Menantang Cinta

Menantang Cinta
kebimbangan


__ADS_3

Setelah memulangkan Eldira Rasya bergegas kerumah Hendi, dan untung saja Hendi ada dirumah padahal hampir tiap hari kakak sisi itu tidak pernah dirumah.


"ngapain kamu buru-buru ada masalah?" tanya hendi.


"gilska sekarang ada di apartemenku!! aku gakmau ketemu sama dia sendirian" ucap Rasya melajukan mobilnya dengan sangat cepat.


"Apa??? gilska!! ingatannya udah Pulih?" tanya Hendi penasaran.


"aku rasa begitu, dia minta balikan sama aku, dia juga mengancam ingin bertemu sama Eldira" Rasya terlihat kawatir.


"oh no!! jangan macam-macam ya sama Eldira, sekalinya kamu menyakitinya berurusan sama aku kamu Rasya!" Kali ini wajah Hendi menjadi jengkel.


"siapa yang menyakiti Eldira hen, aku sudah memilihnya menjadi masa depanku, makanya aku minta kamu temani aku ketemu gilska, aku gak mau ya dia nekat dan melakukan hal yang aneh-aneh" Rasya meyakinkan Hendi.


"baik Rasya aku akan membatu kamu, tapi skali lagi jangan sampai kamu sakiti Eldira" Kali ini nada bicara lebih rendah.


"kamu masih mencintai gilska?" tanya Hendi menatap serius kawan disampingnya. Sayangnya Rasya hanya terpaku dan konsentrasi menyetir dengan laju tinggi.


"jawab aku Rasya??? masih!!" kali ini Hendi sedikit berteriak.


"aku tidak tau Hendi, yang aku tau aku akan mempertahankan komitmenku!" jawaban rasya tidak melegakan Hendi.


"untuk apa kamu menikah dengan orang yang tidak kamu cintai, masih banyak orang yang sangat mencintai Eldira!!!" Hendi sedikit kelepasan berbicara.


Dengan refleks Rasya menghentikan mobilnya, karena terlalu mendadak membuat kepala Hendi terbentur.


"akh!!! apa yang kamu lakukan Rasya?" Hendi memegang kepalanya yang terasa sedikit sakit.


"apa maksud kamu masih banyak orang yang mencintai Eldira? kamu!!! kamu mencintainya?" tanya Rasya memegang kedua pundak sahabatnya dengan mata merah.


"ya... sejak lama aku mencintainya, tapi dia tidak pernah mencintaiku, dia mencintaimu dengan sangat dia mencintaimu!!! aku merelakannya untuk dia bahagia bukan disakiti, ayolah kawan percaya padaku, aku tidak akan menghancurkanmu, asal kamu membahagiakan eldira!" Hendi tidak bisa mengendalikan perasaanya, Rasya melepaskan tangannya dari bahu Hendi.


Dia kembali mengendarai mobil, tapi kali ini tidak ada suara dari mereka berdua, mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.


***


"selamat malam gilska!" suara Rasya membuat gilska menoleh sayangnya Rasya datang bersama Hendi.


"kenapa kamu harus membawa Hendi kesini Rasya?" tanya gilska heran.


"Tadi aku bersama Hendi, karena aku pikir harus cepat menemuimu aku tidak sempat memulangkannya" Jawab Rasya.

__ADS_1


" baiklah ayo kita naik keatas rasya kita bicarakan baik-baik dan kamu Hendi apa kabar? tapi kamu bisakan pulang sendiri ?' tanya gilska.


Sudah hampir satu jam gilska menunggu Rasya dia tidak mau keberadaan Hendi mengganggunya.


"aku baik gilska, senang ketemu kamu lagi, tapi aku hari ini mau tidur diapartemen Rasya, oh ya bukannya kamu malam ini pulang kerumah mama kamu ya bro?" ucap Hendi sekenanya.


"baiklah aku dan gilska akan berbicara disini saja, kamu naik keatas dulu aja hen?" ucap Rasya. Hendi mengangguk dan segera meninggalkan mereka berdua, setidaknya gilska tidak bisa naik ke ruangan Rasya.


"sengaja kamu sya? kamu gak mau kita berduaan?" tanya gilska kembali duduk si sofa lobi.


"aku mau makan nasi goreng aja dicafe depan! kamu temani aku ya?" rengek gilska.


"apa yang ingin kamu katakan, aku tidak punya banyak waktu?" tanya Rasya tak peduli ajakan gilska.


"Rasya sejak pagi aku belum makan, kamu tau kan aku punya magh kamu tega!!" kali ini Rasya menurut gilska, mengantarkan gilska makan di cafe depan apartemennya.


Dengan lahap gilska memesan nasi goreng ikan asin kesukaannya dengan telur mata sapi dan kerupuk udang memenuhi isi Piring.


"pelan-pelan gilska!" Rasya mengingatkan.


"sudah lama aku gak makan nasi goreng seperti ini Rasya, ijinkan aku bernostalgia perutku sangat lapar" ucapnya dipenuhi makanan dalam mulutnya.


Setidaknya Rasya menemuinya ditempat ramai, aman untuk hubungannya dengan Eldira, Rasya tidak mau kejadian sebelumnya terulang kembali. Dia tidak mau menyakiti hati Eldira.


"kamu sudah makan?" tanya gilska.


"sudah tadi aku makan malam sama mama dan calon istriku!" jawaban rasya membuat gilska menghentikan makannya.


"mama Nonik, apa kabar?" tanya gilska membuat Rasya menghela nafas panjang.


"baik, tapi dia sudah punya calon menantu baru sekarang, bukan kamu!" Rasya berusaha ketus agar gilska menyerah.


"Rasya! kamu gak akan bisa bohongi hati kamu, cinta kamu cuman buat aku, kenapa harus keras kepala!!" gilska mencoba meraih tangan Rasya. Lelaki didepannya hanya diam.


"oke kasih aku satu alasan apa yang membuat kamu memilih dia daripada aku?" tanya gilska


"komitmen!!! kamu kenal sama aku kan, aku tau kemarin aku salah sama kamu gilska! aku minta maaf! tapi kamu tau kan aku berpegang teguh sama komitmen, aku tidak mau memberi harapan yang sudah tidak ada lagi untuk kita gilska, sejak mama kamu menyuruh aku pergi meninggalkan kamu semuanya sudah selesai" Rasya mencoba meyakinkan gilska.


"pernikahan itu membutuhkan komitmen aku tau, aku juga tidak akan menganggu suami orang, aku tidak seburuk itu, tapi sebelum ada pernikahan bukankah harusnya kamu memilih orang yang kamu cintai yang menemani kamu seumur hidup kamu, orang yang akan kamu percaya melahirkan anak-anak kamu! kita punya mimpi itu Rasya, dan aku siap menikah sama kamu" kali ini gilska menangis, sesuatu yang sangat dibenci rasya, dia tidak pernah tega membuat gilska menangis.


"sekali lagi aku minta maaf gilska" Rasya menyodorkan tissue untuk gilska.

__ADS_1


"aku tidak akan menganggu pernikahan kamu, tapi sebelum kamu menikah ijinkan aku berusaha berjuang untuk cintaku!" gilska meninggalkan Rasya tanpa menyelesaikan nasi goreng yang dirindukannya saat berada di Indonesia, Rasya melihat punggung wanita yang dicintainya sudah menjauh.


"aku ingin memelukmu gilska, menikah dengan kamu, tapi semua terlambat bukan hanya hati kamu , seandainya kamu tahu hatiku juga amat perih" Ucap Rasya dalam batinnya.


***


"gimana gilska?" tanya Hendi ketika melihat Rasya nampak lesu.


"udah balik, dia bilang dia gak akan menyerah, semoga aja gak melakukan sesuatu yang aneh!" ucap Rasya ke sahabatnya.


"terus sekarang mau kamu apa?" Hendi mendengus kesal dengan sikap Rasya.


"aku anter kamu pulang dan kapanpun kamu mau tinggal disini silakan, untuk sementara lebih baik aku tinggal dirumah mama!" kali ini Hendi mengangguk dengan jawaban Rasya.


"oke aku cabut, kamu balik aja dulu kerumah!" Hendi berjalan meninggalkan Rasya.


"hei bro!! apa maksudnya, aku anter kamu pulang lah?" Rasya berusaha mengikuti langkah Hendi.


"udah gak perlu, aku mau cari cewek kamu mau ikut, ganggu aja kamu! bye" langkah Hendi lebih cepat membuat Rasya tak bisa mengikuti langkahnya, apalagi Rasya belum mengunci pintu apartemennya.


Rasya kembali ke ruangannya, dia rebahkan tubuhnya diatas kasur, matanya menatap langit-langit, gilska dan Eldira membuat kepalanya sedikit pusing, disatu sisi masa depan disatu sisi masa lalu, "apa bisa aku melepaskan Eldira, sedalam apa cintanya untuk aku?" tanyanya dalam hati.


Tiba-tiba kamarnya yang gelap menyala, ada yang menghidupkan lampu dan masuk ke kamar, dengan cepat Rasya duduk dari tidurnya.


"gilska!! untuk apa kamu kesini? siapa yang menyuruh kamu masuk?" Rasya sangat kaget.


"tidak aku tidak akan melakukan sesuatu yang akan merugikan kamu?" tambah Rasya.


"tidak Rasya, tenanglah aku tadi melihat Hendi keluar dari apartemen sendirian tanpa kamu, aku yakin kamu masih disini, feelingku benar, setidaknya temani aku mengobrol" perkataan gilska benar-benar menyulitkan Rasya.


"aku mohon, pulanglah gilska!" pinta Rasya sudah tidak tau harus bagaimana menghadapi mantan kekasihnya.


"baiklah, tapi kamu harus antar aku pulang!" rengek gilska.


"iya ayo kita pergi!" jawaban rasya membuat gilska sangat senang karena bahagia dia mengecup cepat bibir mantan kekasihnya.


"gilska!!! sudah aku katakan jaga sikap kamu!" Kali ini nada bicara Rasya sedikit keras.


"oke, maaf!" ucap gilska tak mau tau.


Keduanya berjalan ke arah lift, Rasya berniat mengantarkan gilska pulang.

__ADS_1


__ADS_2