Menantang Cinta

Menantang Cinta
Waspada


__ADS_3

Eldira sampai di kantor suaminya, dan meletakan bekal yang dia buat dengan penuh cinta di meja ruangan rasya. Dengan senyum kepuasan eldira kembali ke mobil.


"udah ra?" tanya kak adam.


"udah beres, kita balik ke rumah mama tadi dira udah suruh mak ijah belanja buat entar malem, buru2 siapin bekal aku juga belum sempat makan, skalian kak adam makan cobain masakanku" eldira melirik Kakaknya.


"oke! semoga seperti yang kamu katakan ya enak" jawab kak adam sambil menginjak gas mobil.


Perjalanan mereka ke rumah dihiasi obrolan candaan yang ringan, Tak memerlukan waktu lama kembali kerumah.


Eldira segera masuk ke dalam rumah, dan menyiapkan makan siang yang tadi dibuatnya untuk makan bersama dengan kak adam, mak ijah masih tak terlihat, pasti masih belanja gumamnya.


"Ayo kak! Ini ada ayam goreng sama tumis kangkung, kakak cobain kalau enak, makan yang banyak" eldira mengambilkan nasi me piring setelah menyiapkan makan siang.


"kerupuk ra, jangan lupa!" perintah kak adam sambil menyamankan posisi duduknya di meja makan.


"sebentar, ini kakak ambil sendiri lauknya" dira menyerahkan piring dan beranjak mengambil kerupuk.


"udah ga sabar, laper banget aku!" setelah mengambil kerupuk, dira segera mengambil nasi dan lauk karena perutnya sudah keroncongan.


"hmmm,, bener kamu ra, sumpah enakk banget masakan kamu" kak adam tak menyangka makan siang buatan eldira enak.


"ya kan! apa dira bilang mak ijah aja bilang enak kok" jawab dira sangat senang.


Mereka melanjutkan makan siang dalam hening, rasa lapar membuatnya menikmati setiap suapan yang masuk ke mulutnya.


***


Rasya menyelesaikan meetingnya di ruang 10, dia kembali keruangannya ingin segera makan siang dengan bekal buatan istrinya.


Sampai diruangan matanya tertuju pada kotak bekal yang ada di meja, pasti dari eldira pikirnya. Rasya mengambil dan membuka kotak bekal. Ada Ayam goreng paha dan juga tumis kangkung. Rasya tersenyum, dan memulai makan siangnya.


"achh!! Dira, kok bisa asin semua" rasya melepeh sayur ke tissue.


Pasti eldira tak bisa memasak, pikirnya kecewa. Rasya mencoba memakan ayam goreng, rasanya lebih enak daripada tumisnya.


"hmm ayamnya enak, yasudah aku makan ayam sama nasinya saja" batin rasya.


"achh!! Kenapa nasinya rasa lada" ucapnya lagi heran.


Rasya memutuskan hanya memakan ayam tanpa nasi dan sayur. dengan penuh rasa kecewa. Rasya segera menelpon eldira.


"ra, kamu pesan makanan saja ya untuk nanti malam?"


"ini dira sudah masak sebagian kok bang, ga perlu pesen, dira jamin enakk!!" jawab dira diseberang.


"tapi ra, aku gak mau kamu capek aja?" rasya berusaha meyakinkan eldira lagi.


"gak kok, tenang aja masih semangat, bekal bang rasya udah dimakan? Gimana? Enakk!" tanya dira membuat rasya diam sejenak.


"Enak kok ra, tapi belajar lagi ya? Belajarnya yang bener, terus sebelum dikirim dirasain ya?"


"iya sayang, yaudah dira lanjut masak untuk makan malam ya" dira menutup telepon suaminya.


****


Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, eldira sudah siap berdandan cantik menyambut investor bernama agata. Rasya pulang kerja lebih awal langsung mandi dan menemani eldira menunggu kedatangan agata.


"ini semua dira dan mak ijah yang masak lengkap kan" dira lagi2 tersemyum puas.


Kali ini rasya sedikit was2 dengan masakan eldira.


Ada beberapa menu yang tersaji, eldira sendiri tak menyngka bisa memasak semuanya. Ada udang telur asin kesukaan rasya, gurame asam manis, ayam lada hitam, ca pakcoy tahu wortel. Eldira juga meyiapkan dessert untuk makan malamnya.


Tak ketinggalan orange juice yang segarnya berbeda. Khusus orange juice nya dira mengambil resep cafenya.


Ting tong...


Bel rumah berbunyi eldira segera menyuruh wati membukakan pintu. Eldira dan rasya berjalan dibelakangnya. Dibukanya pintu rumah. Agata datang seorang diri dengan gaun merah menyala. Membuat. Tubuhnya semakin terlihat sintal. Menggunakan lipstik merah hati kesukaanya. Eldira melirik rasya yang mempersilahkan Agata masuk, mereka cipika cipiki, dan eldira juga menyambut dengan cara yang sama.


"silakan, agata langsung aja kita makan" eldira ingin unjuk kebolehannya dengan masakan yanh dihasilkannya sendiri.


Entah kenapa eldira tak begitu sreg, dengan agata. Ada hal yang membuat eldira sedikit tak nyaman.


"terimakasih, dira" jawab agata penuh senyum.

__ADS_1


Mereka langsung menuju ruang makan.


"silakan untuk pembuka aku sudah siapkan dimsum agata" eldira mempersilakan agata duduk.


Rasya juga sudah siap menikmati makan malam yang dibuat istrinya itu.


"maaf dira, boleh aku ke kamar mandi sebentar?" tanya agata.


"silakan, aku anter yuk" eldira sebagai tuan rumah ingin menjamu dengan baik.


Dan berharap perasaannya tentang agata salah.


Mereka berjalan ke kamar mandi.


"eldira, makan siang kamu tadi enak banget lho!" ucap agata sebelum sampai dikamar mandi membuat eldira terbelalak.


"makan siang, maksud kamu?" tanya eldira tak paham.


"kamu buat tumis kangkung dan Ayam goreng kan?" aku yang habiskan, rasya tadi kebetulan sudah makan siang denganku jadi dia tidak kuat jika harus menghabiskan bekal kamu?" jawabnya sedikit sinis.


"iyaa, tapi setauku bang rasya makan, terimakasih sudah memuji masakanku agata" edlira berusaha tenang mendengar ucapan agata.


"tapi maaf, karena aku ingin hubungan kalian tetap harmonis, untuk tumisnya jangan dibuat terlalu asin ya, aku suka asin jadi tadi kuhabiskan tapi rasya, dia tidak suka tapi mungkin menjaga perasaan kamu" jawab agata.


"ini kamar mandinya sudah sampai, aku tunggu dimeja makan ya?" jawab eldira membalikan badan menuju meja makan.


Dadanya berdesir, apa iya bang rasya tega memberikan bekal dengam jeripayahnya kepada agata. Eldira ingin segera mencari tau dan berjalan cepat ke ruang makan.


"bang, jawab jujur? Tumis kangkung dira asin atau ga?" tanya dira sambil memegang lengang suaminya.


"sayang, memasak itu butuh proses, aku ngerti kok" jawab rasya tak menjawab pertanyaan eldira.


"jawab!! Asin atau ga?" tanya dira sedikit kesal.


"banget ra, asin banget" jawab rasya membuat eldira bingung.


Edlira memasak tidak sedikit bagaimana bisa masakan dalam satu wajan ada yang asin dan ada yang tidak. Eldira menatap rasya dalam2 otaknya berusaha menganalisa.


"abang tapi makan meskipun asin atau bagaimana?" tanya eldira mencocokan jawaban dengan apa yang dikatakan agata.


"dimana bekalnya sekarang!" tanya eldira.


"dibelakang sepulang kerja, aku kasih wati" jawab rasya.


"watii...watiii..." eldira memanggil wati dengan keras.


Wati berlari dari depan, entah apa yang dilakukan wati didepan.


"iya bu" ucapnya santun.


"bekal bapak sudah kamu cuci, apa saja isinya?" tanya eldira lagi.


Sementara rasya bingung dengan sikap dira, yang hanya karena masalah sepele sampai mengintrogasi si wati.


"masih ada nasinya banyak sama tumis bu, ayamnya yang tidak ada, seingat wati itu, maaf jika wati salah, ada apa bu?" jawab wati agak takut karena wajah majikannya tak bersahabat.


Jawaban wati dan bang rasya sesuai, sedangkan agata, apa maksud agata, eldira tak ingin menceritakan apa yang menganggu pikiran eldira ke rasya.


Ponsel agata tertinggal dimeja, lampu layarnya menyala eldira segera melihatnya.


Ada chat yang belum terbaca muncul dilayar paling depan.


"jangan lupa transferan untuk tugas tadi siang"


Bunyi pesan yang membuat eldira mengernyit. Ini bukan bukti jika agata yang membuat masakannya menjadi asin. Tapi Eldira sangat yakin ada yang menambahkan sesuatu kemasakanya sebelum suaminya makan bekal buatannya.


Eldira harus waspada dan mencari tau apa motifnya. Eldira segera beranjak dan duduk disamping rasya, dira membisikan sesuatu ke wati dan wati menganguk.


Tak berapa lama agata datang dan tersenyum.


"Ayo silakan langsung makan malam saja ya?" eldira memberikan piring ke agata.


Lalu mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk suaminya.


"kamu beruntung rasya punya istri yang pandai memasak" ucap agata sambil mengambil sedikit nasi dipiringnya.

__ADS_1


"terimakasih agata" jawab rasya tersenyum, tapi masih was2 dengan masakan eldira.


"ambil yang banyak agata agar kenyang" dira melemparkan senyuman kepada investor didepannya.


"iya dira"


"mari kita makan" ucap rasya sesaat setelah dira memberikan piring dengan isian lengkap untuk suaminya.


"aku juga mau makan masakan aku, agata kalau ada yang kurang, langsung aja kasih tau ya" dira masih bersikap ramah.


"baik eldira" agata selesai mengambil nasi dan beberapa lauk yang terbilang sangat sedkit.


"hmm sayang enakk banget udang telur asinnya" kata2 rasya membuat eldira menatap suaminya, dan mengembangkan senyum kepuasan.


"ya kan, masakan aku enakk!!" batin eldira.


Rasya semakin lahap dengan menu2 lainnya juga.


"dira, aku tidak punya banyak teman dijakarta, mungkin bulan depan aku kembali ke london, tapi selama disini, boleh aku sering kemari maksudnya berteman sama kamu?" tanya agata.


"boleh agata, dengan senang hati" jawab eldira.


"terimakasih ra, rasya bilang kamu pasti suka mempunyai teman yang baru, sepertinya rasya benar" agata mulai menikmati masakan eldira.


"bagaimana masakan aku agata?" tanya eldira.


"hmm, enakk kok ra, kalau aku sering2 kesini cocok ini kamu masakin, aku pasti betah"jawabnya sambil tersemyum.


Ada hening sesaat ketika mereka menikmati makan malamnya. Tapi tak selang berapa lama, ada obrolan2 kecil lainnya.


"uhuk...uhukk..." agata batuk setelah menyelesaikan makannya dan minum orange juice.


"kenapa agata?" tanya dira panik.


"gakk, ini orange juice seperti ada ladanya" jawab agata.


"mana mungkin agata, itu orange juice resep andalan cafe lo" jawab rasya meyakinkan agata


"oh mungkin kamu tersedak agata, sebentar" eldira menuangkan air putih ke gelas dan memberikannya ke agata.


"terimakasih dira" jawab agata setelah meneguk air putih yang diberikan agata.


Rasya sudah menghabiskan makanannya, senyumnya bahagia sambil merangkul lengan dira.


"makasih, masakan kamu enak semua" sesekali rasya mengecup kening eldira.


"Rasya, dira terimakasih jamuan makan malamnya, lain kali aku akan undang kalian, aku harus segera pamit" ucap agata.


"kok buru2 kita bisa ngobrol santai dulu agata, siapa tau kamu bisa cerita tantang masa lalu bang rasya?" tanya eldira.


"boleh, lain kali ya, sekali lagi terimakasih eldira makan malamnya istimewa masakan kamu enak semua, aku perlu belajar sama kamu" agata berdiri.


Eldira dan rasya juga ikut berdiri, dan mengantarkan agata yang memaksa pamit.


Sampai didepan rumah agata kembali cipika cipiki ke kedua pasangan ini. Agata pulang dengan supir yang sudah menunggunya.


Eldira dan rasya masuk kedalam rumah, rasya melepaskan rangkulan tangannya dari bahu eldira.


"ra, aku capek banget aku ke kamar ya?" tanya rasya.


"iya, istrahat aja, dira mau bantu wati bereskan dulu" jawab eldira.


Eldira kembali keruang makan, wati sudah bersiap membereskan sisa makan malamnya.


"wati kamu sudah makan kan?" tanya dira


"sudah kok bu, tadi setelah matang jatah wati sudah wati sisihkan" jawab wati tersenyum.


"makasih ya wati sudah bantuin aku, memangnya tadi yang kamu tambahkan ke orange juice bukan garam?" tanya dira.


"lada bu" wati terkikik


"bagus, makasih ya" eldira tertawa.


"kamu beresin aku balik kamar ya" kali ini eldira menyusul suaminya ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2