
Sepertinya suasana malam tak merubah kegundahan yang dirasakan Eldira, ditatapnya kak Adam menikmati makan malamnya dengan lahap, maklum sudah beberapa tahun meninggalkan Indonesia mungkin bentuk kerinduannya dengan makanan Indonesia.
"kamu ga makan?" tanya kak Adam menatap Eldira yang hanya menyeruput jus lemon.
"gak, kakak aja yang makan, Dira seneng kakak udah ada diindo" Eldira menyodorkan tempe kemul kesukaan kakaknya.
" sejak kapan kamu pilih makanan? udah ayo makan, ga usah mikirin cowok kalau waktunya makan tetap makan!" kak Adam memaksa Eldira yang tetap enggan.
"kak udah punya cewek belum?" tanya Eldira penasaran.
"cewek!!! ribet amat urusan Ama cewek" jawabnya disela-sela makan.
"tipe kakak yang seperti apa? Dira bisa cariin?" tawar Eldira lagi.
"udah ga usah, kamu pikir kakak ga laku apa harus dicariin, tapi jujur aja ni kalau cewek sih banyak untuk dijadikan teman jalan aja cukup kalau untuk serius nanti aja, enjoy my life Dira, nikmatin aja!" kak Adam masih aja sama seperti dulu, santai tapi urusan pekerjaan nomer satu baginya.
Sudah menghabiskan seluruh sajian, lengkap camilan-camilan yang membuat lemak semakin banyak dalam tubuh, wajah kak Adam tampak lebih sumringah.
"kenyang Eldira, ya ampun ini baru makanan" ucapnya.
"udah lama ya ga makan masakan Indonesia, apa yang dikangenin?" tanya Eldira.
"ya pasti nasi Padanglah hahhaa, ada sih disana tapi menurut kakak rasanya tetep enak disini!"
"terus kenapa tadi gak makan nasi Padang aja?" tanya Eldira.
"kan masih ada hari esok Dira, gimana kamu Sama delon ada masalah?" tanya kak Adam siap mendengarkan cerita.
"udah putus kok!" jawab Eldira ketus.
"kenapa emangnya? urusan Ama aku ya nyakiti adek kesayangan aku!" kak Adam sedikit melotot.
"Dira yang putusin kok, soalnya Dira jatuh cinta Ama cowok lain!" Dira menatap keramaian didepannya.
"kok bisa!! gimana ceritanya??" kak Adam semakin penasaran.
"nanti aja ya, diperjalanan pulang Dira ceritain, ayo balik" Eldira beranjak berdiri. kak Adam hanya nurut apa kata Eldira.
Sepanjang perjalanan pulang Eldira menceritakan secara detail awal putus sama Delon, sampai dia ketemu sama Rasya, janji Rasya yang akan menikahinya lengkap tanpa terkecuali juga kegundahan Eldira yang secara tiba-tiba Rasya menghilang tanpa kabar.
__ADS_1
"kalau cowok tanpa kabar, artinya jelas dia lagi bimbang??" kata kak Adam membuat Eldira menatap lekat kakaknya.
"bimbang untuk apa?" tanya Eldira.
"dari seluruh cerita kamu, menurut kakak, Rasya itu belum bisa mencintai kamu, dia masih mencintai mantan kekasihnya itu, karena kalau dia cinta sama kamu, dia akan tegas gak ngumpet-ngumpet gak jelas gini, udah deh balikan aja sama Delon, toh Delon udah siap nikah kan sekarang" ucap kak adam sembari fokus menatap kedepan karena lagi nyetir.
"gak bisa gitu dong kak, Dira kan sekarang cintanya sama Rasya!" kali ini Eldira tak kuasa membendung air matanya.
"udah jangan nangis, kamu mau nikah kan, ya harus sama yang cinta sama kamu dong?" kak Adam masih saja membuat Eldira tambah nangis.
"yang punya hati kan Dira bukan kakak, nikah harus sama orang yang Kita cinta dong kak!"
"yaudah kalau gitu ga usah nangis kamu tunggu aja itu Rasya!" kak Adam mencoba menenangkan Eldira.
Sesampainya di pelataran parkir rumah, Eldira bergegas masuk dan mengunci diri di kamar seakan tahu dengan perasaan adiknya kak Adam membiarkan Eldira menyendiri.
" kenapa itu Dira?" tanya mama belum juga tidur padahal sudah larut malam.
" mama kok ga tidur ma, udah malam?" tanya Adam balik.
"mama nungguin kalian, jawab dulu pertanyaan mama kenapa sama Eldira?" mama menunggu jawaban kak Adam.
***
Pagi ini Eldira nampak lebih segar dan bersiap berangkat kerja, melihat seisi rumah sibuk dengan urusan masing-masing Eldira berangkat tanpa berpamitan.
Sesampainya di kantor disibukanlah dirinya agar tidak terfikir tentang Rasya, batinnya masih perih sampai beda haripun Rasya tetap tak bisa dihubungi, dicoba nya telpon berkali-kali tapi tetap tidak diangkat, Pesan dari eldira tak satupun dibalas, padahal ponselnya selalu online. Jika memang Rasya tak ingin meneruskan hubungan apa begini caranya batin Eldira .
"pagi Dira!" sapaan lelaki yang membuat matanya membulat.
"Delon, ada meeting atau apa?" tanya Eldira sedikit bersemangat.
"iya harusnya ada meeting tapi masih dua jam lagi ditunda katanya, boleh aku ikut keruangan kamu skalian minta brosur yang kamu janjiin?" tagih Delon yang berjalan beriringan.
"boleh ayo!" jawab Eldira berjalan ke ruangannya
"dari mana kamu?" tanya Delon ramah.
"habis anter laporan diruangan Pak Hanif" jawabnya seraya membuka pintu ruangannya dan mempersilakan Delon masuk
__ADS_1
"kamu duduk disofa dulu aja, bentar aku Carikan brosur terbaru!" Dira duduk dimeja kerjanya seraya membuka-buka lemarinya mencari brosur untuk Delon, stelah ketemu Eldira duduk di sofa samping Delon.
"ini kamu pilih aja, aku kasih diskon nanti buat kamu?" Eldira menyodorkan beberapa brosur rumah yang sedang digarap perusahaannya.
"menurut kamu bagus yang mana Dira, bisa gak kalau misalnya yang Deket sama kantor kamu, biar gak jauh dari kantor?" tanya Delon membuat Eldira mengernyit.
"maksudnya gimana ni?" eldira melirik Delon.
"gak becanda, siapa tau masih ada peluang untuk jadi calon suami" Delon tersenyum menggoda Eldira.
"kamu, gimana sama Vania? udah tertarik belum?" tanya Eldira mengalihkan pembicaraan.
"udah dari dulu kan aku tertarik sama Vania!" jawaban Delon mengagetkan Eldira.
"oh masa!! kok aku baru tau, jadi bagus dong kalian tinggal melanjutkan ke arah yang lebih serius!" jawab Dira sedikit tegang.
"kamu gak cemburu kan Ra?" ucapan Delon membuat Eldira memerah.
"no!! buat apa aku cemburu, kamu pantas menata masa depan!" Eldira menyembunyikan sedikit kecemburuannya.
"tapi bukan Vania, aku kenal seseorang yang aku pikir perempuang yang spesial, sepupuku mengenalkannya dia wanita yang Sholehah wanita yang baik, semoga jodoh, doakan ya Ra?" jawaban Delon kali ini benar-benar membuat jantungnya berdetak serasa ada ketidak relaan Eldira.
"pasti akan aku doakan yang terbaik buat kamu, berarti kalian akan menikah?" tanya Eldira penasaran.
"segera, keluarga kan juga udah kenal jadi semoga secepatnya ya Dira, cantik banget orangnya" senyum Delon seakan membuat tambahan luka untuk Eldira.
"semoga lancar" jawab Eldira menunduk.
"kamu sendiri, bagaimana apa udah ada persiapan pernikahan?" tanya Delon basa-basi
"Masih nunggu calon mertua balik ke Indonesia, semoga secepatnya juga baliknya biar rencana baikku dilancarkan!" masih ada banyak harapan dalam jawaban Eldira.
"aku doakan yang terbaik untuk kamu ya Dira" Delon berdiri membawa brosur ditangannya.
"semoga calon istriku cocok dengan rumah-rumah yang kamu tawarkan, secepatnya aku akan kabari kamu ya, bye Dira!" Delon beranjak keluar ruangan Eldira.
"bye Delon" ucapnya lirih tak bertenaga.
Bahkan Delon pria yang sangat mencintainya kini berbinar membicarakan calon istri, masa depannya tergambar jelas, bagaimana dengan Eldira. Eldira masih bingung apakah keputusannya memilih rasya dan meninggalkan Delon adalah pilihan yang tepat, salahkah Eldira memilih orang yang lebih dicintai untuk masa depannya bahkan seluruh hidupnya. Ataukah dia terlalu egois untuk perasaanya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain, jika memang Rasya mencintai valleria gilska bukankah harusnya Rasya memperjuangkan cintanya untuk hidupnya, siapkah Eldira menikah dengan orang tanpa hati untuknya, air matanya kembali menetes di pipi mulusnya.
__ADS_1