Menantang Cinta

Menantang Cinta
masih diluar kota


__ADS_3

"ra, ada hal yang ingin aku sampaikan sama kamu, tapi aku takut merusak hubungan kita" entah apa yang ada dipikiran gilska.


"tentang?" tanya eldira serius.


"masa laluku dengan rasya" jawab gilska berhati2.


"udah aku tutup masa lalu kalian, aku lihat masa depan, aku menemukan teman yang baik sepertimu, aku juga iri melihat reza dan nando yang selalu bikin harimu menyenangkan" eldira kurang suka membahas masa lalu gilska apalagi bersama rasya.


"aku tau, mungkin seharusnya rasya yang mengatakan padamu ra"


"memangnya penting? Apa akan merusak hubunganku? Kau sudah melupakan suamiku kan?" eldira menatap gilska sengit.


"tentu aku sudah melupakan rasya, hanya ada reza dalam hatiku ra"


"makanya, aku rasa kita tak perlu membahas masa lalu" eldira masih enggan menanggapi obrolannya dengan gilska kali ini.


"ra, aku merasa beruntung kamu mau berteman seperti ini, tapi semakin aku mengenalmu. Aku merasa kamu berhak tau" semakin dekat dengan eldira gilska merasa seolah melakukan penghianatan besar.


"gilska semua orang punya masa lalu, apapun yang kalian lakukan, seburuk apapun itu kan sebelum pernikahanku terjadi, dan aku tak berhak menghakimimu atau bang rasya" eldira ingin menutup semuanya.


"ra" gilska tiba2 memeluk eldira.


beberapa saat eldira terdiam, baru melepaskan pelukan gilksa.


"kenapa?" tanya eldira heran.


"aku minta maaf, tapi aku sudah tak kuasa jika harus menutupinya darimu ra?"


"apa?"


Gilska menangis, dan eldira semakin bingung.


"gilska kenapa?" eldira kini penasaran, apa yang membuat gilska sampai menangis.


"sebelum aku katakan, ingatlah hubunganku dengan rasya sudah berakhir, aku harap tetap pertahankan rumah tanggamu"


Eldira mulai takut, kesalahan apa yang mereka perbuat, hingga gilksa mengatakan sesuatu yang mengganggu pikiran eldira.


"katakan dulu, jangan membuatku takut" ucap eldira.


Belum sempat gilska mengatakan apapun, seorang babysiter datang membawa nando yang terbangun.


"nyonya" ucapnya sambil menyerahkan nando yang terlihat mencari gilska.


"hai sayang, sini cium tante dulu" eldira mencium kanan kiri pipi nando.


"yang dicari tante udah bangun, kita main ya" ucap eldira.

__ADS_1


"sus, kamu bawa dulu ya? masih ada hal penting yang harus aku bahas" gilska menggembalikan nando pada sus, sedikit merengek tapi akhirnya nando mau.


"kenapa? Aku kesini mau ketemu nando, main sama dia" eldira kecewa.


"kamu bawa masuk lagi ya sus" ucap gilska seakan tak mempedulikan eldira.


nando kembali masuk, dan gilska memegang tangan eldira.


"ra, entah ini waktu yang tepat atau tidak, aku harus mengatakan semuanya, ingat rumahku selalu terbuka untukmu, kedatanganmu selalu aku nantikan" dengan hati2 gilska ingin memberitahu eldira.


"mengatakan apa? Jika semua masa lalu yang akan kamu ceritakan akan merusak hubungan kita, hubunganku dan suamiku, kenapa kamu kekeh ingin menceritakannya" ucap eldira tak ingin membahas semua masa lalu.


"bukan begitu ra" jawab gilska.


"lalu apa? Biarkan hubungan kita tetap baik seperti ini, beda lagi jika kamu ingin merusak semuanya" entah kenapa Eldira takut hatinya hancur, jika gilska saja takut bercerita, lalu masalalu apa yang akan dia ceritakan, pasti membuat luka.


"oke, kamu ingat aku tak pernah ingin menyembunyikan apapun, dan aku ingin mengatakan sesuatu yang seharusnya kamu tau, tapi kamu menolak ya ra, dan aku hargai keputusan kamu ini, bermainlah bersama nando, aku tak jadi membahas apapun" entah kenapa gilska melunak.


Tapi gilska pernah berjanji pada rasya untuk tak mengatakan apapun. Pasti rasya juga akan marah jika tau gilska ikut campur. Gilska tak ingin justru hubungan baik ini akhirnya hancur, yang dikatakan eldira aa benarnya.


Eldira hanya terdiam, di sudut hatinya ingin tau tapi disisi lain, pilihan terbaik memang menutup semua masa lalu.


"oke, sus! Bisa kamu bawa nando kemari" teriak eldira dan gilksa mengangguk.


dira kembali bermain bersama nando sebelum kerumah mamanya. Ketegangan antara gilska dan eldira sudah mencair lagi.


Gilska ikut tersenyum melihat mereka bersenda gurau.


***


Sementara rasya datang ke kantor dan masuk ke dalam ruang kerjanya.


"nah, kalau sudah rapi begini kita bisa bekerja lebih semangat" ucap agata tersenyum melihat pujaannya datang.


"ayo langsung saja kita cek lapangan, baru kita cek laporan" rasya ingin segera menyelesaikan pekerjaan dan kembali ke jakarta.


"kenapa harus terburu2" ucap agata manja.


"oke, aku tunggu diluar" rasya meninggalkan agata.


Dengan terpaksa agata mengikut langkah rasya.


"agata, 3 hari ini aku akan menemanimu, tapi di jari ke empat aku harus kembali ke jakarta, kerjaan disana lagi padat juga"


"sayang sekali, aku masih mau berlama2 sama kamu, jauh dari istri kamu! Beneran ga tertarik sama aku sya?" agata mulai mengganggu.


"agata, kembalilah jadi agata yang aku kenal baik, masih banyak lelaki diluar sana, kenapa kau memilih menjadi murah?" perasaan rasya menampar hati agata.

__ADS_1


"tega sekali kau katakan itu sya!" ucap agata tak terima.


"kamu yang tega, selama ini aku berbaik sangka padamu, aku yakinkan eldira saat dia meragukan kebaikanmu, tapi apa agata, sebagai seorang kawan kau berhianat"


"sya, rasa sayang datang dari Tuhan, aku tak menuntut apapun, jadi simpananmu saja aku bersedia, aku hanya minta waktu, tidak lebih"


"semakin gila!! Agata aku peringatkan ya?" sentak rasya.


"bagaimana jika istrimu tau nandi malam kau akan menginap dikamarku?"


"jangan mimpi, itu tak akan terjadi" rasya melangkahkan kakinya keluar gedung.


"ok, aku katakan saja kalau nando anakmu? apa kau pikir kau lelaki baik2 sya?"


"cukup agata"


"kita lihat saja, jika kau tak mau menemaniku, aku akan segera menelpon eldira" agata masuk kedalam mobil yang menunggu mereka.


Rasya mulai panik, bukan karena rahasianya akan terbongkar, tapi rasya tak terima jika eldira mengetahui dari orang lain apalagi agata.


Rasya ingin segera memberitau eldira kebenaran yang selama ini disembunyikan, Jika memang ini saatnya, rasya harus menanggung resikonya, lagipula tak adil untuk eldira dan nando, jika rahasia ini tak pernah terungkap. Rasya tersenyum karena menemukan ide brilian.


"agata, aku tak akan menginap dikamarmu!" ucap rasya ikut naik ke mobil yang ditumpangi agata.


"lalu kamu mau tidur dimana? Jangan keras kepala" agata masih menekuk muka karena perkataan rasya tadi.


"aku menginap dihotel lain" jawab rasya.


"apa?" agata terlihat kaget


"kenapa, kaget kok bisa, semua kamu sabotase kan?" rasya tersenyum.


"agata, aku minta maaf, tadi aku bersikap kasar sama kamu, aku memang menginap dihotel lain, dan aku harap kamu tak kehotelku, ada penawaran dariku untukmu?" ucap rasya.


"jika penawaranmu untuk menutup mulutku mengatakan pada eldira jangan harap"


"bukankah kamu bilang meminta waktuku, saat malam aku hanya ingin istrahat tanpa diganggu, tapi sebelum istirahat aku akan menyiapkan makan malam untukmu kita berdua" ucap rasya yakin.


"apa aku tak salah dengar" agata menyibak rambutnya.


"akan aku coba agata, tapi tolong beri aku waktu jangan terburu2 masih ada waktu 3 hari kan?" tawar rasya.


"oke, baiklah"


"akan aku berikan waktuku untukmu, kecuali di malam hari saat aku istirahat, jika kau mau besok seharian kita bisa keliling jalan2" tawaran rasya membuat agata tersenyum.


Akhirnya rasya bisa menerimanya, ini yang ditunggu agata, keyakinannya membawa hasil.

__ADS_1


__ADS_2