
Sampai dikantor rasya segera masuk dan menuju ruangannya. Bajunya sedikit basah karena keringat.
"pak galih, bisa keruangan saya" rasya menyuruh salah satu karyawan kepercayaannya dikota tersebut.
"baik pak" ucap galih mengikuti langkah rasya.
"bapak disini tinggal dimana?" tanya rasya.
"saya tinggal di mes pak"
Rasya baru ingat kantornya menyediakan mess untuk karyawan tapi seingat rasya messnya sedikit kotor kurang terawat.
Tak mungkin jika rasya harus tinggal di mess.
"apa masih ada kamar kosong?"
"penuh pak"
Rasya kembali berpikir apalagi mess itu hanya berukuran 3X4 jadi satu dengan lemari pakaian dan perlengkapan karyawan lainnya.
Rasya mengingat beberapa hotel yang disinggahinya yang katanya penuh, padahal parkirannya lenggang. Jangan2 memang disabotase agata.
"pak galih, tolong pesankan saya kamar hotel dengan ktp mu, bisa?"
"untuk apa pak?" pak galih sedikit kaget.
"saya pikir2 tak mungkin kan jika harus tidur di mess?"
"jelas ga mungkin, Masa Pak rasya tidur di mess" pak galih tersenyum.
"sayatadi kecopetan pak, ktp ponsel semua hilang, untuk menginap membutuhkan ktp, Pak galih tau kan apa yang harus pak galih lakukan?"
"membookingkan kamar untuk bapak, bisa pak" jawab galih.
"iya pak , kalau sudah pak galih bisa bawa kartu kunci kesaya. Tenang Pak akan saya ganti 2juta untuk peminjaman ktp bapak" ucapan rasya membuat galih tersenyum.
"baik pak siap" galih segera meninggalkan rasya mencarikan hotel untuk rasya menginap.
Sejam berlalu galih kembali dengan wajah tersenyum.
"bagaimana, sudah?" tanya rasya.
"ini Pak kartunya" jawab galih.
"oke, terimakasih, kamu bisa cek e banking, sudah aku transfer tipsnya Pak galih" rasya juga tersenyum.
"terimakasih pak"
"sama2"
Persoalan penginapan sudah beres, nyatanya agata mensabotase semuanya. Penginapan yang sempat didatangi rasya dan katanya penuh, nyatanya galih bisa menginap disana.
"apa kau pikir kau cerdik agata, lihat saja aku tak suka diancam"
***
Agata tampak rapi dengan pakaian kerjanya. Bersiap ke kantor agata menunggu rasya dilobi, senyumnya kembali merekah ketika melihat rasya kembali menghampirinya.
__ADS_1
"wah bajumu basah, harusnya kau mengikuti saranku rasya" bisik agata puas.
Agata yakin rasya mengitari kota dan tak mendapatkan penginapan.
"kau benar agata, aku membuang tenaga dan waktuku" rasya ikut tersenyum.
"oke, tak perlu buang waktu masukan kopermu kekamarku! Segeralah mandi, akan aku tunggu kau disini, atau perlu kutemani" goda agata.
"tidak perlu, kamu berangkat saja dulu" rasya meyakinkan agata
"ini kunci kamar" agata menyerahkan ke rasya.
"oke, sesegera mungkin aku ke kantor agata"
"see u" jawab agata membalikan badan dan beranjak.
Dengan semangat membayangkan rasya yang akan tidur sekamar dengannya malam ini, harapannya selama ini tak sia2 batinnya senang.
Sebelum kembali ke hotel rasya sempat membeli ponsel dan kartu untuk menghubungi eldira.
"hallo ra, aku minta maaf ya" ucap rasya setelah tersambung.
"aku susul ya?" tanya dira.
"ga usah, kuusahakan secepatnya balik. Nanti aja setelah aku pulang kita berlibur ya?" bujuk rasya agar eldira tak marah.
"dira percaya sama abang, jaga kepercayaan dira ya, agata suka nekat" dira mengingatkan.
"ya sayang, aku akan berusaha menjaga rumah tangga kita, aku takut kehilangak kamu ra"
"kenapa bilang begitu?" tanya dira membuat otaknya berpikir.
"kenapa pake nomor baru?" tanya eldira.
"tadi aku kecopetan, makanya baru sempet hubungi kamu"
"ya ampun, abang gakpapa? Dimana? Kapan kecopetan?"
"gakpapa, abang baik2 aja makanya bisa nelpon kamu, ga usah kawatir ya, semua udah aman"
"syukurlah kalo gitu, hati2 ya"
"iya, yaudah, bye ra" rasya menutup sambungan teleponnya.
Hatinya lega bisa menghubungi eldira. Agata semakin membuatnya geram, rasya harus mencari rahasia kelam agata, apapun itu. Agar terbebas dari ancaman. Rumah tangganya dengan Eldira sedang harmonis. Gilskapun sudah menemukan cinta barunya, Rasya tak ingin hanya karena ancaman rekan kerjanya itu, rumah tangganya jadi hancur.
Rasya berjalan ke resepsionis.
"ini kunci nomor 328, nanti kalau pemiliknya datang berikan saja padanya" ucap rasya.
"baik pak"
Rasya berbalik dan berjalan kedepan membawa koper yang tadi sempat ditinggalkannya dilobi hotel. Segera mencari taxi online dan menuju penginapan yang tadi sudah dipesankan galih karyawannya. Setelah sampai dipenginapan rasya Tak ingin membuang waktunya. Menyegarkan diri karena keringat akibat berlarian mengejar copet.
***
Agata sampai dikantor, dan segera keruangan rasya. Dilihat sekeliling, ada photo eldira dimeja. Ditutupnya photo tersebut dengan sinis.
__ADS_1
"akan kupastikan kau kehilangan suamimu, rasya hanya jual mahal, aku yakin dia juga tertarik padaku" ucapnya seorang diri.
Sebenarnya agata tak terlalu suka datang ke kantor mengecek keadaan seperti yang dilakukannya sekarang. Tapi tak ada pilihan lain untuk menjauhkan rasya beberapa saat dari istrinya. Agata ingin menggunakan waktu sebaik mungkin untuk menjerat rasya.
***
Sementara dirumah eldira bersiap pergi kerumah mamanya.
"wati, aku kerumah mama ya?"
"iya bu" jawab wati.
"kak adam ga lama di indonesia, aku ingin menghabiskan waktu sebelum dia benar2 keluar negri" eldira berjalan keluar diikuti wati yang akan menutup pintu rumah.
"kunci juga pagarnya wati!" ucap eldira sebelum berlalu
"baik" jawab wati santun.
Eldira masuk ke dalam mobil dan mulai melajukan mobilnya ke rumah mamanya.
"ah sudah lama tak main kerumah nando" ucap eldira tiba2 didalam mobil.
Sebelum menuju rumah mamanya, eldira me galihkan setir menuju rumah gilska.
"sebentar saja, setelah itu baru kerumah mama" eldira tersenyum sambil menginjak gas.
Eldira sampai juga dirumah gilska, segera turun dari mobil dan memencet bel.
"hai ra" sapa gilska ramah, sedikit kaget karena masih aneh melihat eldira kini sangat manis padanya.
"dimana malaikat kecilku gilska" eldira tertawa lirih sambil menutup mulutnya.
"kamu telat, dia sudah tidur, ayo masuklah" gilska ikut tertawa.
"sayang sekali, oke akan kutunggu hingga bangun" jawab eldira sambil masuk ke dalam rumah.
"ya tunggu saja tante dira, akan aku buatkan minum sebentar ya?" gilska menyuruh eldira duduk.
"tunggu" eldira menarik tangan gilska.
"tak perlu, kita mengobrol saja dulu" ujar dira sambil mengernyit.
"sebentar saja ra, akan kusuruh asistem membuatkan ya" gilska tetap beranjak.
Eldira akhirnya duduk disofa melihat sekeliling rumah gilska. Reza pasti sedang dikantor batinnya.
"ini untukmu, minumlah" tak selang lama gilska kembali membawa minuman.
"kamu ini suka repot" eldira tak enak hati.
"oke, mau ngobrol tentang apa?" gilska menyamankan posisi duduknya.
"jika tentang suamiku, apa kau keberatan?" tanya eldira menatap gilska.
"akan aku dengarkan" jawab gilska sedikit kikuk.
"dia pergi keluar kota dengan investor salah satu perusahaanya diluar jawa, namanya agata" eldira kembali menatap gilska.
__ADS_1
"kau cemburu?" tanya gilska menebak.
"setauku agata pernah memfitnah suamiku, dan sejak itu aku lebih percaya suamiku daripada dia" jawab eldira.