
Karena terlalu sibuk membuatkan makanan kesukaan Daffa Ani sampai lupa memberitahu citra, kalo Daffa sudah kembali, sampai hampir gelap citra belum juga kembali,,
Daffa yang menunggunya dengan perasaan gelisah antara kemarahan dan kecemburuan menjadi satu, dia berdiri di atas balkon kamarnya untuk berjaga jaga agar dapat melihat saat citra kembali ke rumah,, sudah sejak sore Daffa tidak beranjak dari tempat itu...
Setelah menyelesaikan acara memasaknya, Ani baru teringat akan citra yang pergi mencari Daffa,, dengan langkah cepat ia menuju kamarnya untuk menghubungi citra melalui ponselnya..
setelah ia memberitahukan citra tentang kepulangan Daffa, sekitar setengah jam kemudian citra baru pulang, dan hari sudah gelap.
Di meja makan, Ani beserta bambang sudah siap untuk makan, bahkan Ani beberapa kali memanggil Daffa untuk segera bergabung bersamanya, tapi Daffa justru menolaknya dengan mengatakan akan menunggu citra kembali,,
tepat pukul tujuh malam, citra kembali ke rumah, dan segera menuju kamarnya setelah Ani memberitahu Daffa menunggunya di kamar.
sesampainya di kamar, dengan langkah hati hati citra mendekati Daffa yang sedang terduduk di tempat tidurnya.
"Apa yang kamu lakukan di luar sampai saat gelappun kamu tak ingin pulang,,," Daffa berkata dengan nada bicara yang tak seperti biasanya
"a,aa aku habis mencarimu sejak sore tadi ucap citra gugup,", Daffa menyipitkan matanya memandang ke arah citra berdiri. lalu di susul dengan Daffa yang ikut berdiri dan mendesak ke arah citra,,
__ADS_1
"aku sudah pulang sejak sore, kenapa kau tidak mencariku ke sini??" terlihat mata Daffa mulai memerah karena menahan marah,
Tiba-tiba Daffa menarik citra ke pelukannya,, lalu mendorongnya sampai membuat citra terduduk di tempat tidur,,
"apa yang kamu lakukan saat tidak bersamaku,,
" apa maksud kamu mas,
"katakan dari mana saja kamu sore tadi dan dengan siapa kamu di sana Daffa sudah tidak dapat menahan emosinya ia menunjuk citra dengan telunjuknya saat berkata membuat citra semakin ketakutan,,
"mas apa yang sudah terjadi padamu kenapa kamu begitu kasar,, aku tidak berbohong aku memang sejak sore pergi mencarimu,
"cepat katakan apa yang kamu lakukan di luar sana saat aku pergi,, atau aku tidak segan untuk menyakitimu,, apa kau tau kau sudah mengecewakan ku, kau menghianatiku kau menyakiti hatiku citra aku melihat semuanya aku melihatmu dengan pria yang bukan suamimu di luar sana,,"kini air mata citra mulai mengalir ia tidak menyangka daffa melihat dirinya saat di taman tadi,
"aku bisa jelaskan ini tidak seperti yang kamu pikirkan mas,, aku mohon dengar kan penjelasan ku,,
Dengan sangat kasar karena terbakar cemburu Daffa menindih tubuh citra dan ******* dengan kasar bibirnya, sampai membuat citra kesulitan untuk bernafas,, "m,,, ma,s jangan seperti ini," ucap citra di sela ciuman Daffa yang sangat buas. citra merasakan Daffa bahkan sampai menggigit bibirnya, dengan sekuat tenaga citra mencoba untuk mendorong tubuh Daffa yang berada tepat di atasnya.
__ADS_1
perlakuan citra membuat Daffa semakin kesal,, ia berkata dengan keras mengatakan"Aku suamimu kenapa kamu tidak ingin di sentuh oleh laki-laki yang sudah menikahimu, apa lelaki lain lebih memuaskan dari aku hah??"
dengan cepat Daffa menggenggam kedua tangan citra dengan satu tangannya, sedangkan tangan yang satunya mencoba untuk membuat kancing tunik yang citra gunakan saat ini, dengan kasar Daffa meloloskan pakaian citra begitu saja,,
Daffa juga membuka kaos yang di gunakannya hanya menyisakan celananya saja sedangkn citra sudah sama sekali tidak terbalut apapun tubuhnya saat ini,
dengan kasar Daffa menjamah bagian bagian sensitif dari tubuh istrinya,,
di perlakuan dengan sangat kasar, membuat citra tak menghentikan tetesan air matanya,, ia terus memohon Daffa tidak menyakitinya,,
"Mass aku mohon jangan lakukan ini padaku,, aku takut,, kamu menyakiti ku mas hiks hiks hiks, aku mohon lepaskan aku,, ucap citra lirih dengan terus terisak karena Daffa dengan sangat kasar menyentuhnya,,
Apa yang citra ucapan membuat Daffa menghentikan aktifitas nya saat ini, ia bangkit dari atas tubuh citra dan segera pergi menuju kamar mandi,, Daffa mengguyur tubuhnya di bawah guyuran air dingin malam itu, entah sudah berapa lama daffa berada di sana,
citra sudah memakai pakaiannya kembali, saat ini ia sedang membaringkan tubuhnya dengan posisi miring. air matanya terus mengalir membasahi bantal yang di gunakannya,,
sudah sekitar jam sebelas malam, daffa baru keluar dari kamar mandi, daffa berjalan menuju saklar lampu kamarnya, ia mematikan semua lampu kamarnya, lalu berjalan menuju tempat tidur, daffa membaringkan tubuhnya dengan memunggungi citra posisinya saat ini. mereka berdua sama sekali belum tertidur, tapi tidak ada satu katapun yang mereka ucapan,, suasana kamar terlihat sangat mencekam.. seolah Daffa adalah predator yang akan menerkam siapa saja yang mengganggunya, sedangkan citra seperti mangsa yang kapan saja bisa berada dalam bahaya saat ini.
__ADS_1
Sampai pagi datang,, mereka sama sekali belum beranjak dari tempat itu, entah salah satu dari mereka sudah ada yang terbangun atau justru tidak tidur sepanjang Malam, tidak ada yang tau, posisi mereka bahkan sejak malam sama sekali tidak bergerak apa lagi berpindah.