
Setelah memilih untuk Mencari butik lain, Eldira menemukan gaun yang dipilihnya harganya justru jauh lebih murah, gaunnya berwarna peach cocok dipakai Eldira.
"cantik Ra, yang cantik gaunnya?" goda sisi membuat Eldira mendelik.
"oke gaun udah dapet sekarang kita makan siang ya si, maaf ya bikin kamu laper?" Eldira menatap sisi yang kelelahan
"ini makan sore menjelang malam Ra, kamu ga lihat udah hampir jam5" sisi sudah keletihan.
"udah ayo kita turun, kita makan dicafe bawah ya!" tarik Eldira setelah membayar gaun.
Butik yang kali ini dipilih Eldira letaknya ada didalam mall jadi lebih mudah untuk mereka mencari makanan setelahnya.
Setelah turun kelantai dua Eldira memilih salah satu resto untuk segera mendiamkan perutnya yang sudah keroncongan, setelah memesan makanan dan minuman terlihat sisi nampak semangat menghabiskan pesanan Eldira.
"maaf ya si?" ucap Eldira dan sisi hanya mengangguk sembari mengunyah.
Apa jadinya jika tadi Eldira mencari gaun seorang diri tanpa sisi, apalagi harus bertemu dengan gilska.
"kamu cemburu ya Ra?" ucap sisi disela makannya
"sama siapa, gilska?? apa yang harus dicemburui!" tanya Eldira berusaha menutupi kecemburuannya.
"ya sekelas gilska keder iya kalau aku!" kali ini sisi membuat Eldira tersenyum
"menurut kamu gilska cantik?" tanya Eldira mengangetkan sisi.
"ya cantiklah, gimana si! maaf ya Ra aku ga bohong kamu gpp kan?" sisi sedikit canggung
"dia memang cantik, gimana kalau suatu saat bang Rasya tertarik lagi sama gilska, aku harus apa si?" tanya Eldira menatap sisi dengan sedikit senyum getir
"ah jangan ngomong yang aneh-aneh buktinya akan ada makan malam kan, kamu yang dipilih kalau udah nikah udah aman kan?" sisi berusaha menenangkan Eldira meskipun Eldira tau kemungkinan itu pasti sebenarnya sisi tak menepisnya
"tapi bisa jadi kan si, kamu aja yang cewek ngelihat dia sadar kan kalai gilska cantik banget, apalagi bang Rasya!" Eldira membuat sisi merasa bersalah
__ADS_1
"cinta itu karena kenyamanan Eldira, bukan hanya paras yang cantik, udah ga usah mikir aneh-aneh kamu makan yang banyak, banyakin tenaga besok kamu masih harus cari catering kan?" sisi memberi semangat Eldira,dan kali ini Eldira tidak ingi memperpanjang obrolannya, Eldira melanjutkan makannya.
****
Malam harinya Eldira memutuskan untuk istrahat tanpa kesibukan, senyumnya merekah dia memandang cermin dan dicobanya gaun yang tadi dia pilih sendiri, nampak gadis cantik terlihat dicermin itulah dirinya, sebenarnya aku juga tak terlalu jelek kan ucapnya dalam hati, Delon saja sangat mencintai aku, Eldira berusaha mengumpulkan kepercayaannya, terlintas nama Delon dalam benaknya, jika saja makan malam ini dengan keluarga Delon pasti Delon sangat menyukainya, tapi bukankah sekarang Delon sudah mempunyai kekasih baru, seperti apa ya pasrasnya Eldira sedikit penasaran.
(lagi apa Ra?) tanya Rasya dipesan singkatnya.
(istirahat aja bang, Abang lagi apa? ) tanya balik Eldira.
(sama, Abang lagi istirahat have nice dream ya?) jawab Rasya
Melihat pesan dari rasya Eldira masih tak menyangka segera ada pesta makan malam bersama keluarga Rasya, Eldira akan segera dilamar senyumnya kembali mengembang.
****
(temui aku di cafe depan apartemen) pesan singkat gilska dilayangkan ke Rasya.
Tak dijawabnya pesan dari gilska, jika Rasya tak menemuinya pasti gilska lah yang akan menghampirinya, diputuskan untuk menemui mantan kekasihnya itu.
" sayang aku kangen banget sama kamu!" gilska mencium pipi Rasya, dan Rasya Duduk didepan gilska
"maaf mulai sekarang aku ga akan ke apartemen kamu!" tanya gilska sambil memakan kentang goreng yang dipesannya.
"kenapa?" tanya Rasya bingung
"pengennya main kerumah kamu?" jawab gilksa
"jangan gilksa, setau mama kamu bukan siapa-siapa lagi!" kali ini Rasya menolak
"jadi kamu lebih senang aku ke apartemen, terus kita berdua gitu?" tanya gilska membuat Rasya bingung
"tawaran kamu untuk aku menjalin dua hubungan skaligus, sepertinya tidak bisa gilska!" kata-kata rasya kali ini membuat gilksa menghentikan kunyahannya.
__ADS_1
"kenapa?" tanyanya lirih
"aku tau aku masih mencintai kamu, tapi semakin sering kita bertemu, aku akan semakin sulit melupakan kamu?" jawaban Rasya disambut senyum oleh gilska
"benar kan kamu masih mencintai aku, bagus dong jadi kamu ga perlu mempertahankan perempuan itu, Rasya ayo berjuang untuk cinta kita?" gilska memohon
"gak bisa gilska aku gak bisa mendua, kamu kenal aku kan!" Rasya tetap menolak.
"Kapanpun aku mau ketemu sama kamu aku akan ke apartemen kalau kamu ga ada aku akan Dateng kerumah!" gilksa tetap ngotot
"pliss gilksa ayolah jangan keras kepala!"
"barusan kamu bilang cinta Rasya, maaf aku sudah rekam ucapan kamu!" gilksa menunjukan ponselnya
"jangan gila kamu ya?" Rasya sedikit tak terima
"ayolah perjuangkan cinta kita!" Rajuk gilksa setiap melihat Mata gilksa Rasya seakan luluh.
"bagaimana caranya agar aku bisa melanjutkan hidupku gilksa?" Rasya mulai menyerah menghadapi gilksa.
"kenapa kamu memilih menyiksa hatimu? bukankah menikah dengan orang yang kita cintai adalah impian semua orang?" tanya gilska balik.
"aku sudah mulai menyukai Eldira gilska!" ucapan Rasya membuat gilsksa menatapnya lekat
"menyukainya seperti apa dia? boleh aku bertemu dengannya?"
"gilska, jangan bertambah nekat!!! aku akan menikahinya! tolong lepaskan aku!" Kali ini Rasya yang memohon.
"baik jika itu mau kamu, aku akan melepaskan kamu aku akan menyerah semoga kamu bahagia!" gilksa meninggalkan Rasya
Berbalik dengan apa yang dia ucapnya Entah kenapa Rasya justru ingin memeluk gilksa dan meminta gadis itu untuk tidak pergi, air matanya menetes. cinta sejatinya pergi meninggalkannya kini, jika gilksa benar-benar pergi lalu bagaimana??? apakah itu keputusan tepat yang rasya ambil atau tidak, cintanya masih begitu besar, siapa yang bisa melupakan orang seperti gilska dalam waktu yang singkat, dia memang mulai menyukai Eldira, tapi mempertaruhkan dirinya itu masih untuk gilska. Rasya mengutuk dirinya sendiri atas apa ketidak Adilan yang dia berikan kepada dua orang yang mencintainya. Hati kecilnya menginginkan pernikahan dengan orang yang dia cintai, tapi untuk melepaskan Eldira Rasya juga tak sanggup.
Bunyi suara gemuruh membuat Rasya menghentikan lamunannya, terjadi kecelakaan didepan cafe membuat Rasya beranjak. Selang beberapa menit Rasya melihat ada seorang wanita terkapar mengenakan jaket yang sama dengan yang gilska kenakan, dadanya berdetak dengan cepat sorot mata tajamnya menatap gadis berlumur darah dihadapannya, sebelum Rasya mendekat banyak polisi menghadang orang yang mendekat, saat dibaliknya perempuan itu batinnya lega..., bukan gilska, Rasya menghela nafas ketika dia berbalik ada gilska berdiri di pinggir jalan menatapnya dengan tangis, Rasya segera berlari memeluk gilska.
__ADS_1
"tak akan aku maafkan diriku jika itu kamu!" dengan erat rasya memeluk gilska seakan tak ingin melepaskan pelukannya.
"rasya!" gilska terisak melihat Rasya yang nampak linglung.