
matahari sudah naik, Eldira dan beberapa asistennya menyiapkan beberapa pakaian dengan rapi dimasukan ke dalam koper.
"jangan lupa bajunya disisain jangan dibawa semua!" ucap mama ikut membantu Eldira menyiapkan peralatan mandi.
"iya ma, ini cuman sekoper kok masih ada beberapa baju yang Eldira tinggal disini, don't worry!!" jawab Eldira sambil melemparkan senyum.
wajahnya terlihat cerah menyambut pernikahannya yang hanya dalam hitungan jam.
"ya masih ada tapi tinggal dikit banget, kemarin pas pindahan kerumah baru udah kamu angkut semua,di almari cuman sisa setumpuk doang" mama masih tak sependapat dengan jawaban Eldira.
"mama, Dira janji bakal nginep dirumah mama kok jangan kawatir dong ma" kali ini Eldira memeluk mama yang hampir meneteskan air mata.
"ya sayang, maafin mama ya bikin kamu jadi mikir mama, yaudah udah siap semua buruan kamu kehotel ya, nanti siang mama nyusul kesana!" kali ini mama kembali tersenyum.
"ya semua malam ini tidur hotel kan?" tanya Eldira
"iya udah buruan berangkat" mama menepuk pundak putrinya
"siap, Dira berangkat ya ma!" Dira mengecup pipi mama dan beranjak diikuti beberapa asisten yang membantu khusus untuk acara pernikahan.
***
Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi tapi Reza dari semalam belum juga pulang kerumah, gilska bahkan sudah menyiapkan sarapan.
"sebenarnya kamu kemana sih za?"ucap gilska cemas
klakson berbunyi, gilska segera menyibak gorden rumah terlihat mobil Reza terparkir setidaknya hatinya lega suaminya sudah pulang kerumah, gilska buru2 kembali duduk disofa dan membolak balikan majalah agar terlihat lebih rilex. beberapa menit kemudian Reza masuk kedalam rumah.
"gilska kamu siapkan baju aku ya, aku mau kesurabaya?"
"nanti malam kita diundang Lo ke nikahan Eldira, skalian ambil scene buat progam kita?" dada gilska berdetak kencang takut jangan2 Rena kembali ke kehidupan Reza.
"aku berangkat besok pagi kok, santai aja!" Reza berjalan menuju kamar
"za berapa lama kamu kesurabaya aku boleh ikut za?" tanya gilska berjalan mengikuti suaminya
"bukannya kamu harus shooting?" tanya Reza enteng
"bisa diatur kok, tapi kalau kamu keberatan aku dirumah aja za?" jawab gilska tak mau memaksakan diri.
"ya dirumah aja ya kasihan baby kamu harus dijaga" jawab Reza.
"yaudah habis ini aku siapkan baju dan keperluan kamu" gilska menyerah.
"ya aku mau mandi terus berangkat lagi gilska?" kali ini mata gilska terbelalak, bagaimana bisa baru datang dan akan pergi lagi sementara besok pagi kesurabaya entah berapa lama.
"nanti ada undangan za?" kali ini gilska menjawab dengan nada kesal.
"ya aku tau tapi kan undangannya malem kan, nanti sore aku juga udah pulang, kamu siap2 aja nanti kita tinggal berangkat gausah kawatir gitu donk!"
"kamu makan dulu ya habis mandi aku udah buatin sarapan untuk kamu?"
"gak usah nanti aku makan diluar aja" tidak biasa Reza menolak masakan gilska
"kamu berapa lama disurabaya?" kali ini gilska memberanikan diri bertanya.
"belum tau, bukan acara kantor kok cuman mau libur sejenak aja dari rutinitas kerja sekalian jenguk papa mama aku udah kangen sama mereka" dengan enteng Reza menjawab
Pulang untuk berlibur tanpa mengajak gilska namun gilska tau diri toh Reza sudah sangat banyak berjasa untuknya.
"ya terserah kamu senyamannya kamu za, aku gak mau jadi beban buat kamu, apapun yang ingin kamu lakukan ga usah sungkan sama aku" jawab gilska.
__ADS_1
"kalau aku ketemu Rena boleh ga?" tanya Reza diluar dugaan gilska.
"menurut aku selama kita masih menikah tolong jaga pernikahan kita ya, pernikahan kita sah secara agama dan negara" jawab gilska tegas dan Reza hanya mengangguk.
gilska mulai menyiapkan baju2 Reza untuk dibawa kesurabaya sementara Reza masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
Beberapa menit berlalu gilska sudah selesai menyiapkan pakaian yang akan dibawa Reza kesurabaya.
Reza juga nampak keluar kamar mandi.
"udah seger za, memangnya kemarin malam ada kerjaan ya sampe kamu lembur gitu, karena mau kamu tinggal kesurabaya, atau mau aku pijit supaya badan kamu agak enakan?" gilska masih berusaha mencari tau kegiatan Reza yang tak seperti biasa
"kemarin lembur oh gak!!" jawab Reza sinis tak seperti biasa.
"ya udah aku pijitin kamu ya?" tawaran gilska membuat Reza tersenyum kecut entah apa yang merasuki pikirannya.
"gak usah, udah siap bajunya!" tanya Reza membuat gilska kecewa.
"udah kok, maaf za kamu keberatan aku nanya2 sama kamu?" gilska merasa Reza sedang tak baik2 saja.
"apa yang mau kamu tanyakan, aku jawab kan daritadi oh masalah lembur ga kemarin aq ga lembur lagi jalan aja akan temen2 rame2 kok, ada cewek ada cowok ga cuma berduaan jadi ga usah kawatir masih suami kamu kan?" Reza merebahkan badannya disofa kamar.
"kamu gak seperti biasa, aku tau za pernikahan ini bukan keinginan kamu, aku tau aku bukan" gilska belum sempat menyelesaikan ucapannya.
"maaf ni, aku masih ada urusan, lain kali aja ya ngobrolnya, oh ya jangan lupa dandan yang paling cantik untuk memenuhi undangan nanti malam ya, siapa tau ada yang tertarik lihat kamu?" Reza beranjak memakai jaket.
"za, kalau kamu keberatan sama aku, aku bisa kok jaga jarak atau apalah supaya kamu lebih nyaman, aku pikir selama ini kita bisa berdamai"
"jaga jarak! kamu mungkin yang ga nyaman sama aku, pernikahan ini cuman diatas kertas kan?" kali ini Reza menyabet kunci mobil dan berjalan keluar dengan cepat.
dada gilska terasa sesak mendengar apa yang baru dikatakan Reza, ini yang dia takutkan mungkin Reza sudah mulai tak nyaman dengan pernikahan ini, pernikahan pura2 ini. Bukan salah Reza, gilska terlalu memaksakan diri memulai dan berharap kebahagiaan untuk pernikahannya bahkan berharap cinta Reza, terlalu berlebihan mungkin. kini air matanya meleleh.
***
Hari yang telah lama dia nantikan menikah dengan seorang Rasya. saat menoleh kesamping Rasya juga terlihat sangat bahagia, wajahnya begitu tampan batin Eldira.
"akulah pemenangnya!" ucap Eldira dalam hati.
Didepannya lengkap papa dan penghulu sementara disamping mereka ada saksi, pernikahan sudah siap dimulai.
meskipun masih acara akad, dan belum resepsi tapi seisi gedung terlihat penuh, ingin menyaksikan kedua insan ini dipersatukan dalam pernikahan
kak Adam terlihat memeluk mama yang menahan air mata, seluruh kerabat dan keluarga hadir dengan lengkap termasuk mama dan papanya Rasya.
"bisa kita mulai," ucap pak penghulu.
semua mengangguk mempersilakan akad untuk segera dilaksanakan, papa eldira mulai menjabat tangan Rasya dan mengucapkan kata disambut dengan jawaban Rasya yang lantang.
"saya terima nikah dan kawinnya Eldira permata Safira binti suhud wibawa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Rasya mengucapkannya dengan satu nafas dengan benar.
"bagaimana sah" tanya pak penghulu
"sah" jawab sekeliling
"sah"
Eldira meneteskan air mata kebahagiaannya terasa sempurna ijab Qabul berjalan dengan lancar, mama dan kak Adam tersenyum bahagia.
Eldira mulai mencium tangan Rasya dan Rasya mencium kening Eldira lalu mereka menandatangani buku nikah.
Suasana haru dan bahagia sangat terasa, Eldira dan Rasya mengabadikan moment dengan photografer profesional pilihan mereka.
__ADS_1
Berlanjut dengan banjirnya pelukan dari orang2 terdekat Eldira tak terkecuali sisi.
"aku happy semoga samawa ya Ra?" sisi memeluk sahabatnya itu dengan linangan air mata
"kok nangis mau nyusul tapi ga nemu pangeran ya?" ledek Dira
"bahagia ya kamu, ini pilihan kamu, semoga bisa melewati apapun ujian ya?" jawab sisi
"iya sisi, thankyou aku doain kamu segera nyusul ya?" bisik Dira dan mereka tertawa bersama.
Usai berbaur dan berbagi kebahagiaan Eldira dan Rasya memutuskan untuk segera istrahat dikamar karena nanti malam akan diadakan resepsi pernikahan dan pastinya membutuhkan lebih banyak tenaga lagi untuk menjamu para tamu
"kita naik dulu ya ma?" pamit Dira ke mamanya yang menikmati makanan
"kamu ga makan dulu?" tanya mama
"makan dong, tapi Dira minta kirim ke kamar aja, mau istrahat, biar nanti kuat berdiri lama" jawab Dira masih merangkul lengan suaminya.
"ke atas dulu ya ma?" kali ini Rasya yang berpamitan
"yaudah kalian istrahat dulu sana" jawab mama Dira
lanjut Rasya dan Eldira pamit ke tante nonik
"Tante Dira naik dulu ya?" tanya Dira.
"eh udah jadi mantu Tante panggilnya mama dong?" protes mamanya Rasya.
"eh iya mama, Dira sama bang rasya mau istrahat dulu soalnya habis ini ganti riasan dan gaun juga untuk resepsi" jawab Dira
"yaudah sana, jangan sampe kecapekan" kali ini mama Rasya tersenyum.
Dan keduanya naik ke lantai atas menuju kamar mereka.
***
Mereka masuk kedalam kamar pengantin yang sudah didekorasi dengan hiasan dan bunga juga lilin romantis yang menyala.
"waa romantis" Dira terlihat pancaran kebahagiaan Eldira.
"kamu seneng Ra?" tanya Rasya memeluk Eldira dari belakang
"banget" jawab Dira mendekap kedua tangan suaminya.
"yaudah masih ada waktu satu jam, kamu bersihin riasan kamu habis itu masih harus dirias lagi istri aku" Rasya melepaskan pelukannya.
"yaudah aku bersihin muka dulu ya bang, Abang rebahan bentar aja nanti kalau makanannya udah diantar Abang makan duluan aja, habis Dira berishin riasan baru ikut makan" edlira menuju kamar mandi.
Sementara Eldira kekamar mandi pintu kamar mereka diketuk, benar aja pelayan mengantarkan beberapa menu makanan kekamar mereka, menu2 yang disiapkan Eldira untuk akad mereka, Rasya jadi keinget pas akan testing food ingin menundur lamaran mereka yang membuat Eldira sangat marah kala itu.
Rasya mempersilakan pelayan menyiapkan makanan ke kamar mereka.
Tak membutuhkan waktu lama pelayan itu dengan cepat menyiapkan makanan. menu2 yang dipilihkan Eldira membuat perut Rasya keroncongan. Tapi ditahannya karena Rasya menunggu Eldira selesai.
Tak selang beberapa menit Dira keluar kamar mandi
"lho Abang kok ga makan duluan, kan Dira udah nyuruh makan ?" tanya Eldira
"nunggu istri aku dong, pengen disuapin boleh?" jawab Rasya manja.
"ya boleh dong sayang kan suami aku!" Eldira mulai mengambil piring dan mengambilkan makanan yang ditunjukan Rasya.
__ADS_1
mereka makan dipiring yang sama dihiasi canda tawa , gambaran yang sangat indah untuk sebuah pernikahan.