
"memangnya kamu bikin salah apa, sampe dira pergi?" tanya mama mulai panik.
Sepertinya rasya harus mengatakan hal sebenarnya pada mama. Sudah terlanjur basah mau bagaimana lagi.
"ma, ada hal yang rasya ingin mama tau" ucap rasya mulai terbata.
Dadanya kembali berdetak, perasaannya hampir sama ketika mengakui semua pada dira, apa yang akan terjadi jika mama mengetahui bahwa sudah memiliki seorang cucu.
"kok diam, ini mama dengerin kamu, ayo ngomong, masalah seperti apa yang bikin dira pergi!"
"ma, tapi cuma mama yang bisa bantu agar dira mau maafin rasya?" rasya masih enggan.
"ayo ngomong!!"
"mama tau gilska sekarang ma dia sudah menikah"
"terus kenapa memangnya kalo sudah menikah, kamu ada hubugan apa sama dia?"
"dia juga sudah punya anak, keluarganya bahagia"
"terus!! Kenapa kamu urusi keluarganya"
"dira sayang banget sama anaknya ma, dan mereka sekarang berteman".
"sya, mama udah ga sabar denger apa alasan dira marah sama kamu, ga usah muter2 ngomongnya"
"nama anaknya nando" jawab rasya.
"mereka berteman, apa gilska menghianati pertemanan mereka dengan kamu!" mama melotot menatap rasya.
"bukan, tapi nando itu sebenarnya anak aku ma" rasya lega bisa menyelesaikan ucapannya.
"apa!!!" mama tiba2 memegang dadanya kaget mendengar ucapan rasya.
Dengan cepat rasya memegang lengan mama.
"sya, kamu ngomong apa?? Sadar ga sama omongan kamu? Bagaimana bisa?" mama berusaha menstabilkan nafasnya.
"dira marah sama rasya ma, rasya akui semuanya"
"jadi anaknya gilksa cucu mama?"
"iya ma, maafkan rasya"
"terus suami gilksa tau?? Kalo tidak habis kamu sya??"
"mereka menikah karena gilska hamil, tapi mereka benar2 membina rumah tangga ma, setau rasya suaminya menyayangi gilska dan nando"
"sejak kapan kamu tau gilska hamil? Sebelum menikahi eldira?" teriak mama geram.
"iya ma".
"ya ampun sya, terus kenapa kamu menikahi dira kalo kamu membuat wanita lain hamil, kenapa tak bertanggung jawab"
"memangnya mama mau aku menikah dengan gilska"
__ADS_1
"diam kamu!! Antar mama menemui gilska"
"untuk apa ma? Dira sedang mengandung anaku ma"
"bagaimana kamu bisa menyembunyikan hal besar seperti ini dari mama dan papa"
"antar mama menemui gilska" ucap mama lagi
"untuk apa ma?"
"kita bicarakan baik2 mama juga pengen lihat anak kamu, seperti apa? hubungi seluruh kenalan dira"
"teman dira ga banyak ma"
"sebelum menikah sama kamu, dira dekat sama siapa?"
"setau aku mantan pacarnya cuman satu ma, delon"
"kamu hubungi delon, siapa tau kecewa dengan masalalu kamu, dira menghubungi masalalunya"
"rasya ga punya kontak delon ma"
"ya cari tau, mama mau ganti baju ambil tas, antar mama ketemu gilska"
Rasya hanya mengangguk, bagaimanapun juga rasya yakin mamanya bisa membantunya.
Lebih dari 15 menit berlalu
"ayo antar mama sekrang" mama sudah siap pergi kerumah gilska.
Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan, mamanya masih terlihat marah mendengar pengakuan rasya beberapa menit sebelumnya..
Sampai dirumah gilska rasya segera memencet bel. Ada seseorang yang menyambut rasya dari balik pagar.
"eh pak rasya, mau ketemu siapa?" ucapnya tanpa membuka pagar.
"gilska pak sama nando" jawab rasya.
"tunggu sebentar ya pak" ucapnya kembali masuk.
Rasya masih menunggu beberapa menit, diliriknya wajah mama masih terlihat marah dan malas berbicara pada rasya.
Terlihat tukang kebun gilska membukakan pagar untuk rasya, pertanda sang pemilik rumah memperbolehkan tamunya masuk.
Rasya segera memasukan mobilnya ke halaman rumah gilska.
"kerja apa gilska?" tanya mama
"actress ma, kan sering muncul ditv ada progam rumahtangganya, suaminya pengusaha".
"ooo" jawab mama tanpa ekspresi.
Mereka turun dari mobil, dan berjalan masuk kedalam rumah. Pintu rumah sudah terbuka, kali ini bukan art yang menyambutnya tapi gilska sendiri.
"hallo tante" ucap gilska ramah mencium punggung tangan mamanya rasya.
__ADS_1
Mamanya rasya hanya tersenyum perih, bagaimanapun juga bukan hanya salah gilska tapi salah rasya juga.
"silakan duduk" ucap gilska lagi.
Gilska sedikit heran dengan kedatangan mamanya rasya, tapi sudah bisa menebak, pasti mamanya rasya tau jika nando adalah cucunya, jika tidak mana mungkin mau berurusan dengan gilksa.
"maaf gilska, tante baru tau kalau kalian memiliki anak, suamimu dirumah atau?"
"belum pulang tan" jawab gilska
"jujur tante sangat kecewa, dengan apa yang kalian lakukan, dengan sikap rasya yang takbertanggung jawab, dan dengan ketidakjujuran kalian"
Gilska hanya bisa terdiam dan menangis, selama ini gilska tak pernah meminta apapun dari rasya. Wajar mama rasya kecewa tapi melewati semua sendiri tidaklah mudah, jika harus mendengarkan sebuah omelan lebih baik gilska tak mengijinkan mereka masuk.
"tapi semua sudah terjadi, sudah berlalu, tante lihat kamu sudah berumahtangga rasyapun demikian, sebagai ibu dari rasya, tante minta maaf tak membuatnya menikahimu, karena tante smaa sekali tidak tau"
"gilska memang tak pernah menyuruh rasya bertanggung jawab"
"apapun pilihan kamu tante hargai, sekarang tante kesini untuk mohon sama kamu, berikan tante akses bertemu dengan cucu tante, bagaimanapun juga itu darah daging tante"
"kapanpun mau bertemu nando akan gilska ijinkan, tapi mohon maaf tidak untuk malam ini tante, mungkin lain hari saat ada suami gilska" jawab gilska menghargai reza.
"alhamdulillah jika diijinkan, tante lega, tidak masalah untuk kapan waktunya" jawab mama rasya.
"gilska ada hal lain yang ingin aku ceritakan" rasya membuat gilska menatapnya.
"apa sya? Kalau untuk membawa nando" gilska belum sempat menghentikan ucapannya rasya memotong ucapannya.
"bukan, tenang saja! Ini soal eldira, dia pergi meninggalkan aku saat aku mengakui semuanya" rasya menerangkan.
"jadi, dira sudah tau kalo nando anak kamu?" gilska sangat kaget
"iya, dan sampai sekarang aku sama sekali tak tau dia ada dimana" rasya seakan putus asa.
"sya, aku juga sedih mendengarnya, berikan waktu untuk eldira berfikir, dia sedang mengandung butuh menenangkan diri"
"kapanpun dia menghubungimu katakan padaku?"
"pasti sya" jawab gilska.
"oke! Maaf kami sudah menganggu waktu kamu, trimakasih ijin bertemu anaknya, dan tante tunggu kabar dari kamu kapan tante bisa bertemu cucu tante" mama rasya berpamitan.
"iya tante secepatnya, bisa kok. Hanya saja saat bertemu suamiku harus ada" jawab gilska
"thankyou ya" ucap rasya.
Gilska hanya mengangguk, rasya dan mamanya keluar dari rumah gilska.
Hari semakin malam, rasya memutuskan akan menginap dirumah mamanya sebelum esok pagi kembali mencari tau keberadaan eldira.
***
Ditempat lain agata sangat kecewa dengan rasya, bahkan saat agata mendatangi rumah rasya tak ada ditempat.
"kalo begini caranya, akan aku bongkar rahasia kamu sya" ucapnya kesal.
__ADS_1
"sudah cukup aku melihatmu masih bersama istrimu, besok akan kukatakan pada eldira semua masa lalu kamu dengan gilska"