
Masih dihari yang sama dimana tadi pagi Delon mengejutkan Eldira, dan siangnya Rasya membuatnya kecewa dengan kabar papanya kembali ke Indonesia 3bulan lagi, dan baru saja Vania perempuan yang sangat tergila-gila dengan Delon bertemu dengannya, Hari apa ini!!! membuat Eldira kesal...
" hai Ra, maaf aku kesini tanpa kabar?" ucap sisi mengagetkan Eldira.
"ini kantor sisi, ini jam kantor gila kamu ya Dateng kesini?" Eldira menyipitkan matanya.
"ah untuk manager seperti kamu gak papa kan didatengi teman di jam kerja, toh ada ruangan sendiri juga!!" sisi masih saja membangkang.
"oke baiklah tapi jangan lama-lama kamu kesini ada apa?" tanya Eldira sedikit kesal.
"Delon kemarin malam kerumah!" jawab sisi
"kerumah kamu, apa urusannya? awas ya si jangan kamu katakan apapun sama Delon?" ancam Eldira.
"no!! aku tidak katakan apapun Ra, tapi kenapa kamu gak terus terang aja sama Delon? dia berfikir kamu hanya sedang marah Ra, dia pikir sebentar lagi juga kamu akan memaafkan dia!!" sisi melipat kedua tangannya berdiri dihadapan Eldira.
" Ayoo!! kita duduk disofa dulu, kamu temen aku atau temen Delon?" Eldira berjalan kearah sofa dan meletakan tangannya dikedua pundak sisi untuk mengarahkannya ke sofa.
"bukan begitu Ra, Delon berhak tau?" kali ini sisi menjatuhkan pantatnya disofa.
"oke pasti aku akan jujur sama Delon, aku sendiri yang akan mengatakan padanya bahwa aku akan menikah dengan orang lain bukan dengan dia,itu kan mau kamu?" Eldira megangguk-ngangguk sambil menatap tajam mata sisi.
"Ra, tidak ada sisa cinta buat Delon??" tanya sisi serius.
"kamu lupa, kamu yang kenalkan aku dengan Rasya saat hubunganku dengan Delon berantakan, sisi!! jangan lupakan itu ya?" Eldira tersenyum kecut.
"Ya aku tau Ra, tapi hati kamu benar tak bersisa untuk Delon? orang seperti Delon sangat setia Ra, sekalinya dia mencintai orang, dan sekalinya dia pergi dari kamu cintanya akan utuh untuk orang lain yang sedang dicintainya dimasa depan!" sisi sok bijak.
"udah ah, kamu pulang sana!! aku mau kerja sisi, ini jam kantor nanti kalau ada yang melihat aku punya tamu ga ada hubungan sama kerjaan kena tegur!" Eldira mengalihkan pembicaraan.
"iya aku pulang, pikirkan baik-baik ya Ra, atau Delon buat aku aja!" kali ini sisi mengejek Eldira membuat mata Eldira melotot.
"awas kamu ya sisi!!!" teriak Eldira dan sisi sudah berlari kecil meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Eldira menghela nafas panjang dan kembali duduk di kursinya, matanya menatap pajangan meja sambil melamun, melamunkan hari-harinya bersama Delon, Delon kakak kelas Eldira saat SMA lebih tepatnya sang idola sekolah, Entah mengapa jika Delon tak meyakinkannya kala itu Eldira tak memiliki perasaan apapun pada Delon. karena saat itu mungkin cintanya terpendam untuk Rasya. Tapi 6tahun bersama banyak canda tawa, Delon adalah garda terdepan yang akan membela Eldira saat Eldira mempunyai masalah. Tapi Eldira menegaskan bahwa semua adalah masa lalu dia tidak mau menghianati Rasya tapi dia juga tak mampu mengatakan pada Delon bahwa saat ini ada orang lain dihatinya. Itu akan sangat kejam dan Eldira menunggu waktu yang tepat untuk itu, malah dia berharap Delon bisa menemukan cinta baru.
**
Ditempat yang berbeda rasya selesai meeting dengan salah satu perusahaan rekanannya.
"Rasya!!" suara papa disebrang membuatnya sedikit tersentak.
"iya pa" jawab Rasya memengang ponselnya.
"gilska,datang menemui papa! kenapa kamu meninggalkan dia sya??" tanya papa membuat Rasya sedikit tersentak.
"apa pa?? gilska!! bukankah dia hilang ingatan pa? apa yang papa katakan?" tanya Rasya gusar.
"papa hanya bilang urus saja urusan kalian berdua papa tidak akan ikut campur!" jawab papa.
"aku dan gilska tidak ada harapan bersama pa, hanya masa lalu" Rasya mencoba menjelaskan.
"dia akan balik ke indonesia Minggu depan, ada kontrak kerja katanya akan membintangi film, tadi papa sudah kasih alamat kamu sama dia, kalian selesaikan saja urusan kalian" ucapan papa membuat Rasya sedikit panik.
"gilska akan menempati rumah baru, tanpa ada photo dan sedikitpun barang yang pernah kamu kasih untuk ya! aku akan yakinkan dia bahwa kamu bukan siapa-siapa, tidak akan kubiarkan sedikitpun kenangan tentang kalian untuk dia ingat!" gertaknya saat itu.
"Apa alasannya Tante, setelah 2tahun hubungan kami kenapa baru sekarang Tante menentang, apalagi kondisi gilska tidak sedang baik-baik saja!" bantah Rasya kala itu.
"Rasya bukankah tanpa restu kamu tidak akan melangkah, lupakan gilska!!! aku tidak akan merestui kalian, pergi jangan kembali lagi" kata mamanya saat itu membuat Rasya mampu meninggalkan gadis yang teramat dicintainya, karena Rasya merasa mama gilska lah orang yang paling berhak atas diri gilska, seperti dia merasa bahwa mamanyalah yang berhak memutuskan kehidupan Rasya.
****
" kenapa bang kerumah malem banget? apa gak bisa besok kita ketemu?" ucap Eldira penasaran dengan sikap Rasya yang tidak seperti biasa.
"Ada yang aku ingin katakan sama kamu Ra, kamu masa depanku tapi kamu perlu tau masa laluku!" jawab Rasya lugas.
"Tidak, aku tidak butuh masalalumu, itu akan membuat hubungan kita justru tidak akan berjalan dengan baik, kubur segala masa lalumu dan akan aku kubur seluruh masalaluku" Eldira serasa tidak mau tau tentang masa lalu Rasya.
__ADS_1
"terserah tapi aku akan tetap cerita supaya tidak ada kesalahpahan, gilska mantan pacar terakirku akan datang ke Indonesia!!" Rasya memulai pembicaraan.
"apa hubungannya sama kita, itu masa lalu kamu atau kamu berniat menemuinya??" Eldira menatap Rasya tajam dengan kesinisan.
"Pasti, jika dia ingin menemuiku aku pasti akan menemuinya!" Rasya membuat Eldira semakin memandangnya sinis.
"Aku minta maaf Ra, tapi semua harus dijelaskan aku tidak akan menutupi apapun darimu, karena kamu perlu tau dari aku bukan orang lain". Rasya masih saja mencoba untuk membuat Eldira mengerti
"bahkan jika aku tidak mengijinkannya bertemu dengannya kamu akan tetap bertemu?" Eldira sedikit meninggi.
"aku harus bertemu dengan dia Ra, semua harus diselesaikan" Rasya memegang tangan Eldira tapi dengan cepat Eldira menghempaskan tangan kekasihnya itu.
"Baik, sekarang ceritakan padaku apa yang harus aku ketahui tentang masalalumu, dan apa alasannya aku harus mengijinkan kalian bertemu?" tanya Eldira.
Rasya menjelaskan dengan detail apa yang terjadi antara dia dan gilska, mata Eldira memerah air matanya menetes, dia tidak mampu menahan kepedihan hatinya, badannya menjadi lebih ringan seolah ingin pingsan tapi mencoba untuk tetap berdiri.
"Apa kamu masih mencintainya?" tanya Eldira lirih.
"Aku tidak tau Ra?" Rasya tak mampu menjawab pertanyaan Eldira.
"Aku paham kamu belum mencintai aku, untuk apa kamu datang kamu tawarkan hubungan jika akirnya kamu akan menyakitiku, kamu tau aku meninggalkan apa yang mungkin seharusnya tidak aku tinggalkan!!!" Eldira semakin terisak.
Rasya berusaha memeluknya, tapi lagi-lagi Eldira menepisnya.
"kamu masa depanku Ra??" Rasya meyakinkan gadis yang ada dihadapannya.
"mama kamu tidak setuju dengan hubungan kalian itu yang aku tau?" dengan suara parau Eldira kembali bertanya.
"mama tidak pernah menentang kami, itu hanyalah cerita yang aku buat, mama sangat menyayangi gilska" Jawaban Rasya membuat Eldira semakin merasa bodoh atas apa yang ia putuskan dengan cepat.
Hubungan yang dia pikir akan berakhir dengan indah, hubungan yang dia pikir jawaban Tuhan karena jodohnya telah tiba, bahkan sekarang dia tidak tau apakah pilihannya ini mencintainya atau tidak.
"Pulanglah bang, aku perlu waktu" ucap Eldira.
__ADS_1
Rasya mengangguk dan meninggalkan rumah calon istrinya yang masih terisak.