Menantang Cinta

Menantang Cinta
makan malam penuh ketegangan


__ADS_3

makan malam segera dimulai tinggal menunggu kedatangan argha dan gisel.


"mama seneng banget, ga sabar nunggu baby kamu keluar" ucap mama sumringah.


"mama bisa aja, baru juga hamil" eldira tertawa.


"oh ya, dira mungkin akan sering2 kesini ma, dira mau resign" ucapan eldira membuat seisi ruangan kaget.


"Bukannya kamu itu suka berkarier ra, kok mendadak?" tanya papa


"dira pikir, baby dira lebih utama pa. Menunggu kehamilan ini penuh kesabaran, dira ingin meniknati masa-masa mengandung tanpa stres dan kesibukan" jawab dira.


Eldira sudah banyak berubah, sebenarnya papa dan mama sangat menyayangkan, apalagi posisinya dalam pekerjaan juga tidak dengan mudah didapatkan. Tapi apapun itu keputusaanya semua ada ditangan dira.


"adam kamu telpon gisel, nyampe mana?" tanya mama tak sabar.


Ada bunyi klakson diluar, adam hanya tersenyum.


"itu pasti gisel, kita tunggu sebentar ma" jawab adam tersenyum.


Tak lama gisel masuk kedalam rumah, langsung menuju ruang makan. Langkahnya terlihat oleh semua orang yang sudah menunggu, yang tadinya tersenyum mendadak menghentikan senyumnya tatkala melihat langkah gisel dibarengi dengan argha disampingnya,melingkarkan tangannya dilengan argha.


Sanpai mereka mendekat jarak hanya beberapa langkah dari meja makan gisel tetap tak melepaskan tangannya.


"selamat malam maaf kita terlambat" gisel memberikan salam.


Semua mata masih tertuju padanya, hanya adam yang terbahak.


"sayang, sudah jangan membuat semua orang kebingungan, lepaskan tanganmu jangan bercanda lagi" ucap adam mengira yang dilakukan gisel hanya untuk mencairkan suasana.


"oh, kalian bercanda ya, jantung mama sudah mau copot! Ya sudah gisel ayo duduk, argha duduklah nak" ucap mama akhirnya tersenyum.


Eldira dan rasya yang tadinya terkejut berusaha menstabilkan pikirannya. Eldira jadi teringat perkataan reza.


Gisel segera melepaskan pegangangnya dan duduk, Entah kenapa nyali yang tadinya terbangun untuk memberitahukan semuanya kembali menciut.


Argha kecewa dengan sikap gisel yang tiba2 berubah.


"gimana sayang castingnya?" tanya adam.


"belum dikabari hasilnya" jawab gisel.


"karena semua sudah datang, langsung saja kita mulai makan malamnya ya, sebelumnya ada kabar baik untuk kita semua" mama kembali tersenyum.


"terimakasih buat semua yang sudah hadir dirumah papa, dan papa harap pertemuan seperti ini sering2 ya? Papa dan mama sudah mulai menua, jadi kebersamaan seperti ini menjadi penghibur untuk papa dan mama" Papa juga terlihat bahagia dengan adanya makan malam keluarga, yang sudah lama tak diadakan.

__ADS_1


Suasana masih sedikit hening, semua mendengarkan perkataan mama dan papa.


"silakan eldira, sampaikan yang perlu disampaikan?" papa menatap eldira.


"langsung aja ya, yang belum tau untuk gisel dan kak argha, kalau saat ini eldira sedang mengandung" ucap eldira membuat semuanya bertepuk tangan.


Mama dan papa lagi2 tersenyum. Tak ketinggalan rasya dan kak adam. Gisel segera berdiri dan mendekat ke kursi dira lalu memeluknya.


"selamat ya dira, semoga sehat2 ibu dan baby sampai lahiran" jawab gisel terlihat antusias.


Sementara tatapan argha tetap dingin.


"selamat ra" ucap argha singkat.


"ayo-ayo! Langsung aja kita makan, keburu dingin" mama mulai mengambilkan papa nasi agar semua juga segera menikmati hidangan.


Eldira melayani suaminya, mengambilkan nasi dan lauk. Sementar gisel sedikit kebingungan, mata argha menatap tajam seakan ingin segera memberitahu kebenarannya. Jika gisel mengambillkan nasi untuk adam. Pasti argha sangat kecewa, tapi jika tidak pasti semua orang juga curiga.


"sayang, tolong ambilkan aku makan!" perintah adam.


adam mengagumi kecantikan gisel malam ini, tak sabar ingin segera menikahinya.


Tanpa menjawab gisel melayani adam, selesai mengambilkan adam gisel kembali mengambilkan nasi dan lauk.


"argha, ini cukup" gisel memberikan piring kepada argha.


Argha tak mengeluarkan sepatah katapun, langsung mengambil piring yang disodirkan gisel untuknya.


Adam sedikit kecewa dengan argha yang tak mengucapkan terima kasih, padahal gisel sudah berniat baik.


"setelah ini, kita akan disibukan dengan pernikahan adam, jadi harus sering2 bertemu seperti ini" disela-sela makan mama mengingatkan semuanya.


"itu maunya mama kita semua sering berkumpul kan?" eldira ikut tersenyum.


"gisel, kemarin mama sudah pilihkan catering terbaik, itu sponsor dari mama" dengan antusias mama ingin memberikan hadiah.


"waaa...terimakasih ma" adam kegirangan.


"kamu kasih sponsor apa ra, mumpung belum bersiapan?" tanya adam tengil.


"dekorasi dira aja, ya dira kasih sponsor dekor" jawab eldira yakin sambil menatap suaminya.


Rasya mengangguk dan tersemyum tanda setuju.


"tapi sponsor itu beda dengan hadiah ya? mama dan dira juga harus tetap kasih hadiah?" pertanyaan kak adam membuat semua tertawa.

__ADS_1


Gisel hanya tersenyum tipis, hatinya kembali ragu. Terjebak disituasi seperti ini.


"bro!! Kamu mau kasih kado apa?" tanya adam menepuk lengan argha.


Argha yang sedari tadi sudah berusaha diam, menarik nafas panjang dan melepaskan.


"Adam, aku ingin minta maaf padamu dihadapan seluruh keluarga yang ada disini, dan untuk tante dan om, terimaksih selama ini sudah sangat baik sama argha" ucapan argha dihentikan dengan jawaban adam.


"argha!! Janganlah kamu pamit sekarang, tunggulah sampai pernikahanku" adam seakan belum paham dengan apa yang diungkapkan argha.


"Dengarkan aku dulu dam" argha menata perkataannya.


Tangan Adam mempersilakan argha melanjutkan ucapannya.


"Entah dari mana aku harus mengatakan semua ini, akuu... memendam rasa bersalah untuk kalian" argha memulai pengakuannya.


"argha cintamu untuk eldira sudah berlalu, kita akan melupakan semuanya, jangan pergi!! Kau bilang sudah ada cinta baru yang kau perjuangkan" adam lagi2 menyela ucapan argha.


Ucapan adam membuat semua kaget terlebih eldira dan rasya.


"maaf, apa maksud ucapan kak adam?" tanya eldira takut salah dengar.


"teror kamu ra, semua dari argha sebelum kedatangannya kesini, argha sudah setahun tinggal dijakarta, dia mencintai kamu? Tapi itu dulu ra, toh sudah lama kamu tak mendapat teror kan?" tanya adam.


"nona d, itu kak argha! Jahat banget kamu kak, dira ga terima lho, apa alasannya?" eldira bernada tinggi karena tak bisa menahan kesal.


Rasya memegang kedua pundak istrinya dari belakang, berusaha menenangkan.


"argha, tolong jelaskan, mama ga paham?"


"eldira, oke aku minta maaf membuat kamu takut saat itu, dan semua teror. Tapi yang ingin akui saat ini bukan itu, benar aku pernah mencintaimu, aku minta maaf atas kelancanganku, tapi itu dulu dira" eldira tak terima dengan jawaban argha.


"kenapa kak adam menyimpannya, ga bilang sama dira kak?"


"ra, kakak juga baru tau minggu lalu, ga sengaja membaca catatan argha, kakak pikir kamu juga sudah menikah dan sekarang argha juga sudah mencintai orang lain, jadi untuk apa kakak bahas" adam mempertahankan pendapatnya.


"tetap saja, kak argha dira tak terima ya diteror seperti itu, dira ga menyangka jahat banget, mana ada cinta meneror ga jelas" dira mengungkapkan kekecewaanya.


Gisel hanya bisa menelan ludah. Mendengar kekacauan didepannya.


"sekali lagi maaf dira, dan adam! Awalnya aku ingin pergi dari jakarta, tapi kau suruh aku perjuangkan cinta baruku, kau bilang tak adil membiarkannya menikah dengan orang lain padahal cinta baruku berselingkuh dari pasangannya denganku, aku ingin menyelamatkan pasangannya dari cinta terlarang kami" Dengan lancar argha memberikan pernyataan.


Deg.... Dada gisel mulai berdesir, ada ketakutan ada air mata tertahan. Argha benar2 akan mengatakan semuanya. Mulutnya tertutup rapat tak mampu menghentikan semua penuturan argha. Ingin rasanya gisel berlari meninggalkan semua orang dirumah ini. Tapi hanya mampu terdiam.


Dan adam tersenyum bangga argha mau menuruti kata2nya.

__ADS_1


"kau memang harus melakukan itu bro! Dira sudahlah, yang berlalu lupakanlah, maafkan argha" jawab adam.


"Dengarkan aku semuanya" Semua mata kembali tertuju pada argha yang bibirnya sudah tak sabar mengungkap hubungannya dengan gisel.


__ADS_2