Menantang Cinta

Menantang Cinta
Teror


__ADS_3

Eldira tampak ceria menikmati hari, tak terasa jam menunjukan saatnya pulang kantor, Eldira merapikan beberapa file yang berserakan dimejanya. Impiannya menikah dengan Rasya tinggal selangkah lagi. selesai merapikan mejanya Eldira bergegas meninggalkan ruangan.


"hallo Ra? apa kabar?" sosok Vania mengagetkan Eldira.


"aku baik, kamu sendiri apa kabar?" tanya Eldira basa basi.


"aku semakin Deket sama Delon, kamu doain ya kita segera nyusul kamu lamaran dan menikah" kali ini tawa Vania terlihat begitu natural.


"pasti, ok Vania seneng ketemu sama kamu bye!" Eldira beranjak dan melambaikan tangan ke Vania.


Delon masalalu yang manis gumam Eldira dalam hati, tapi kebahagiaannya saat ini jauh lebih besar daripada saat bersama Delon. Eldira mengembangkan senyumnya sambil terus berjalan menuju parkiran.


Senyum Eldira terhenti ketika masuk kedala mobil ada buket bunga padahal jelas mobil Eldira terkunci sejak pagi. Diraihnya buket yang dilengkapi dengan sebuah kartu ucapan. Eldira yang tak ingin penasaran segera dibacanya.


"harusnya bunga bangkai untukmu? TTD nona D" Eldira membanting bunga yang diraihnya beberapa menit yang lalu.


"apa ini!" ucapnya kaget.


"siapa yang menerorku! ini gak lucu, keterlaluan" Eldira terlihat sangat kesal.


Segera dilajukan mobilnya Eldira menuju rumah Rasya, Eldira ingin mengabari calon suaminya kalau ada teror untuknya. Sepanjang perjalanan Eldira menerka siapa yang berani mengirimkan buket bunga untuknya. Dari masalalunya atau justru dari masalalu Rasya.


Tak perlu waktu lama untuk sampai dirumah Rasya, Eldira segera memarkirkan mobilnya dan masuk dengan sedikit tergesa-gesa.


"Tante mana bang Rasya?" tanya Eldira yang melihat Tante Nonik membaca koran diteras rumah.


"kasih salam dulu dong Ra! main nyari Rasya aja?" Tante Nonik tersenyum mengingatkan Eldira.


"iya maaf Tante" ucap eldira sambil mencium tangan Tante Nonik.


"kamu duduk disini ya, Tante panggil Rasya dulu" Eldira mengangguk dan duduk dikursi yang tadi diduduki Tante Nonik.


Setelah itu Tante Nonik masuk kedalam rumah dan memanggil Rasya. Kurang lebih sepuluh menitan barulah Rasya keluar dengan muka masih mengantuk.


"Abang bangun tidur ya?ada yang mau Dira sampein ke Abang" Eldira menarik tangan Rasya.


"iya bentar ya, Abang mandi dulu sebentar aja kamu masuk dulu kamu tunggu didalam ya? skalian nanti Abang yang anter kamu pulang" Rasya justru menyuruh Eldira kembali menunggunya.


"ya udah Dira masuk" jawab Eldira pasrah.

__ADS_1


Eldira masih kepikiran buket bunga yang tiba2 ada didalam mobilnya.


"ada apa Ra? kok cemas gitu? ada masalah, ini Tante bikinin teh buat kamu, diminum dulu selagi hangat" Tante Nonik melihat kegelisahan yang terpancar diwajah Eldira.


"gak kok Tan Eldira baik2 aja" jawab Eldira menarik gelas dan menyeduhnya.


"ya udah kamu tunggu rasya sebentar ya, Tante tinggal dulu gak papa kan?" tanya Tante Nonik.


"iya Tante" jawab Eldira sebelum menyeruput teh manis buatan calon mertuanya.


Menunggu adalah kegiatan yang membosankan begitupun yang dirasakan Eldira, hampir satu jam lamanya Eldira terpaksa sabar menunggu Rasya.


"sayang!! maaf ya kamu harus nunggu, gimana? mau cerita apa?"tanya Rasya mendekat.


Rasya sudah terlihat segar dan siap mendengarkan cerita Eldira.


"kita ke cafe aja yuk! ntar cerita disana aja ga enak sama mama kamu!" Eldira mengajak Rasya pergi.


"ya udah ayok! mobil kamu biar disini aja ya, kamu aku anter Besok berangkat kerja aku anterin!" Rasya mengulurkan tangannya untuk mengandeng Eldira.


"aku pamit dulu sama mama kamu ya bang!"


"mama tadi ketiduran dikamar sambil baca majalah, udah ga usah kasihan nanti kalau kebangun" Eldira mengiyakan ucapan rasya.


"sekarang kamu bisa cerita?" tanya Rasya sesampainya dicafe.


"aku minum dulu ya?" Eldira meneguk jus yang dipesannya.


"senyamannya kamu aja Ra?" jawab rasya yang melihat Eldira sedikit aneh hari ini.


"Dira dapet buket bunga, buketnya ada didalam mobil padahal Dira yakin mobil itu terkunci sejak pagi! kira2 menurut Abang siapa? siapa yang masukin buket buat Dira?" ucap Eldira sedikit takut.


"mungkin penggemar rahasia kamu, emang buketnya ada yang aneh sampe kamu merasa perlu membicarakan ini?" tanya Rasya sedikit tak tertarik dengan cerita Eldira.


"masalahnya ada kartu ucapan yang kasar bang didalamnya, Dira yakin ini teror tapi Dira gatau siapa yang neror Dira tapi sepertinya perempuan!" jawaban Eldira membuat Rasya sedikit berpikir.


"kita lihat Besok ya ada lagi kah yang lakuin hal sama, habis ini aku pasang cctv di mobil kamu ya?"


"sebelumnya gak pernah Lo Dira diteror, menurut bang Rasya apa motifnya?" Eldira masih saja gusar.

__ADS_1


"mungkin ga pesaing bisnis atau kamu coba pikir2 lagi siapa yang akir2 ini gelagatnya aneh?" Rasya menanggapi kegusaran Eldira.


"gak ada, aku ga ada musuh aku juga gak pernah urusin hidup orang, makanya bgung ini, Dira juga takut?"


"udah ga usah takut, sementara aku yang akan antar jemput kamu ke kantor ya!" ucap Rasya menenangkan Eldira.


"ya semoga saja besok ga ada lagi kejadian aneh" Eldira kembali meminum jus sirsaknya.


"kamu ga mau pesen makanan? isi dulu perutnya, pesen ya?" Rasya berusaha mengalihkan perhatian Eldira agar tak terlalu cemas, melihat Eldira kebingungan Rasya tak tega.


"boleh, Abang aja yang pesenin nanti aku makan" jawab Eldira pasrah.


Rasya melambaikan tangannya dan memesan steak untuk Eldira.


"kamu nanti mau cerita sama orang rumah atau ga Ra?" tanya Rasya dijawab Eldira dengan gelengan.


"kamu cerita sama Adam aja ya? setidaknya dia yang akan melindungi kamu drumah, menurut Abang sih mungkin orang iseng".


"iseng bikin orang lain ketakutan!!" Eldira mendengus kesal.


Eldira masih terlihat memikirkan sesuatu saat makanan yang dipesan rasya datang, Eldira makan dengan pelan tak berselera. sedangkan Rasya terlihat lebih lahap. Mereka kembali membahas teror yang dialami Eldira, tapi Rasya berkali2 meyakinkan Eldira agar Eldira tak terlalu panik. Setelah menyelesaikan makannya Rasya segera mengantarkan Eldira pulang, karena eldira terlihat begitu lelah.


"aku masuk ya bang!" Eldira berpamitan saat mobil Rasya sampai dipelataran parkir rumahnya.


"nanti aku temenin kamu lewat telepon ya?" tanya Rasya melemparkan senyuman yang membuat Eldira sedkit tenang.


"iya bang, bye!" Eldira keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.


Belum masuk kerumah Eldira kembali mengingat buket bunga, kali ini pikirannya tertuju pada Vania, orang yang terakir ditemuinya sebelum keluar kantor dan lagi Vania ada urusan apa datang ke kantor Eldira disaat jam pulang kantor. Tetapi apa motif Vania, bukankah Vania menyukai Delon, dan saat ini Eldira sudah tak memiliki hubungan apapun dengan Delon.


"hai kamu? ngelamun aja!!" kak Adam mengangetkan lamunan Eldira.


"ah Abang bikin kaget aja, Dira capek mau mandi terus tidur ga usah gangguin Dira?" Eldira sedikit mendorong kakaknya membuat Adam mengernyitkan dahinya.


"oke,.siapa yang mau gangguin kamu! gr kamu, lagian kakak mau kencan!" jawab adam ngeloyor pergi menjauh dari Eldira.


Eldira segera masuk ke dalam kamar, setelah mandi eldira merebahkan tubuhnya dikamar, ada chat masuk di ponselnya membuat lampu latar ponselnya menyala. Dengan cepat diraih Eldira siapa tau dari rasya.


(udah sampai rumah? kamu selalu dalam pantauan TTD nona D )

__ADS_1


ada chat masuk dari nomor tak dikenal, kali ini Eldira tak mau terlalu cemas, lagipula dirumah banyak orang tak mungkin kan dia menyelinap masuk pikir Eldira.


Tak ingin mendapatkan chat lagi, Eldira memblokir nomor yang tak dikenalnya dan mematikan ponselnya, Eldira memutuskan untuk tidur lebih awal.


__ADS_2