Menantang Cinta

Menantang Cinta
hati yang luka


__ADS_3

Eldira bangun lebih pagi selain menyiapkan sarapan eldira juga sudah menyiapkan bekal untuk rasya. Eldira juga menyiapkan pakaian kantor suaminya dan air hangat untuk rasya mandi.


"ibu sudah pandai memasak" ucap wati membantu menyiapkan nasi goreng untuk sarapan.


"terimakasih wati, jangan lupa kamu sisihkan bagian kamu" ucap dira tersenyum.


"sudah bu, terimakasih" jawab wati sambil berjalan ke arah dapur.


Terlihat rasya turun dan merapikan dasi. Sudah bersiap berangkat ke kantor.


"ayo sarapan bang" eldira menyambut suaminya.


"wah sudah siap ya, bekalku juga sudah siap" jawab rasya sumringah.


"sudah" jawab eldira sambil tersenyum kecut


"aduh ra, maaf aku lupa tolong ambilkan tas kantorku" rasya duduk dimeja makan


"iya sebentar, itu memang tugasku" jawab eldira naik ke lantai atas


Selesai mengambil tas eldira turun kembali ke meja makan menemani rasya sarapan.


"abang udah baikan?" tanya eldira


"udah, kamu juga sarapan temeni aku, nasi goreng kamu enak" ucap rasya santai serasa tak ada masalah.


"abang gimana kemarin malam ketemu sama papanya agata?" tanya eldira menyelidik.


"gak ketemu, sampai sana entah kenapa aku tidur" jawab rasya sambil mengiris telur mata sapi dalam piringnya.


"tidur, maksudnya tidur sama agata atau bagaimana?" dengan nada tinggi eldira bertanya.


"ya gak mungkinlah sayang, mana ada aku tidur sama perempuan lain, ya aku tidur disofa rumah agata" jawab rasya tak merasa bersalah.


"tapi bisa ya, tidur sambil balas chat aku?" tanya dira sambil mengecek chat masuk dalam ponselnya.


di scrollnya naik turun chat bahkan panggilan masuk dari rasya tak ditemukan, ini aneh, batin eldira.


"kapan kamu chat aku, kapan aku balesnya, kepalaku masih pusing kemarin makanya aky tertidur, bangunnya aku langsung pulang kok" rasya menyelesaikan sarapannya.


"kamu jujur kan bang? Nanti sharloc ya kalau kemana2" ucap dira mempertanyakan.


"iya kemanapun aku pergi aku share ke kamu, tapi aku gak suka ya kamu curiga! Kita sudah menikah, aku akan jaga kamu itu janjiku, kalau kamu meragukanku melukai perasaanku" jawab rasya.


Sayangnya kali ini dira kurang mempercayai suaminya.

__ADS_1


"nanti malam bisa kita makan bersama?" tanya eldira.


"bisa, kamu siapkan saja ya" jawab rasya bersiap berangkat ke kantor.


"oke" jawab singkat eldira tapi tak membuat hatinya lega.


"aku berangkat" ucap rasya sambil mencium kening eldira.


"wati, kamu masukan mobil bekal bapak ya?" perintah dira dan wati mengangguk.


Rasya berangkat ke kantor dan eldira masih ingin mencari tau kecurigaannya.


Sesaat setelah rasya pergi, eldira menekan nomor ponsel agata.


"hallo ini agata" jawab suara diseberang


"maaf agata, ada yang ingin aku tanyakan, bisa kita ketemu?" tanya eldira.


"boleh ra, dengan senang hati kita kan teman, dimana?" tanya agata


"dicafe ku aja, aku akan sharloc ke kamu, 2 jam lagi aku tunggu bisa?" tanya eldira tak sabar menemui agata.


"bisa" jawab agata.


***


Di apartemen gisel bersiap ingin menemui adam dan membujuk kakak dira.


"hey... Terimakasih untuk 2 malam ini, nanti kamu pulang cepat ya, aku masih ingin menghabiskan kebersamaan ini" ucap argha diatas ranjang


"aku harus menemui adam" ucap gisel beranjak pergi meninggalkan argha.


Gisel kebingungan dengan perasaannya, entah kenapa perasaan cintanya tumbuh untuk argha dalam waktu yang singkat. Tapi gisel yakin adam adalah lelaki yang cocok dijadikan imam olehnya, walaupun adam juga tak terlihat alim. Tapi gisel merasakan adam lebih mencintainya.


***


Eldira sudah menunggu agata di cafe miliknya. Tak selang lama nampak agata mendatangi mejanya.


"hai ra" ucap agata menyapa eldira.


"hai, udah aku pesenin minunan sama camilan, kalau ga sesuai kamu bisa ganti" ucap eldira ramah.


"ini aja gakpapa ga perlu pesen lagi" jawab agata seraya duduk didepan eldira.


"maaf ya menganggu waktunya" tambah dira.

__ADS_1


"dengan senang hati dira, gimana? Ada apa?" tanya agata tanpa basa basi lagi.


"kemarin, bang rasya ketemu sama papa kamu?" tanya dira.


"papa, papa aku kan udah balik ke london ra jadi gak mungkin ketemu rasya" jawab agata sambil menyeruput minunan yang dipesankan eldira.


Eldira bingung harus percaya sama siapa, tapi kan memang rasya juga bilang ga sempat ketemu papa agata, tapi kalau memang ke london, harusnya rasya pamitnya ga harus alasan ketemu papa agata kan, batin dira bertanya2.


"apa yang kalian bicarakan?" tanya dira lagi.


"eldira, harusnya kamu tanya sama rasya, tapi baiklah karena kamu tanya sama aku, kemarin kita banya bahas kerjaan" agata merasa eldira sudah masuk kedalam perangkapnya.


"kerjaan? Jujur agata, aku denger kamu ngomong apa" dira menatap agata serius.


"omongan apa maksud kamu?" tanya agata pura2 tak paham.


"ada hubungan apa kalian?" eldira ingin mendengar jawaban agata.


"hubungan... Seperti apa yang kamu tau ra hubungan kerja" jawab agata balik menatap eldira yang nampak tegang.


"agata, aku ingin pengakuan dari kamu, aku dengar pembicaraanmu kemarin malam, entahlah tapi apa maksud kamu, kamu katakan kamu satu2nya orang yang dicintai suamiku, agata maaf jikalaupun itu benar, kami sudah menikah, tolong pikirkan masa depan kamu!" eldira mulai berbicara dengan nada serius.


"baik ra, aku akan jujur, sebelumnya aku minta maaf, tapi karena kamu sudah dengar, aku akan ceritakan semuanya" jawaban agata membuat dira sesak.


"katakan, apa yang seharusnya kamu katakan, kita sama2 wanita kan?" pertanyaan eldira membuat batin agata bahagia


"aku sama rasya menjalin hubungan belum lama ra, tiga bulan" agata menjawab dengan meneteskan air mata berharap dira percaya ceritanya.


"teruskan" ucap eldira menguatkan diri.


"kami menyembunyikan dari semua orang, apalagi kamu, tapi sahabat kamu tau ra?" kini batin eldira semakin memanas.


"itu tidak mungkin, sisi menyembunyikan kebohongan dan penghianatan" eldira menatap agata dengan pandangan sinis.


"ra, rasya tidak bisa meninggalkan kamu karena baginya komitmen adalah hal utama, aku yakin dia tidak akan bisa mengakuinya dihadapan kamu" jawab agata masih pura2 berwajah sendu.


"agata aku gak menyangka, perempuan seperti kamu, bisa menjadi sangat tak bernilai" kali ini eldira benar2 kecewa.


"aku minta maaf dira, tapi aku terlanjur mencintai rasya, aku terlalu bodoh untuk menerima janji2 nya dan semua kata manis yang diucapkannya untuku" agata semakin membuat eldira sakit


"cukup! Jangan dilanjutkan, tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, permisi!" eldira meninggalkan agata dengan hati yang luka.


Sementara agata menyeka air matanya dan tersenyum bahagia, merasa menang dengan seluruh rencananya


Eldira ingin segera menemui sisi, mencari penjelasan dengan segala yang dikatakan agata. Bagaimana bisa sisi sejahat itu, menghianatinya, tapi hati dira mengatakan tidak mungkin. Eldira ingin mencari kebenaranya. Meskipun saat ini menguatkan kakinya untuk terus melangkah, hatinya sedang tak baik2 saja.

__ADS_1


__ADS_2