
Beberapa bulan berlalu...
Agata masih selalu menciptakan siasat untuk membuat rasya jatuh cinta padanya. Tapi sayangnya hati rasya sama sekali tak tergoda, bahkan rasya tak pernah menyadari jika agata menyukainya.
Eldira pun selalu pasang badan dan waspada menjaga suaminya, sayangnya usaha agata tak pernah membawa hasil.
Eldira dan rasya justru semakin mesra, mereka sempat ke eropa untuk bulan madu yang sempat tertunda. Membuat agata semakin kesal.
Eldira menarik selimut bersiap untuk tidur, diliriknya rasya beberapa kali.
"kenapa ra?" tanya rasya merasa eldira memperhatikannya.
"bang, besok kita ke dokter ya? Progam hamil, kita udah menikah hampir 7bulan dan aku belum juga hamil" tanya eldira sedih.
"oke, besok kamu ambil cuti kita ke dokter sama2 progam hamil buat kamu ya" ucap rasya, menenangkan dira.
"terimakasih ya" jawab dira.
"udah kamu tenang aja, kita berdua pasti sehat" rasya meyakinkan eldira membuat batinya sedikit tenang.
***
Ditempat lain gilska mempersiapkan persalinannya.
"za, aku udah siapkan koper kecil isian baju dan keperluan anak kita, semoga besok persalinanya lancar, kamu doain aku ya?" tanya gilska mendekati suaminya.
"udah kamu tenang aja, kamu udah siapkan semuanya, sekarang waktunya kamu istirahat, gak boleh capek2 aku akan selalu menemani kamu" reza tersenyum memberi kekuatan gilska.
"za, aku sangat berharap sama kamu, tolong kamu sayangi anak ini ya za, ada hal yang ingin aku katakan, saat aku memberitahu rasya kalau dia ayahnya rasya sempat ingin bertanggung jawab" gilska membuat reza memandangnya lekat.
"tapi aku yakin memilihmu daripada dia kala itu, karena saat itu aku jatuh cinta padamu, dan pilihanku benar, tapi beberapa saat kemudian rasya membuat janji menemuiku saat dia akan menikah, perasaannya sudah berubah, dia sudah mencintai eldira, dan disitu dia meminta sampai kapanpun tak ingin siapapun tau bahwa dia adalah ayahnya" reza mengepalkan tangannya mendengar penjelasan gilska.
"lelaki brengsek" umpat reza kesal.
"za, tidak ada alasan apapun untuk mengingatnya jadi aku mohon kamulah satu2nya papa dari anaku, dan rasya tak mempunyai tempat dihatiku maupun dihati anaku" gilska mengenggam tangan reza.
"percayalah padaku, aku akan menjaganya menyayanginya melebihi papa kandungnya, kamu sekarang istitahat ya besok pagi2 harus segera kerumasakit, kamu udah mulai puasa kan?" tanya reza mengingatkan.
"iya, yaudah ayo kita tidur" gilska menarik kamar reza dan mereka beranjak ke kamar tidur.
Besok adalah hari persalinan gilska yang sudah terjadwal karena anak dikandungannya sudah cukup umur, mereka memilih operasi caesar karena sudah konsultasi kedokter sesuai dengan kondisi gilska. Berbeda dengan eldira yang belum hamil, gilska justru akan melahirkan, dan rasya akan memiliki anak tanpa eldira tau.
***
Hari berganti gilska dan reza sudah berada dirumahsakit, bahkan gilska sudah bersiap melakukan operasi. Ada beberapa kameramen yang siap mengabadikan momen mereka, yang akan dibagikan untuk konsumsi publik dan penggemar mereka.
Banyak hal bahagia yang mereka tampilkan ditelevisi. Membuat pemirsanya dengan setia menunggu kabar bahagia.
"za kamu masuk kan?" tanya gilska mengenggam tangan reza.
__ADS_1
"aku akan selalu dampingi kamu ya" reza memberikan kekuatan untuk gilska yang akan masuk keruangan operasi.
Sementara gilska dan reza bersiap menyambut buah hatinya, ditempat yang sama eldira akan melakukan progam hamil.
Eldira dan rasya berada jauh dari ruang persalinan.
"terimakasih ya abang mau diajak konsultasi, katanya rumahsakit ini bagus jadi nanti hasilnya kita tunggu ya" dira sedang berada diruang tunggu membawa nomer antrian untuk periksa.
"aku akan temani kamu, udah aku cancel semua jadwal hari ini" jawab rasya tersenyum.
"katanya sih 3 jam, tadi kan kita udah sarapan jadi ditunggunya nanti disekitar sini aja" ucap eldira masih senyum berharap dia dan rasya sama2 sehat.
"nyonya eldira safira permata" ucap suster.
"saya sus" jawab eldira
"silakan" dengan ramah suster mempersilakan eldira masuk keruang periksa.
Eldira dan rasya memulai konsultasi dan pemeriksaan untuk melihat kondisi keduanya.
***
Diruang operasi dokter sedang melakukan tugasnya membantu peesalinan gilska lewat operasi caesar. Reza yang menemani tak tega melihat bagian perut istrinya. Reza mengenggam tangan gilska dan sesekali mencium kening istrinya yang sedang berjuang.
Tak menunggu lama suara tangis seorang bayi bergaung diruang operasi.
Gilska meneteskan air matanya, banyak hal yang dipikirkannya.
Sesaat setelah dibersihkan sang bayi ditunjukan kepada gilska.
"bayinya laki2" ucap suster.
Gilska tersenyum lega, hanya sebentar melihat babynya gilska harus menunggu untuk segera dipindahkan ke kamarnya.
***
Reza juga terlihat sangat bahagia, dengan sabar menemani gilska sampai ke kamar.
Setelah dipindahkan ke kamar gilska tak bisa menahan senyum ketika babynya diserahkan untuk melakukan IMD...
"kenapa justru mirip kamu ya za" ucap gilska melihat anaknya.
"ya kan anaknya papa reza" ucap reza bangga.
"za untuk liputan besok saja ya kamu jadwalkan jangan hari ini" pinta gilska ingin menikmati hari ini tanpa liputan apapun
"iya kita quality time ya" jawab reza
"nama nya katanya udah kamu siapkan, aku ngikut aja, memangnya siapa za?" tanya gilska penasaran.
__ADS_1
"besok skalian pas diliput aku kasih tau" reza masih merahasiakan
"kan aku mamanya masa iya ga dikasih tau duluan" gilska merajuk.
"ya nanti ya kalau tante meta udah dateng aku kasih tau" jawab reza membuat gilska pura2 melotot.
"za, kata dokter kalau udah kentut boleh makan, kamu beli makan diluar ya, aku gakmau makan makanan rumahsakit" rengek gilska
"ya, kamu sama mbak santi dulu ya aku tinggal sebentar aja" reza ingin mencarikan makanan untuk gilska.
***
Setelah berkonsultasi eldira dan rasya juga sudah melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka tinggal menunggu hasil, yang katanya 3 jam sudah keluar.
"kita ngopi bentar yuk" ucap dira mengajak rasya.
"boleh" jawab rasya mengikuti langkah istrinya.
Pandangan mereka terhenti melihat sosok didepannya.
"reza" sapa eldira membuat reza terkejut
Apalagi melihat wajah rasya, reza sangat kesal. Kenapa harus berpapasan dengan lelaki ini, batin reza.
"hei ra" jawab reza singkat dan tidak peduli dengan apapun yang dira dan rasya lakukan.
"sedang apa?" tanya eldira yang sudah lama tak bertemu reza setelah menikahi gilska.
"gilska baru saja melahirkan" jawab reza singkat
Rasya terlihat kaget mendengar jawaban reza. Berusaha menyembunyikan kebenaran rasya terlihat berkerigat
"wah za, selamat ya dikamar berapa skalian kita jengguk ya bang?" tanya dira ke rasya dengan sangat antusias.
"maaf dira, akan aku sampaikan dulu apa gilska sudah bisa menerima tamu atau belum" jawab rasya tak berkenan
"kamu telpon saja dulu kita tunggu semoga gilska berkenan, aku gak sabar ingin melihat babynya" eldira terlihat sedikit memaksa.
"oke baik" jawab reza
Reza menjauh beberapa waktu dari mereka mencoba menelpon istrinya.
Setelah menelpon reza kembali mendekati dira.
"ra, gilska mengijinkan kalian menjenguk tapi 1 jam lagi ya, biar dia makan dulu" jawab reza
"baik, kita mau ngopi sebentar kok, nanti diinfo ya kamar nomer berapa?" eldira tersenyum mendengar jawaban reza.
__ADS_1
"oke, permisi" ucap reza berlalu karena ingin membelikan makanan dulu untuk istrinya.
Eldira dan rasya keluar rumahsakit.