku udah gak sabar ketemu Dira, ya kan?" tanya Reza dan gilska hanya mengangguk.


Reza mengenggam tangan gilska dan mereka naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang terlihat bahagia


"selamat ya bro!" Reza memeluk Rasya dengan tatapan tak biasa.


"makasih" jawab rasya.


Giliran gilska mengucapkan selamat ke Rasya hanya dengan bersalaman, begitupula ucapan selamat ke Dira tanpa cipika cipiki karena gilksa tak mau membuat Eldira merasa tak nyaman.


Setelah mengucapkan selamat mereka menikmati hidangan dan berbaur dengan tamu lainnya, tak ada sikap aneh dari Reza.


"Gisel aku balik ya?" gilska berpamitan setelah selesai menikmati beberapa menu


"yah cepet amat, lain kali boleh kan aku main kerumah kamu?" tanya gisel


"boleh dong, dengan senang hati" jawab gilska tersenyum.


"balik ya dam?" kali ini Reza yang berpamitan.


"oke bro terimakasih udah Dateng ke nikahan adik aku ya?" jawab Adam.


Tidak seperti tadi kali ini lift menuju basement sudah bisa. gilksa tak perlu merasakan sedikit tak nyaman perutnya karena tak perlu menuruni anak tangga.


setelah keluar lift Mereka segera menuju parkir


Kali ini Reza membukakan pintu untuk istrinya, menutupnya dengan pelan.


Reza juga melajukan mobilnya dengan pelan.


"temennya Dira cantik2 Lo, tadi banyak rekanannya yang wow? kamu bukan satu2nya orang cantik gilksa!" Reza membuat gilska terdiam dan tak menggubris ucapannya.


"haiii? atau kamu tadi gak menemukan cowok tampan dalam pesta?" pertanyaan Reza masih tak dijawab gilska bibirnya semakin merapat


"ada yang salah sama pertanyaan ku gilksa? oh aku tau kamu gak pernah nyaman kan menjawab pertanyaanku atau kamu berfikir menikah denganku itu musibah buat kamu?" pertanyaan Reza kali ini membuat gilksa tersulut.


"za, apapun yang kamu katakan itu tidak layak kamu lontarkan! setidaknya kita dalam ikatan pernikahan bisa kamu hargai pernikahan ini?" tanya gilska meradang


"pernikahan apa maksud kamu? pernikahan ini bukan mau kamu? kamu terpaksa karena aku gak mau kamu malu"


kali ini gilksa tak mau menjawab pertanyaan Reza, mereka kembali terdiam hingga laju mobil tepat dihalaman rumah mereka.


***


Eldira yang dari pagi bertabur kebahagiaan selalu mengembangkan senyumnya, melihat banyaknya tamu undangan yang datang. tangannya erat menggenggam lengan Rasya.


Pernikahan ini semoga sekali untuk selamanya ucapnya dalam hati.


"Ra, makasih ya udah jadi istri aku?" tanya Rasya

__ADS_1


"Abang, ini impian dira semoga Abang bisa jadi imam yang baik, kita harus saling jujur jangan pernah ada kebohongan antara kita ya?" doa Dira serasa menyambar luka hati Rasya.


Ada rahasia yang dia sembunyikan, rahasia yang Rasya ingin selamanya Dira tak akan pernah tau, tetapi ada bayi yang harus dia korbankan untuk tak mengetahui siapa ayahnya. Rasya merasa pernikahan ini juga pernikahan yang dia inginkan dimana adanya rasa cinta untuk Eldira. Rasya benar2 ingin mengubur seluruh masa lalunya dan ingin menghabiskan masa depannya dengan Eldira dan ingin berusaha membahagiakan istrinya itu, semoga takdir baik berpihak padanya.


__ADS_2