
Eldira menjatuhkan badannya disofa ruang tamu rumahnya. Ada air mata yang menetes dipipinya.
Tak berselang lama sisi mengetuk pintu rumah eldira. Dengan cepat eldira membukanya dengan tatapan sinis.
"ra, ada apa? Kenapa menyuruhku kesini?" tanya sisi kebingungan
"masuklah! Silakan kamu jelaskan apa maksud agata kalau kamu tau tentang hubungan bang rasya dan dia?" tanya eldira kembali duduk
"ra, jangan salah paham, akan aku jelaskan semuanya tapi tolong, tolong jaga rahasiaku" jawab sisi.
"berati benar kamu tau?" tanya eldira dengan nada tinggi
"ra, dengarkan aku, jangan salah paham" sisi mengelus pundak eldira
"kamu keterlaluan, teman macam apa kamu? Aku sangat mempercayaimu sisi, apa yang tak kamu ketahui tentang hidupku, bahkan aku mempercayaimu saat pernikahanku" eldira tak kuasa membendung air matanya, rasa kecewanya begitu dalam
Rasanya ingin menyuruh sisi menjauh dan pergi darinya. Tapi diurungkannya, Bagaimanapun juga dira ingin mendengar pengakuan sisi.
"aku minta maaf ra, aku tak pernah berniat menyakitimu apalagi menghianatimu" jawab sisi mulai terisak
"katakan, aku akan mendengar" jawab eldira mencoba kuat.
Sisi menceritakan awal pertemuannya dengan agata lagi, dan niat tak baik agata terhadap rasya, bahkan ancaman agata kepada hendi, semua diceritakan sisi secara detail. Eldira menghela nafas panjang bimbang dengan apa yang dikatakan sisi. Benar atau hanya pembelaan.
"seperti itu ceritanya ra, silakan untuk kamu membenciku, tapi tolong! Pura2lah jika aku tak memberitahumu, agar bang hendi aman! Dan kita akan mencari cara untuk membuat agata kalah" ucap sisi.
"entahlah, tapi aku masih sangat kecewa denganmu!" eldira menyeka air matanya.
"ra, aku mohon, percaya padaku, agata setelah ini pasti akan memerintahku lagi ra?" sisi menatap lekat eldira agar mau mempercayainya.
"oke, akan kubuktikan apakah ucapanmu benar atau tidak, aku kasih kamu kesempatan si" jawab eldira.
"tidak akan aku sia2kan kepercayaan kamu ra" jawab sisi
"apa perintah agata saat ini padamu?" tanya eldira.
"belum ada, dengan dia mengatakan ini aku rasa dia ingin kamu marah padaku ra, dan mobil hitam diujung jalan adalah orang suruhannya, gerak geriku dipantau, jika sampai aku ketauan menceritakan semua ini, dia pasti akan menjebloskan bang hendi ke penjara ra" kali ini sisi terlihat sangat kawatir.
Eldira jadi tidak tega melihat sahabatnya itu, jika berada diposisi sisi pasti dia juga kawatir.
"sebentar, aku akan memesankan nomor ponsel dan ponsel baru untukmu si" eldira mulai melembutkan suaranya.
"ra, kamu sudah tak marah kan?" tanya sisi menatap eldira penuh harap.
"aku masih kecewa padamu, tapi kita harus bekerja sama, jika mendengar seluruh ceritamu artinya bang rasya tak ada hubungan apapun dengan agata?" tanya eldira menatap sisi.
"tidak ada ra, setauku dari cerita agata, rasya tak pernah tertarik padanya. Tapi agata sangat menginginkan rasya dan menghancurkan hubunganmu" jawab sisi yakin.
"baiklah, biar saja bang rasya tak perlu tau semua ini"
__ADS_1
"bu ini ponsel baru dan nomornya" wati menyerahkan ke eldira
"terimakasih wati, tadi sudah aku transfer dan lebihannya tak perlu dikembalikan, katakan pada jeki ya" ucap eldira, eldira menyuruh jeki teman dekat wati untuk segera membelikan ponsel.
"baik bu,oh ini minuman untuk non sisi" ucap wati meletakan nampan berisi orange juice.
"ya" jawab eldira, dan wati kembali ke dapur.
"ini ponsel dan nomor baru untumu, hubungi aku dengan ponsel itu, simpanlah nomorku yang baru, jangan hubungi aku dengan nomor ponselku yang asli kecuali kita sedang memainkan peran, buatlah seolah kita bertengkar" ucap eldira menjelaskan.
"baik ra, dan terimakasih, aku harap kamu mengerti" ucap sisi masih tak enak hati.
"nanti kalau masalah ini sudah selesai, aku akan bantu bang hendi supaya tak terjebak oleh akal bandit agata" ucap eldira sedikit lega.
Lega mengetahui bahwa rasya tak bersalah. Dan eldira sempat sangat kesal.Tidak mempercayainya dan cemburu buta. Membuat orang lain jadi seenaknya memainkan peran. Mulai saat ini eldira menanamkan diri ingin mempercayai suaminya. Apapun yang dikatakan oranglain jika tak keluar dari mulut rasya eldira tak ingin memprdulikannya. Agar ikatan pernikahannya kuat.
"sisi, pura2lah menangis agar orang yang membututimu mempercayai kita bertengkar" ucap dira lagi
"baik ra, aku akan segera pergi, percayalah rasya tak ada hubungan apapun" sisi meninggalkan rumah eldira.
Berniat masuk ke kamarnya setelah sisi pulang, eldira mendapatkan telepon dari agata, diangkatnya dengan wajah murka.
"ada apa?" ucap eldira menahan kemarahannya.
"bagaimana sisi, aku dapat kabar dia kerumahmu ya? Apapun yang dia lakukan aku tau kan? Karena dia sudah menghianatimu, ra suami dan sahabatmu semua sama, maafkan aku ya" ucap agata membuat eldira ingin menutup teleponnya.
"aku tidak butuh sahabat penghianat, tapi untuk suamiku, akan kulakukan banyak cara agar dia kembali padaku" jawab eldira sebelum mematikan ponselnya.
***
Eldira sudah menyiapkan makan malam, dimasaknya dengan penuh cinta untuk menebus rasa bersalahnya karena meragukan kesetiaan rasya.
Dengan sedikit riasan dan gaun berwarna gold menambah kecantikan diwajahnya.
Ponselnya berdering ada nama rasya disana.
"ya sayang" jawab eldira
"ra maaf, aku harus menemani agata kerumasakit, kakinya sedikit kesleo tadi sempat jatuh, dia tak ada siapapun ra, gakpapa kan?" tanya rasya.
"boleh dira tau dirumahsakit mana, dira susul kesana?" tanya eldira
"iya ra, aku sharloc ya" jawab rasya sambil mengakiri panggilan.
Rasya sudah mengirimkan lokasi dimana agata akan dirawat.
"wati aku keluar sebentar saja, nanti akan segera kembali" Ucap eldira buru2 keluar rumah menyusul rasya.
***
__ADS_1
Sampai dirumahsakit eldira segera mencari keberadaan suaminya.
"bang" ucap eldira setelah ketemu rasya.
"iya ra, agata kasihan dia tadi terkilir" rasya sedikit panik melihat temannya sakit.
"agata, gimana? masih sakit?" eldira bertanya pada agata yang terbaring di igd setelah diperiksa dokter.
"tidak apa2 ra, kata dokter hanya disuruh istirahat saja" jawab agata dengan lembut
Ach pasti bermain peran untuk mendapatkan perhatia, batin eldira.
"agata, aku sudah tebus obatnya, kamu aku anter pulang ya, ra tunggu aku dirumah ya, kasian agata jika pulang sendirian" ucapan rasya membuat eldira sangat kesal
"oh gak, abang pulang sama aku" jawab eldira membuat rasya kaget.
"kamu bawa mobil sendiri kan ra?aku akan mengantar agata sebentar saja" rasya masih menyuruh eldira pulang.
Huft Pasti hati agata sangat gembira, tapi akh tak akan membiarkan itu terjadi, batin eldira.
"aku naik taxi online jadi aku pulang sama kamu bang, ayo!" ucap eldira mengandeng lengan suaminya.
"oh, oke kita antar agata balik dulu ya, tolong kamu bantu dia berjalan ya ra" jawab rasya.
"sebentar, kita pulang langsung bang, abang lupa kita mau makan malam romantis, agata tidak mungkin mau mengacaukannya, aku yakin dia teman yang sangat baik ya kan?" tanya eldira melirik agata.
"ya rasya, aku tidak apa2 pergilah" jawab agata menarik nafas.
"ra, tolonglah masa kita membiarkan agata pulang sendiri itu tidak mungkin" ucap rasya.
"tenang, siapa yang bilang agata akan pulang sendiri" jawab eldira membuat agata dan rasya menatapnya penuh tanya
"maksud kamu?" tanya rasya.
"ra, gimana agata? Agata kamu tidak papa2" ucap tante nonik, kedatangannya membuat agata terkejut
"baik tante, hanya terkilir" jawab agata.
"saat abang kabari aku langsung nelpon mama nonik, aku minta mama datang kesini, skalian ajak agata pulang kan rumah agata lebih dekat dengan rumah mama" jawab eldira membuat rasya mengangguk.
"iya agata, kamu tante anter pulanga ya?" tanya mama rasya ke agata.
"baik tante" jawab agata yang sudah pasti sangat kecewa.
"mama, agata aku sama bang rasya pamit ya" jawab eldira terlihat puas menatap agata pucat pasi.
"agata aku balik ya, semoga segera sembuh, ma aku sama dira pulang ya" kali ini rasya juga berpamitan.
"terimakasih rasya dan dira untuk perhatian kalian" jawab agata sangat tidak rela
__ADS_1
Eldira kembali mengandeng lengan rasya dan setelah berjalan keluar eldira menyenderkan kepalanya ke bahu suaminya sambil berjalan. Eldira ingin menunjukan bahwa dirinya menang.