Menantang Cinta

Menantang Cinta
kembalinya agata


__ADS_3

Hampir seharian rasya menemani dira. Ponselnya berdering membuat obrolan mereka terhenti.


"oke" jawab rasya setelah menerima telepon.


"siapa bang?" tanya eldira.


"agata ra" jawab rasya selepas menutup telepon.


"mau apa lagi dia, masih aja berusaha ngedeketi abang" eldira tiba2 sewot.


"buang pikiran negatifnya, aku yakin agata baik kok" rasya menampik dugaan eldira.


"mau apa agata?" eldira masih mencari tau.


"mau ketemuan, dia lagi diindonesia biasa mau cek usahanya diluar jawa, minggu depan aku temani dia ra" jawab rasya, eldira hanya mengangguk.


"aku akan ikut, membosankan ditinggal abang keluar kota"


"iya, senyamannya kamu, aku harus menemui agata sebentar ya?" rasya bergegas berganti pakaian.


"sekarang!" dira mendongak menatap rasya.


"iya, cuman sebentar aja kok, da sayang" rasya mengecup kening dira, usai mengganti pakaiannya dan berlalu dengan cepat.


"dasar licik, mau apa lagi kau agata" umpat eldira dalam hati.


***


Rasya menemui agata disebuah cafe. Nampak agata melambaikan tangan, agar rasya tau keberadaannya. Dengan cepat rasya berjalan menuju meja agata.


"hai.." sapa rasya bersalaman


Agata menyungingkan senyuman dengan wajah yang sangat ceria.


"minggu depan aku bisa mengantarmu" rasya dudu didepan agata.


"tapi aku mau kita berangkat sekarang!" agata membuat rasya kaget.


"jangan bercanda, mana mungkin. Aku belum menyiapkan yang harus aku bawa" jawab rasya tertawa.


"oke, siapkan semuanya. Aku mau besok pagi kita berangkat" kali ini agata menatap rasya dengan tatapan lain.


"ada apa denganmu agata?" rasya merasa aneh dengan sikap agata yang tak seperti biasanya.


Seolah agata sedang menggodanya.


"oke, aku jujur! Aku tertarik padamu rasya?"


"kau sedang bercanda kan? Tidak lucu!" rasya minum cofee yang disiapkan untuknya.


"aku tidak ingin ada penolakan darimu?"


"agata, aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku, saat ini aku menantikan kehadiran buah hati kami" jawab rasya tegas.

__ADS_1


"aku tak peduli, besok aku tunggu dibandara untuk tiket biar asistenku yang atur" agata masih menatap rasya dengan yakin.


"sesuai jadwal minggu depan aku akan mengantarmu dan eldira ikut bersamaku" rasya tak mengiyakan keiginan konyol agata.


kali ini rasya sependapat dengan eldira, jika ternyata agata memang menginginkannya.


"baik, kau bisa tetap berangkat minggu depan dengan istrimu, tapi akan kucritakan kalau anak yang dikandungnya anak keduamu, atau aku akan tutup mulut, berangkat besok bersamaku, pilihan ada padamu" agata berdiri dan berlalu.


"sial, darimana dia tau rahasia ini!" rasya menggebrak meja.


"aku akan turuti dulu keinginanmu, tapi aku akan cari cara untuk mengatakan kebenaran ini pada eldira, aku tak ingin agata mengancamku" batin rasya geram.


Agata yang dikenalnya baik, ternyata mempunyai niat buruk untuk rumah tangganya, seandainya rasya mendengarkan ucapan eldira, mungkin bisa mencegahnya lebih awal.


***


Rasya masuk kedalam rumah mendapati eldira masih membaca beberapa majalah disofa.


"abang udah pulang?" tanyanya kegirangan melihat suaminya tak lama menemui agata.


"iya ra, lagi baca majalah?" rasya mendekati dira.


"ini kan belum terlalu malam, eldira mau jajan, mau kulineran, abang mau kan anterin?" tanya eldira menutup majalahnya.


"maulah, ya sudah kamu ganti baju ya, abang tunggu disini" jawab rasya tersenyum.


"oke!! Gak lama, sebentar ya" senyum bahagia dira merekah dan segera naik kelantai 2 berganti pakaian dan berdandan.


Rasya melihat wajah ceria eldira, merasa bersalah. Seandainya sebelum menikah rasya menceritakan semuanya, pasti tak akan seperti ini.


"kayaknya anak kita cewek deh ra?" rasya mengamati istrinya.


"kenapa?"


"kamu makin cantik" rasya menjawil pipi istrinya.


"ya lah, suaminya aja tampan" eldira mengkaitkan tangannya dipinggang rasya.


Keduanya berjalan keluar rumah, rasya memikirkan cara agar ijin ke eldira jika besok harus pergi ke luar jawa bersama agata.


***


Eldira sampai disalah satu mall dan segera masuk ke restoran yang menyajikan berbagai macam salad segar.


"ra, pilih yang mateng ajalah?" tanya rasya


"yaudah kita beli cake aja" eldira keluar resto, pindah arah dimana ada aneka cake, puding dan macam2 dessert.


"waa dira suka ini" dira mengambil beraneka jajanan.


"banyak amat" jawab rasya.


"buat stok dikulkas, sekalian wati juga aku beliin, biar ga cuma makan masakan kampung aja" jawab eldira tertawa.

__ADS_1


Rasya mengelus lembut kepala istrinya itu.


Apapun akan dilakukannya untuk membuat eldira bahagia.


"jajanan undah, sekarang dira mau makan udon aja" eldira menarik rasya menuju resto yang menyediakan udon.


"iya ayo" rasya menuruti permintaan istrinya.


Beberapa menit setelah pesanannya sampai dira dengan lahap menikmati makanannya.


"aku mau bawain wati" ucap dira disela-sela makannya.


"kalau kita sampe rumah, pasti wati udah ngantuk"


"iya juga ya" jawab eldira tertawa.


"lagian tadi dia juga udah makan malam kan?" tanya rasya.


"udah" jawab eldira menyeruput teh tawarnya.


"kamu mau apalagi?" tanya rasya.


"martabak manis yang isiang keju sama coklat, tapi yang kaki lima" eldira semakin bersemangat.


"cake tadi yang kamu beli?"


"aneka cake buat stok bang, aman dimasukin kulkas, kalau martabak manis mau dira makan langsung pas anget2 enak, ya?" rengek eldira.


"apa sih yang ga buat kamu" rasya melempar senyuman ke eldira.


Eldira merasa bahagia malam ini, rasya memberikan hati yang seutuhnya. Memanjakannya dan membuatnya selalu nyaman. Pilihan dira resign dari pekerjaan tidak salah. Rasya menggantinya dengan berjuta kasih sayang.


"abang, semoga abang selalu dilindungi Tuhan ya?" dira menggenggam tangan suaminya yang baru selesai makan.


"kok ngomong gitu ra?" tanya rasya kaget.


"aku bahagia hari ini, aku gak mau kehilangan abang! Abang harus selalu jujur ya sama dira?" pertanyaan dira membuat dada rasya berdetak.


Apa mungkin ini waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya ke dira. Tapi rasya tak ingin mrngacaukan hari bahagia eldira.


"abang janji akan terus memperbaiki diri" jawab rasya.


Sudah kenyang, dira mengelus perutnya.


"ayo kita pulang, jangan lupa mampir dulu beli nartabak manis ya bang" dira mulai beranjak.


"ya" rasya menarik tangan eldira dan merangkulnya.


"terimakasih untuk malam ini" bisik eldira ketelinga rasya.


"aku yang terimakasih, kamu udah hadir dikehidupan aku, jadi ibu dari anak2ku" jawab rasya.


Mereka berjalan keluar mall, menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil. Disepanjang jalan eldira menyetel lagu kesukaannya dan bernyanyi memenuhi ruangan.

__ADS_1


Rasya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya, sesuai permintaan dira, mereka juga mampir di salah satu padagang martabak kaki lima, entah ngidam atau memang hanya kemauan eldira sendiri, apapun itu, selama bisa rasya akan selalu berusaha menuruti kemauan dan keinginan eldira. Selain menebus rasa bersalahnya, rasya ingin menciptakan kenangan indah baru bersama eldira.


__ADS_2