Menantang Cinta

Menantang Cinta
kepergian Adam


__ADS_3

Eldira mengunjungi rumah mamanya, setelah selesai menemui nando. Terlihat kak adam bersiap didepan rumah. Eldira segera keluar dari mobil menghampiri kakaknya.


"kak, kok bawa koper, mau kemana?" Eldira kaget melihat pemandangan yang membuat jantungnya terpacu karena kaget.


"balik ra" jawabnya datar.


"balik kemana?" tanya eldira lagi


"ke luar negri ra" adam memandang eldira yang ada dihadapannya.


"mama ga cegah?" tanya dira ke mama.


"udah ra, ini keputusan adam" jawab mama terlihat pasrah.


"gimana bisa mendadak apalagi ga kabarin dira, coba kalau dira ga kesini, dira ga bisa ketemu kakak lagi dong!" dira menangis melihat adam akan meninggalkan indonesia, apalagi sejak hamil eldira memang lebih sensitif.


Adam memeluk adiknya, ada kesedihan di mata adam, bukan ini yang adam mau, membuat keluarganya ikut sedih merasakan kekecewaan. Hari2 dimana seharusnya adam mempersiapkan pernikahan justru kini berbanding terbalik, harus berselimut kepedihan karena penghianatan gisel. Adam tak menyangka dihianati orang dianggapnya saudara sendiri.


"mama niatnya mau kabarin kamu ra! Tapi Katanya kalo kamu tau, kakakmu lebih berat meninggalkan indonesia" jawab mama dibelakang adam.


"jangan tinggalin dira dong ka, aku seneng kak adam disini, apa ga mau ketemu ponakan kamu" dira masih terisak, tak rela adam meninggalkannya.


"ra, nanti bawa keponakanku kesana ya! Kalian liburan jangan lupa ajak mama dan papa" adam menyeka air mata eldira.


Adam tau pasti eldira sedih, adam menyesal tak banyak waktu untuk eldira selama di indonesia.


"gak! Dira mau kakak disini" eldira menggeleng pelan.


"ra, aku ga mau ketinggalan pesawat, kalo kamu mau anter ke bandara ayo" adam menunggu jawaban eldira.


Degan berat hati eldira mengangguk karena tak ada pilihan lain, selain mengantar adam seengaknya masih ada sedikit waktu sebelum adam benar2 meninggalkannya. Kehadiran adam membuat eldira merasa bahagia, eldira merasa bersalah, terlalu sibuk mengurusi urusan cintanya sendiri, sampai lupa mendengar keluhan adam kala itu. eldira kembali memeluk adam, setelah adam memasukan semua koper ke mobilnya. Kemudian mereka semua masuk ke dalam mobil menuju bandara untuk mengantarkan adam.


Tak membutuhkan waktu lama untuk tiba dibandara. Dira masih enggan membiarkan adam pergi.


"apa gak bisa ditunda?" tanya dira.


"udah aku majuin kenapa ditunda lagi" jawab adam.


"kak, beneran aku ga mau kakak pergi!" renggek dira.


"ayo ra, turun! Anter kakak masuk" adam menarik lembut tangan dira.


Akhirnya dira turun dari dalam mobil, mama kelihatan lebih tegar dari dira. Menurut mama anaknya pantas bahagia dimanapun berada, meski harus terpisah jauh asal adam merasa lebih nyaman.

__ADS_1


Mereka masuk bersama2 ke dalam bandara tanpa papa, karena sedang diluar kota.


" anternya sampe sini aja ya"


"kalo sampe segera kabari dira, dira menatap adam sendu"


"jaga mama, dan jaga ponakan aku, salam buat rasya" adam mencium kening eldira.


Selanjutnya adam memeluk mama, raut wajah sedihnya tak dapat disembunyikan, kali ini mama tak kuasa membendung air matanya.


"mama doain adam ya?"


"pasti sayang, adam kuat, pantas bahagia" mama menguatkan putranya.


"adam harus segera boarding pass, mama dira jaga kesehatan, adam pergi ya" ucap adam lalu berbalik dan melambaikan tangan.


Mama merangkul dira yang masih terisak.


"kita pulang ya?" mama menatap dira.


"kenapa mama ga halangi kak adam ma?"


"sayang, kak adam berhak menentukan hidupnya, kak adam lebih tau apa yang membuatnya bahagia"


***


Malam mulai menjelang, eldira masih bersedih atas kepergian adam yang tak disangkanya. Sementara rasya bersiap makan malam dengan agata, rasya ingin membuat agata percaya jika dia meluangkan waktu. Setidaknya agata jadi tak bertingka lagi dan tak menghalangi rasya menginap dihotel yang berbeda.


"terimakasih sya, aku gak nyangka ternyata kamu romantis juga" agata melirik rasya dengan senyum yang mengembang menandakan hatinya tengah berbahagia.


"kamu suka?" tanya rasya.


"tentu aku menyukainya, akhirnya kamu mau makan malam" jawab agata.


"aku malas bertengkar denganmu, agata jika dijakarta aku tak bisa memperlakukanmu seperti ini" rasya menegaskan ucapananya.


"tidak masalah sayang, kita bisa sering2 keluar kota justru itu bagus kan" agata tertawa lirih.


"ayo kita nikmati saja makan malamnya"


"baik sya" agata mulai menikmati makanan pembuka.


"agata, aku akan memperlakukanmu dengan baik, saat kita bersama. Saat aku sudah berada dipenginapan jangan ganggu aku! Aku tak ingin eldira salah paham saat aku video call" rasya terlihat serius.

__ADS_1


"tenang, aku janji, asal kamu akan menemaniku selama disini" agata tak mempermasalahkan permintaan rasya yang baginya permintaan kecil.


"besok aku akan ke kantor jam 12 siang, setelah itu kita bisa jalan2 menghabiskan waktu seharian seperti hari ini" sejak siang tadi rasya memang menemani agata.


Oleh karena itu agata menurut saat rasya memintanya tak menganggu saat dipenginapan.


"kenapa siang? Apa tak bisa lebih pagi?" tanya agata.


"badanku lelah, aku ingin bangun lebih siang, apa kamu keberatan, jika iya baik aku akan datang lebih pagi"


"tidak sya, aku tak sejahat itu akan aku tunjukan kalau aku juga perhatian" agata kembali tersenyum.


Merasa semakin dekat bisa meraih hati rasya. Agata tak ingin menyia2kan kesempatan.


***


Eldira berpamitan ke mamanya, mengurungkan niatnya menginap.


"kenapa pulang ra?" tanya mama kawatir.


"besok dira ada flight paling pagi ma, mau nyusul rasya keluar jawa" jawab dira.


"kok mendadak?" tanya mama cemas.


"iya tadi bang rasya ngabarin, dira mau siapin baju, dira balik ya ma" dira mencium pipi mamanya.


Dan berjalan ke parkiran, mengendarai sendiri mobilnya. Eldira masih bersedih karena adam meninggalkannya. Setidaknya dengan mendatangi rasya sedihnya sedikit berkurang.


Sampai dirumah eldira membersihkan diri dan menyuruh wati menyiapkan beberapa pakaian yang akan dibawanya. Setelah kembali segar baru mengecek kerjaan wati.


"besok berangkatnya jam berapa bu?" tanya wati setelah eldira mengecek kerjaannya.


"jam 4 pagi, jadi jam 2 sudah harus ke bandara" jawab dira sambil mengeringkan rambut.


"ibu istirahat ya, nanti wati akan bangunin ibu, skalian siapin makanan buat bekal" jawab wati perhatian.


Melihat sejak tadi mata majikannya terlihat sembab, meskipun tak tau ada kejadian apa, ingin bertanya tapi wati tak ingin lancang.


"terimakasih ya wati, aku udah alarm tapi gak papa kamu bangunin, siapa tau ketiduran, kamu juga anter aku ke bandara sama supir ya" jawab eldira sebelum wati menutup pintu kamarnya.


"iya bu" jawab wati baru kemudian menutup pintu kanar eldira.


Eldira kembali beranjak mematikan lampu kamar sebelum tidur, meskipun matanya sulit terpejam tapi eldira berusaha menutup mata. Ingatannya kembali saat adam tiba2 berada dirumah mama mengagetkannya saat datang ke indonesia, air matanya kembali menetes, sambil memeluk guling eldira berusaha menerima kepergian adam.

__ADS_1


__ADS_2