
"coba dicek lagi, mana mungkin cek out tanpa memberitahuku"
"benar pak, kuncinya juga sudah kami terima" ucapnya lagi membuat dahi rasya berkeringat.
Rasya merasa lemas, eldira pergi meninggalkannya tanpa berpamitan. Pagi tadi setelah mendengar pengakuannya, eldira juga tak mengeluarkan banyak kata.
"apa seperti ini kalau kamu marah ra" sesal rasya dalam hati.
Selama pernikahan rasya tak pernah melihat eldira marah. Hanya beberapa kali cemberut jika berseteru dengan rasya. tapi pengakuan rasya kali ini memang keterlaluan.
Rasya memutuskan kembali ke kamar, untuk mengangkut koper yang sudah disiapkannya sedari berangkat ke kantor.
Dengan cepat memutuskan kembali ke jakarta. Siapa tau eldira sudah ada disana, kini rasya berpikir bagaimana jika mertuanya tau pertengkarannya dengan eldira.
Rasya memutuskan mencari penerbangan tercepat menuju jakarta, selesai mengambil koper rasya langsung cek out dan menuju bandara.
***
Beberapa jam berlalu, setiibanya dijakarta hari sudah gelap, rasya menyibak baju dipergelangan tangan melihat jarum jam pukul 20.30.
Tak membutuhkan waktu lama menuju rumah, sampai dirumah rasya bergegas masuk, sayang pintu terkunci. Rasya memencet bel berkali2 ingin segera meyakinkan eldira agar memaafkannya.
"sebentar" ucap suara dari balik pintu.
Tak beberapa lama akhirnya pintu rumah terbuka.
"bapak!" ucap wati kaget melihat rasya pulang sendiri, padahal seingatnya sebelum subuh tadi nyonyanya menyusul.
Rasya tak peduli dengan wajah kaget wati, memilih masuk ke dalam rumah, dan menaiki tangga menuju lantai atas dan mencari eldira didalam kamar. Sampai dikamar rasya tak menemukan istrinya.
"watiii..." teriaknya.
"iya pak" jawab wati tak terlalu terdengar karen berada di lantai bawah.
Rasya keluar kamar kali ini menuruni anak tangga, menghampiri wati.
"mana ibu?" tanya rasya tak sabaran.
"setau wati ibu kan menyusul bapak tadi" jawab wati kebingungan.
"jadi ibu belum balik kerumah?" tanya rasya mulai melemas.
"belum pak, apa bapak gak ketemu ibu?" wati ikut panik. Takut kalau nyonyanya menghilang sebelum ketemu suaminya.
"masukan koperku, aku harus cari ibu, oh ya kapanpun ibu pulang, telpon aku!" ucap rasya sambil berjalan keluar.
"baik pak" jawab wati.
__ADS_1
Rasya segera mengeluarkan salah satu mobilnya menuju rumah mertuanya. Rasya berpikir pasti eldira kerumah Mamanya. Dengan cepat rasya melaju membelah kota.
"kamu berarti bener2 marah sama aku, sampai2 kamu tinggalin aku ra, pasti kamu dirumah mama, maafin aku ra, aku menyesal" rasya membating tangannya ke stir.
***
Sementara disurabaya eldira makan malam di salah satu restauran. Eldira tak ingin menghubungi siapapun orang yang dikenalnya. Ingin menikmati kesendiriannya.
"ra, kamu sama siapa?" suara yang tak asing baginya.
Eldira mendongak dan tersenyum kecut.
"sendirian, kamu?" tanya balik eldira.
"aku juga sendirian, kan kamu tau aku ga bisa move on dari kamu?" ucapnya sambil tersenyum
Yang tadinya tersenyum, wajah eldira mendadak serius.
"bercanda ra, aku juga tau kamu lagi hamil kan?' tanyanya sedikit kawatir.
"duduklah!" ucap eldira dingin.
"beneran?" tanyanya tak percaya.
"delon duduklah" eldira mengulangi perkataannya.
"baik, untukmu akan kulakukan semua yang kamu mau" jawab delon bersemangat. Meskipun tau dirinya sudah tak berarti bagi eldira.
"tentu ra, apa saja boleh, pasti kujawab" delon kembali tersenyum.
"oh ya sebelumnya, kamu bisa pesan makanan atau minuman, kenapa ada disurabaya?" tanya eldira.
"aku mungkin akan ajukan pindah ke surabaya, dijakarta membuatku sulit melupakanmu, becanda ra" jawabnya.
"bagaimana menurutmu tentang perceraian?" tanya eldira tanpa basa basi.
Delon yang awalnya selalu menyuguhkan senyuman, wajahnya mendadak kaget.
"perceraian, tapi bukan tentang kamu kan?" tanya delon mencoba menstabilkan kekagetannya.
"ada hal yang bisa aku ceritakan dan ada yang tidak bisa aku katakan, bagaimana menurutmu kalau aku bercerai?" entah kenapa eldira bisa bertanya seperti itu pada delon.
Sebelumnya eldira tidak pernah bercerita perihal rumah tangganya pada siapapun, bagaimanapun rasya eldira selalu mencoba memaklumi suaminya.
Tapi kini hatinya bimbang, perlukah meneruskan pernikahan dengan ketidakjujuran. Eldira merasa selama ini selalu menjadi istri yang baik, setidaknya dira ingin memiliki suami yang memperlakukan sama seperti dira memperlakukan suaminya.
"ra, jujur aku masih mencintai kamu, aku menghilang hanya bisa mendoakan kebahagiaan kamu, kalau aku jahat aku bisa mengatakan bercerailah daripada kamu terluka, tapi gak ra, perceraian itu dibenci Tuhan, apalagi kamu sedang mengandung" jawab delon serius.
__ADS_1
"apa gunanya pernikahan jika satu sama lain tak terbuka delon?" tanya dira lagi.
"semua pasti bisa diselesaikan, menurutku kamu dan suamimu masih memiliki banyak waktu untuk saling memahami, menyelesaikan masalah bersama"
"kamu belum menikah, tau apa kamu?" ucap dira sengit, hatinya sedang perih.
"jawab aku ra, yang membuatmu seperti ini kesalahan suamimu?" tanya delon.
Eldira hanya mengangguk dan menyeruput vanilla late dihadapannya.
"apa dia sudah berusaha minta maaf?" tanya delon lagi.
Lagi2 eldira mengangguk, masih dengan tatapan kosong menatap setiap orang yang lalu lalang didepannya.
"aku rasa apapun masalahmu bukan serius" jawab delon enteng.
"delon, dia membuat aku sakit!" eldira menatap delon seakan tak terima dengan jawaban delon.
"ra, selama masih ada cinta dalam hati kalian, semua masalah bisa diselesaikan, aku rasa dia takut kehilangan kamu, lain halnya jika dia tak mencintaimu, itu baru serius" jawaban delon membuat eldira berfikir.
Benar juga, batin eldira. Rasya berusaha mengungkap masa lalunya karena ancaman agata. Rasya tak ingin meladeni agata, padahal rasya bisa saja menyembunyikan masa lalunya dan merajut hubungan dengan agata dibelakang eldira agar masalalunya tetap aman, pernikahan juga aman, dan berhianat dibelakang tanpa eldira tau. tapi rasya lebih memilih jujur pada edlira. Meskipun hasil kejujurannya membuat eldira meninggalkannya seperti ini.
"ini ujian pernikahan ra, kamu ingat lagi selama menikah seberapa sering dia menyakitimu? Semua orang punya kekurangan, yang perlu kita tau, usaha mereka berubah" ucapan delon lagi2 mengurangi emosi yang dirasakan eldira.
Sedikit menenangkan hatinya, itulah delon. Selalu membuat perasaan eldira lebih nyaman. tidak berjodoh bukan berarti tak bisa berteman.
"makasih ya, aku lebih tenang" jawab eldira kali ini tersenyum.
"sama2, jadi gimana? Mau menerimaku?" tanya delon bercanda.
"gila kamu" eldira terbahak, seakan melupakan sejenak masalah yang menghimpitnya.
"delon, nomer ponselmu masih sama atau berubah?" tanya dira.
"udah ganti, mendingan kamu ga usah tau daripada aku ga bisa move on" jawab delon tertawa.
"terus kenapa kamu samperin aku?" tanya dira gak terima.
"ketemu tak terduga itu jalan Tuhan, lagian kamu perlu pemdapatku kan, tapi kalau menghubungibm satu sama lain itukan mau kita" jawab delon.
"bisa aja kamu, jadi ga boleh aku tau nomer ponsel kamu?" tanya eldira.
"buat apa ra?" tanya delon balik.
"aku sendiri disurabaya, perlu teman yang bisa aku ajak sharing, hilangim dong perasaan kamu ke aku, biar segera move on"
"oke! Aku ga bisa nolak kamu ra, sekalian aku mau temenan sama kamu, biar aku sadar kamu bukan miliku" jawab delon.
__ADS_1
"dasar gombal kamu" mereka tertawa bersamaan.
Setidaknya malam ini hati dira lebih lega, dari sebelumnya.