Menantang Cinta

Menantang Cinta
moment terbaik


__ADS_3

Beberapa jam berlalu dira dan rasya bahkan sudah sampai hotel tempat mereka honeymoon, pemandangan yang sangat indah, hotelnya menyatu dengan laut.


"dira aku mau renang dulu, kamunya ga bisa ya masih halangan, lama ga sii halangan kamu?" tanya rasya


"7harian bang, sabar ya" dipandangnya rasya yang tersenyum


Eldira mengingat beberapa tahun silam saat dirinya jadi suporter basket setia rasya, seperti mimpi aja bisa menikah dengan orang yang sangat dikaguminya kala itu. Pertanyaan rasya membuat dira tersadar dari lamunan.


"kalau 7hari kita udah balik ke indo kamunya belum bisa temeni aku renang ya?" wajah rasya sedikit kecewa


"kita makan dulu aja ya, dira pesenenin makan, udah laper!! Memangnya abang ga laper ya?" tanya eldira sambil mengelus perut.


"yaudah, kamu pesen aja dulu" kali ini rasya mengikuti mau eldira.


***


Gislka dan reza kembali kerumah wajah reza sudah tak cemas melihat istrinya.


"ganti tempat honeymoon aja ya?" gisel memandang reza.


"kemana?" jawab reza


"bali aja, banyak tempat indah juga disana, lagian penerbangannya sebentar, ya?" tawar gilksa


"terserah kamu!" reza menjawabnya tak bersemangat


"kenapa? Ga suka?" gilska melihat wanah suaminya sedikit ditekuk


"ya kamu ga antusias, beneran cinta kamu buat dia udah berlalu?" tanya reza


"tuh kan bahas itu lagi, ini kram karena tadi aku mikir lo za, nanti kalau kram lagi malah ga jadi berangkat honeymoon" kata2 gilska membuat reza luluh


"jangan dong, yaudah maaf kalau aku bikin kamu mikir" reza memeluk gilska


"kemanapun, asal sama kamu aku bahagia za, kita buat kenangan indah ya" gilska membiarkan reza memeluknya dengan erat.


Dikecupnya kening gilksa dalam hatinya reza berjanji akan menjaga istrinya itu, sementara gilksa tak menyangka hadiah yang diberikan Tuhan lebih indah dari bayangannya.


***


Eldira dan rasya menikmati makanan yang dipesannya.


"ra, kamu bisa masak ga?" tanya rasya disela2 makannya

__ADS_1


"belum, masak mie instan aja yang bisa" jawab eldira tanpa dosa


"besok kalau udah balik jakarta, kamu latihan ya! Udah janji kan meskipun bekerja kalau dirumah tetap ngurus kebutuhanku?" rasya mengingatkan tugas dira


"iya, nanti dira mau belajar sama mama" dira menjawab dengan senyuman.


"ya biasanya pagi mama udah bikinin sarapan buat aku, pulang ataupun tidak makan siang juga udah tersaji dimeja oh ya satu lagi makan malam menunya beda sama sarapan dan makan siang, bisa sayang??" tanya rasya membuat eldira sedikit bimbang, apa bisa secepat itu latihan memasak apalgi dengan menu berbeda 3x dalam satu harinya.


"kamu belajar sama mama nonik juga gakpapa kok" kali ini rasya tersenyum melihat muka eldira seperti agak bingung


"ya, gampang nanti aku atur" jawab eldira yakin.


"makasih ya ra, aku yakin kamu pasti bisa, aku gak sabar dimasakin kamu, terus kamu punya menu andalan yang nantinya jadi favoritku" kali ini rasya mengelus rambut istrinya.


Mereka melanjutkan makannya dan bersenda gurau.


***


Keluarga Eldira balik kerumah, mama kelihatan kecapean setelah acara pernikahan putrinya.


"ma, udah ga usah sedih! Dira udah bahagia" ada mendekati mamanya yang duduk disofa


"ya ampun dam, kok ya cepet ya dira nikah, dulu kita kenalnya sama delon, kemana2 mereka berdua, ternyata jodohnya sama rasya, tadi kok mama ga lihat delon ya dam?"


"tapi pasti dira undang kan, silaturahmi itu kudu tetep dijaga, perasaan mama ke rasya itu belum sepenuhnya percaya, mereka menikah dari perkenalan itu terlalu cepat, tapi semoga perasaan mama salah, doa terbaik mamalah buat dira"


"mama jangan kepikiran, mama aja nanti yang sering2 kerumah dira kan juga bisa ma, ya kan?" adam berusaha menghibur mamanya.


"ya, semoga aja mereka cepet dikasih momongan mama ga sabar deh, punya cucu eh dam, kamu kapan seriusnya sama gisel?" tanya mama membuat adam kaget.


"nah ini, gisel itu lagi sibuk sibuknya, katanya menikah itu belum menjadi prioritasnya, padahal baru kali ini adam mulai serius sama cewek, mama doain ajalah hatinya terbuka"


"kamu itu kurang meyakinkan dia, takut kamu kecewain pasti!! Yaudah mama mau tidur dulu, kamu ke apartemen argha ya? Kamu bilang sama dia balik kerumah ini aja biar rame!" mama beranjak dari sofa


" mama kan tau, argha itu maunya tinggal sendiri, adam gamau ah?" tolak adam


"coba aja dulu, belum juga dicoba, mama gamau tau besok argha udah harus balik kerumah ini" kali ini mama berjalan masuk kearah kamar.


***


Eldira mengabadikan momen2 indah mereka berdua, bahkan sudah beberapa kali ganti baju dengan view yang berbeda.


"udah banyak ini fotonya" rasya memindahkannya dilaptop

__ADS_1


"waa bagus semua, bentar habis ini dira mau upload ke medsos" tawa sumringah eldira membuat rasya ikut bahagia.


Semoga saja dira bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk anaknya kelak, batin rasya.


"bang photo kita di seaplane tadi bagus kan view bawahnya kelihatan" tanya dira sangat antusias


"kamu upload sekalian aja dimedsos" jawab rasya.


"abang juga bisa kan upload dimedsos?"


"nantilah gampang, ga harus sekarang kan" jawaban rasya tak membuat eldira lega.


"hmm, yaudah dira mau istrahat mau tidur dulu, abang silakan kalau mau renang!" dira menuju tempat tidur sementara rasya masih asik dengan laptopnya.


Melihat photo2 eldira dan dirinya rasya senyum sendiri.


"ya kamu istrahat aja, bobo dulu besok kita jalan2 dan pastinya kita abadikan momen2 terbaik lainnya"


Eldira menyamankan posisi tidurnya, terlihat kelelahan, rasya memandang istrinya dari kejauhan.


***


Reza menatap pigura pernikahannya diruang tamu, perutnya tiba2 berbunyi.


"kamu laper ya? Sebentar aku ambilkan makan ya?" tanya gilska.


"ga usah tadi ada sop sama perkedel, kamu yang nyuruh bibi masak?" reza balik bertanya


"kamu ga suka, atau aku pesen dulu makanan lain?" tawar gilska.


"bukan itu maksudku, kamu yang duduk ya aku yang ambilkan makanannya, aku mau suapin kamu, jangan kecapekan biar besok kita bisa berangkat, okey!" reza berjalan menuju ruang makan


Gilska melempar senyum karena perhatian reza. Dengan cepat reza membawa piring dengan isian lengkap sayur sop, ayam goreng dan perkedel kentang dengan porsi yang sangat banyak.


"za aku gak mungkin habis!! sebanyak ini, ini banyak banget lo!!" tolak gilska melihat isi piring reza


"dengerin dulu, aku suapin kamu ga boleh protes!! tapi aku makan sekalian jadi sepiring untuk kita berdua, kamu juga denger kan tadi perut aku keroncongan" jawab reza sambil duduk disamping gilska.


"oh ya ampun, baik suami aku!" gilska gemas dan mencubit pipi suaminya.


"eh kamu, berani ya! Awas nanti aku bales ya kalau udah ga kram" reza gantiam mencium pipi gilksa.


"yaudah cepetan suapin aku ga sabar?" tanya gilska.

__ADS_1


Dengan sabar reza menyuapi istrinya, sesekali dirinya ikut makan. Pernikahan mereka kini tidak berdasar kesepepakatan apapun. Gilska tak menduga reza yang dulu terlihat dingin saat berjumpa, tapi sekarang begitu hangat dan menyayangi dirinya. Dalam hatinya merasa beruntung memiliki suami seperti reza.


__ADS_2