Menantang Cinta

Menantang Cinta
the end


__ADS_3

Tiga hari ini eldira tidur dirumah mertuanya karena masih mengadakan pengajian matanya masih sembab.


"ra, kamu harus makan" ucap mama nonik lembut.


Eldira lagi lagi menggeleng.


"kasian yang ada diperut, mama tau semua tidak mudah ra" mama terus membujuk.


Eldira baru sadar kehilangan rasya teramat sakit, dira berencana tinggal bersama mamanya sendiri setelah 7 harian rasya daripada kembali kerumah, karena akan lebih sulit menghapus kenangan.


"nyonya ada tamu didepan, ingin bertemu?" ucap asisten rumah tangga.


"bentar ya ra" mama nonik ijin keluar dan meninggalkan eldira yang terus saja melamun.


Setelah beberapa saat mama masuk rumah dengan raut wajah panik. tapi eldira enggan bertanya malah lebih sibuk memikirkan bagaimana kedepan membesarkan bayinya seorang diri.


Mama tiba tiba membatalkan acara pengajian nanti malam bahkan tanpa persetujuan eldira. Semua yang sedang menyiapkan makanan kembali pulang kerumah masing masing.


"wati, kemana mereka semua?" tanya eldira yang juga membawa wati bersamanya.


"pulang bu, acara pengajian ditiadakan" jawab wati


"tapi kenapa, mana mama sekarang?" tanya eldira


"pergi bu, tadi buru buru ada keperluan, makanya acara nanti malam batal" jawab wati lagi.


"gak, ga bisa begitu! Acara malam nanti harus tetap diadakan, kita pesan nasi kotak saja, kasian bang rasya kalo ga ada pengajian lagi, mama ini bagaimana?" eldira kebingungan dengan keputusan mertuanya.


"tapi bu".


"biar aku yang urus wati" jawab eldira, sambil mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


Eldira sedikit mendengus kesal setelah menelpon


"bagaimana bu?" tanya wati.


"tidak ada yang bisa menyiapkan pesanan dalam jumlah besar dalam waktu dua jam" jawab eldira lesu.


"sebenarnya semua makanan sudah siap bu, tapi acara memang dibatalkan jadi sebagian makanan dibawa pulang para tukang masak" jawab wati.


"memangnya mama kemana sudah mau magrib lo kok pergi ga pamit dira" dira cemberut.


Klakson mobil berbunyi, sepertinya mama nonik sudah pulang, eldira langsung berjalan kedepan tidak terima dengan keputusan mama nonik yang sepihak.


"mama" ucap dira saat berada dihalaman rumah.


"eldira" mama nonik memeluk eldira lagi lalu menangis, seperti pertama kali kerumah eldira.


"ma tunggu kenapa pengajian untuk bang rasya dibatalkan?" tanya dira sedikit kesal.


"yang dimobil bukan rasya ra, yang kita makamkan bukan rasya" ucap mama nonik membuat eldira kaget bukan main.


"apa maksud mama?" dira memegang kedua pundak mertuanya.


"mobil itu dipinjam karyawan rasya namanya dirham, yang mengendarai mobil dirham ra, bukan rasya. tadi sore keluarga dirham kesini, karena harusnya 3 hari yang lalu dirham ke bandung tapi ditunggunya tak kunjung tiba" ucap mama menatap eldira yang masih bingung


"kasihan keluarga dirham, mama juga tidak tau kenapa bisa salah mengidentifikasi karena dirham juga membawa dompet rasya" tambah mama lagi.


"itu artinya bang rasya masih hidup ma?" dira kembali menangis kali ini rasa syukur.


"iya ra, mama baru dari kantor polisi mencari keberadaan rasya, dia pergi menggunakan motor dirham, tapi rasya juga mengalami kecelakaan kemarin sore ra, sekarang dirawat didaerah sukabumi" jawab mama menangis.

__ADS_1


Dira kembali lemas mencerna ucapan mamanya. Kenapa disaat ada kabar baik tetap saja ini kabar buruk jika rasya kecelakaan.


"keadaannya gimana ma, ayo kita berangkat kesana sekarang" dira menarik tangan mertuanya, dengan panik.


"ra ini sudah mau malam, besok pagi ya kita kesana " ucap mama kawatir dengan kandungan eldira.


"ma, bagaimana bisa mama membiarkan bang rasya sendirian, dira harus kesana" dira bersikeras.


"iya baik, tunggu papa sebentar papa dari rumah keluarga dirham"


"oke, kalo papa pulang kita segera kerumasakit, mama tau bagaimana keadaan bang rasya" dira tak sabar menemui suaminya itu, kemarahannya kepada rasya tiba tiba sirna.


"kakinya patah ra" ucap mama.


"lainnya ma, apalagi yang terluka? Bagaimana kata dokter?" eldira seolah mendesak mama untuk bercerita.


"itu papa sudah pulang, kamu ganti baju ra, kita berangkat sekarang" kali ini eldira mengangguk menuruti kata mertuanya.


Mereka segera bersiap ke sukabumi menemui rasya.


***


Sesampainya dirumahsakit air mata eldira semakin deras.


Mama nonik membuka pintu kamar inap, eldira kaget melihat suaminya terbaring.


"bang, kenapa harus seperti ini, hatiku sangat sakit mengira kau benar benar tiada" batin eldira, menatap rasya dari kejauhan.


"ayo" mama menyuruh eldira segera masuk kamar.


Terlihat rasya tidur tak berdaya, kakinya penuh perban karena operasi.


"mama" rasya berusaha duduk.


Rasya bersikeras duduk karena melihat ada eldira dihadapannya, eldira masih menutup mulutnya tapi matanya masih sembab.


Sampai saat ini rasya masih belum tau jika dirham telah tiada.


"ra, aku minta maaf" ucap rasya.


Melihat eldira yang pasti sangat bersyukur suaminya masih hidup, mama dan papanya rasya ingin memberikan ruang untuk mereka.


"pa mama haus, antar mama ke depan cari minum ya?" ucap mama


Papa hanya mengangguk dan menurut istrinya.


"papa kedepan dulu ya sya" lalu papa meninggalkan mereka.


"ra" ucap rasya lagi.


Kali ini eldira mendekat dan memeluk rasya dengan tangis yang menjadi jadi.


"jangan tinggalkan dira bang, jangan" rasya kaget mendengar ucapan eldira.


"kamu serius ra?" tanya rasya.


"janji bang jangan tinggalkan dira" Kali ini rasya yang terisak, seolah doa doanya dikabulkan Tuhan untuk bisa kembali memperbaiki rumah tangganya.


"terimakasih ya Allah" ucapnya sambil memeluk eldira, sakit dikakinya seakan dihiraukannya.


"darimana kamu tau abang disini? Kenapa matamu sembab ra, apa aku menyakitimu lagi?" tanya rasya.

__ADS_1


"agatha sudah menjelaskan abang tidak pernah salah, reza juga sudah cerita abang ingin aku bahagia kan?" tanya dira melepaskan pelukan rasya.


"lalu?" tanya rasya


"dira bahagia jika kita bersama, dira ga ada apa apa sama delon"


"kamu memaafkan aku ra?" tanya rasya.


"janji jangan tinggalin aku ya?" dira tak sanggup membayangkan kesedihannya kemarin melihat makam yg dikiranya makam rasya.


" gak akan ra, kenapa matamu sembab?" tanya rasya lagi.


"mobil abang kebakar dan jenasah yang dimakamkan tiga hari yang lalu kita kira abang, semua orang berduka atas kepergian abang" ucap dira.


"dirham ra, apa maksudmu dirham tiada?" tanya rasya kaget.


"iya bang, baru tadi mama tau yang didalam mobil bukan abang"


"innalillahi wainnalillahi rojiun, semoga dirha. Diterima disisinya, dia anak yang baik dan rajin"


Eldira kembali memeluk suaminya seakan tak ingin melepaskan.


****


Beberapa bulan telah berlalu rasya telah pulih bahkan meggendong putri kecilnya yang baru saja lahir.


Kamar bayi sudah didekorasi warna pink dan seluruh keluarga berkumpul bahagia.


"masih ada kejutan untukmu sayang?" ucap mama membuat dira tersenyum.


"apa?" tanya dira.


"Hallo tante dira!!" boneka beruang besar masuk kekamar menutupi muka seseorang yang suaranya dikenal eldira.


"ka adam" teriak eldira.


Mereka berpelukan, adam kembali datang ke indonesia.


"ada yang mau aku kenalkan ke kalian semua"


Mereka tersenyum bahagia, melihat adam membawa masuk seorang wanita cantik bernama irena yang sudah dinikahinya diluar negri.


"bagaimana bisa menikah tanpa mama?" ucap edira sedikit kesal.


"kakak pulang mau merayakan pernikahan kaka" jawab adam bahagia.


Sepertinya luka hatinya telah sembuh.


Rasya mendekati istrinya sambil menggendong anaknya dan tersenyum bahagia.


Kebahagiaan kini menyelimuti hati mereka, ada tawa canda.


Rasya dan eldira sama sama berusaha memperbaiki pernikahan mereka, berjanji saling terbuka, dan percaya satu sama lain, kejadian yang lalu semakin mempererat rasa cinta yang mereka miliki.


"permisi" gilska masuk keruangan bersama nando dan reza.


"hallo sayang, nando udah punya adik sekarang" ucap dira mendekati dan memeluk nando.


Rasa sayangnya terhadap nando kembali seperti semula, dira sudah menerima semuanya.


Keluarga besar dira tidak ada yang tau kalo rumah tangga anaknya sempat diujung tanduk.

__ADS_1


Mama nonik dan suaminya juga ikut tersenyum bahagia.


The end


__ADS_2