
Dengan senyum merekah Delon membaca surat putusan ditangannya, pengajuannya untuk pindah dikota kelahirannya disetujui, Bahkan secepatnya dia bisa langsung bekerja ditempat baru.
" Hai nak, kok senyum-senyum sendiri ada apa?" ucap mama memperhatikan anaknya.
"Pengajuan pindahku disetujui perusahaan ma, dan ini artinya aku dan Eldira berada dalam satu kota, aku gak menyangka Tuhan seolah mempermudah apa yang aku usahakan ma!" ucapnya masih dengan senyum yang sama.
"Memangnya hubungan kamu apa sudah membaik?" tanya mama mendekati putra kesayangannya.
"Entahlah, tapi aku yakin Eldira itu hanya butuh diperhatikan ma, nyatanya setahun belakangan dia ingin menikah kan, mungkin dia hanya merengek!! Tapi karena sudah jelas aku dipindahkan dikota ini sesuai mauku, sekarang aku harus fokus mencari rumah!!" tambah Delon membuat mama sedikit mengernyitkan dahi.
"Rumah!!! untuk apa nak? rumah mama kan masih luas untuk kamu tinggali?" tanya mama lembut.
"Rumah untuk aku dan Eldira ma, kita akan menikah dan aku akan mempersiapkan rumah untuknya, tabungan Delon sudah cukup untuk semua, bahkan untuk pesta pernikahan impian Eldira, semua sudah aku siapkan ma, memang butuh waktu tidak sebentar itu yang membuat aku tidak bisa memberikan jawaban untuknya dulu, tapi bulan lalu semenjak aku naik jabatan semua impian Eldira akan aku wujudkan ma, makanya aku yakin akan menikah karena secara mental dan materi aku siap!" dengan bangga Delon merasa apa diusahakannya selama ini terwujud.
"yasudah kalau itu mau kamu, mama doakan yang terbaik, tapi nanti kalau sudah menikah sering-sering Dateng kerumah mama ya?" mama tersenyum memeluk putra kesayangannya.
"Pasti ma!" jawab Delon yakin.
***
Sementara Eldira pagi ini sudah bergegas ke kantor cutinya sudah habis. Dengan harapan baru Eldira memandang masa depannya "Rasya" gumamnya dalam hati, benarkah aku akan menikah dengan Rasya ucapnya lagi dengan senyum di ujung bibirnya, dia menyetir mobil dengan pelan berusaha menikmati suasana pagi yang menurutnya sangat cerah. Ponselnya berbunyi, dengan pelan dia meminggirkan mobilnya dan berhenti sejenak.
"Hallo calon istri?" ucap Rasya diseberang.
"iya bang, ini aku akan berangkat ke kantor bukannya tadi pagi sudah telpon ya?" jawab Dira.
"ada yang ingin aku sampaikan sama kamu Ra?" Ucap Rasya kemudian.
"Kenapa gak nanti aja pas makan siang! sekarang Dira dijalan bang, nanti ya?" tawar Dira.
__ADS_1
"ya udah nanti pas makan siang aku jemput kamu ya, kita makan sama-sama" ucap Rasya kemudian.
"oke sayang bye!" Eldira menutup telpon Rasya dan melanjutkan perjalanannya.
Entah kenapa parkiran kantor sangat penuh tidak seperti biasa, Eldira dengan terpaksa memarkirkan mobilnya dipinggir jalan raya depan kantornya. setelah mengunci pintu mobil segera bergegas menyeberangi jalan, belum juga dia sempat menyeberangi jalan.
"sayang!!! aku ada kabar bahagia buat kamu" Dengan cepat Delon memeluk tubuh Eldira tepat disamping mobilnya, Eldira yang terkejut berusaha melepaskan pelukan itu.
"apa - apaan kamu? ya Tuhan berapa kali aku katakan sama kamu, kita tidak punya hubungan apapun, Delon aku mohon berhentilah mengikutiku!!" Eldira kesal.
"kamu tahu, aku pindah dikota ini, dan ada banyak kejutan lagi buat kamu, ini pasti semua karena doa tulus kamu buat aku sayang, jadi Tuhan memudahkan segalanya buat aku, terimakasih ya Dira!" ucapnya mencubit manja pipi gadis didepannya.
"sudah selesai, sekarang aku akan bekerja karena ini jam kantor, jika ingin menemuiku buat janji terlebih dahulu jangan seperti ini, dan sekali lagi aku ingatkan sama kamu Delon, berhenti panggil aku dengan sebutan sayang, perlu kamu tau, kamu sudah pergi dari hatiku, dan aku tidak akan kembali lagi sama kamu, dan tentang impian yang kamu katakan!! bukan menjadi impianku lagi" Eldira pergi meninggalkan Delon yang sempat terkejut dengan segala yang dia ucapkan.
Dia pandangi punggung gadis yang dicintainya pergi menyebrangi jalan, Delon menatap buket bunga mawar dimobilnya yang belum sempat dia berikan untuk Eldira dengan tulisan Will you marry me? Dia tidak pernah melihat Eldira semarah ini, apa mungkin dirinya keterlaluan hingga membuat Eldira sangat kesal padanya. Delon menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi saat ini, tapi dia tidak akan menyerah.
**
"apa yang ingin Abang sampaikan sama Dira?" ucap Eldira penuh tanya.
"Begini Ra, papa!! kepulangannya Minggu depan itu diundur Ra, masih ada projek yang harus papa tangani paling cepat 3bulan lagi papa baru bisa pulang?" Rasya mengenggam erat tangan Eldira.
"Tidak bisakah mama kamu yang mewakili datang melamar aku?" tanya Dira menatap lekat orang yang saat ini dicintainya.
"Tanpa paa tidak bisa Dira, lamaran itu sesuatu yang sakral buat aku, semua keluarga apalagi papa itu sangat penting kehadirannya, kamu gak papa kan, 3bulan itu sangat sebentar Dira? kita bisa menikmati hari kita, oh ya sambil kamu bisa design dulu untuk isi rumah kita, mama sudah menyiapkan rumah buat kamu?" ucap Rasya mencoba meluluhkan hati Eldira.
"Rumah, Tante Nonik siapkan rumah buat aku?" tanya Eldira sedikit mengedipkan matanya seolah tak percaya.
"iya, Minggu depan kita mulai design ya, untuk keperluan lamaran dan segala sesuatunya kamu juga sudah bisa siapkan, nanti setelah papa pulang kita makan malam bersama dan secepatnya setelah itu aku akan lamar kamu!" Rasya sedikit lega melihat ekspresi Eldira.
__ADS_1
"Tapi segala sesuatu kalau mundur-mundur tidak akan baik, tahun ini kita akan menikah kan?" tanya Eldira .
"iya pasti tahun ini kita akan menikah, diakir tahun kita akan menikah, ya udah sekarang kita makan yuk?" Rasya melepaskan genggamannya.
Siang itu sebenarnya Eldira sedikit kecewa dengan Rasya, keinginannya Minggu ini segera ada makan malam bersama sesuai rencana sebelumnya dengan papa Rasya yang pulang dari Jerman. Tapi sayang semuanya tidak sesuai dugaan Eldira. Menunggu 3 bulan tidak lama Ra? batin hati kecilnya, dulu ia menunggu Delon bahkan sampai satu tahun, kenapa 3 bulan dia harus mempermasalahkan ,Eldira berusaha menghibur hatinya sendiri yang kecewa.
**
Selepas makan siang Eldira kembali ke kantornya, ada sosok wanita yang sangat ia kenal menatapnya, sosok yang dahulu selalu membuatnya cemburu, entah sekarang masih membuatnya cemburu atau tidak.
" Hallo Ra! apa kabar kamu?" tanya wanita itu mendekatinya.
"Baik, kamu sendiri?" tanya balik Eldira.
"masih tidak baik Ra, kalau ada pengganti lelaki seperti Delon baru aku akan baik baik saja!" ucapnya lirih.
"oh!! kenapa harus pengganti Delon! kamu tidak pernah ada hubungan apapun kan sama Delon?" tanya Eldira menjawab pertanyaan yang belum sempat terjawab.
"aku!! tidak Delon sangat setia tidak ada hubungan apapun aku sama dia kecuali kamu meninggalkannya, pasti aku orang pertama yang akan membuat dia bahagia!" ucapnya menjawab pertanyaan Eldira.
mendengar jawaban itu Eldira sedikit lega setidaknya dia tidak pernah diduakan oleh orang yang bernama Delon.
"Vania, ada yang ingin aku katakan sama kamu? entah ini penting atau tidak, aku dan Delon sudah putus!" Eldira membuat perempuan dihadapannya membulatkan matanya.
"really? yang bener kamu Ra!!" tanyanya lagi tidak percaya.
"benar, dan satu lagi pengajuannya pindah kerja delon dikota ini disetujui perusahaannya jadi mungkin lebih mudah untuk kamu mendekatinya!" jawab Eldira sok tegas.
"aku mencintai delon dan akan membuatnya bahagia, dan semoga hubungan kalian tidak tersisa, Eldira semoga kamu sukses ya? aku harus pergi urusanku dikantor ini sudah selesai, doakan aku bahagia sama Delon ya, bye!!" ucap Vania meninggalkan ruangan. Vania tidak bisa dianggap perempuan sembarangan, mungkin banyak laki-laki yang tidak bisa menolak Vania, tapi Eldira lebih dulu ada dalam hati Delon, mungkin itu sebabnya Delon memilih setia.
__ADS_1
Yang seharusnya lega, Eldira malah sedikit menggigit bibirnya, apakah keputusannya menceritakan hubungannya dengan Vania sudah benar, ada sedikit kecemburuan yang kembali muncul disisi hatinya, Delon??? ucapnya lirih, masih ada rasa sayang dalam hatinya untuk Delon, tapi Eldira meyakinkan diri bahwa cintanya hanya untuk Rasya kini.