
Mobil yang di kendarai oleh Daffa benar benar berhenti di halaman sebuah rumah, terlihat Daffa berlari lari kecil untuk segera sampai di rumah itu. tak berapa lama pintu rumah itu terbuka dengan sendirinya, Daffa bergegas masuk ke dalam rumah itu.
citra menyaksikan sendiri suaminya pergi menemui wanita lain, hatinya sangat hancur sampai ia tidak dapat menahan air matanya, ia menangis melihat kejadian itu,
Aisyah,,, aku akan mengembalikan nya padamu tapi tidak sekarang, aku mohon,, cukup sudah kalian menghancurkan ku saat ini saja, aku takkan mampu bangkit lagi jika kalian mengulanginya.
Aku memang kotor mas, tapi tidak seperti ini, kamu bisa memintaku meninggalkanmu dengan baik baik, aku akan pergi, tidak perlu melakukan hal seperti ini, aku tau aku tidak pernah pantas untukmu, tapi yang kamu lakukan sama sekali tidak seharusnya kamu lakukan, kamu menyakiti ku, kami menghancurkan aku dengan perlahan setelah kamu membantuku untuk bangkit dari masalaluku
"Hiks hiks hiks,, pak tolong antarkan saya pulang ke tempat tadi,
"baik bu". ucap driver taksi tersebut, ia merasa iba melihat citra yang dalam kondisi hamil besar harus mendapati suaminya berselingkuh dengan wanita lain.
__ADS_1
"Ibu yang sabar ya,, laki-laki seperti itu tidak perlu ibu tangisi, dia tidak akan pernah bahagia karena sudah menyakiti perasaan istrinya sendiri.
"tidak pak, bapak tidak perlu ikut campur dengan masalah saya. saya membayar bapak untuk mengantarkan saya, bukan untuk menyumpahi suami saya.
"maaf Bu, saya hanya merasa kasihan melihat ibu di perlakuan dengan tidak baik oleh suami ibu sendiri.
"Pak cukup, dia bukan suami saya lagi sekarang.
dalam perjalanan pulang hujan deras turun mengguyur jalanan. bahkan citra harus basah basahan karena berjalan kaki dari halaman rumahnya yang cukup luas untuk mencapai rumahnya.
citra membiarkan pakaian yang sedikit basah itu di tubuhnya. setelah puas menangis ia tertidur di atas sofa kamarnya, bahkan citra membuka pintu balkon kamarnya dan membiarkan angin malam menembus kult putihnya. hatinya terasa panas terbakar kecemburuan yang mendalam.
__ADS_1
Daffa baru kembali ke rumah sekitar jam tiga dini hari, ia mencoba membuka pintu kamarnya dan ternyata terkunci.
"Apa citra tau aku meninggalkannya, apa dia marah karena aku pergi tanpa memberitahunya, bukankah citra sudah tertidur saat aku pergi", pertanyaan pertanyaan itu menglibat begitu saja di pikirannya.
daffa menarik dalam dalam nafasnya dan membuangnya kasar, karena ia tidak mungkin mengetuk pintu kamarnya dan membangunkan citra, apa lagi jika dirinya harus bertikai di tengah malam seperti ini dengan citra, akan membuat kegaduhan dan semua orang akan tau apa yang di lakukannya pada malam hari.
Flashback,,, Daffa membuka pesan singkat yang di kirimkan Aisyah,
"Mas Daffatolong aku, cepatlah kemari mas, aku sangat takut suamiku datang dengan keadaan mabuk dan terluka parah, aku tidak dapat mengangkat nya seorang diri, aku sudah menelpon ambulan beberapa kali tapi belum juga tiba. tolong mas cepet kemari."
karena profesinya sebagai seorang dokter, meski Daffa sangat kecewa dengan apa yang di lakukan lelaki itu pada sahabatnya, tetap saja ia tidak bisa mengabaikan begitu saja keselamatan seseorang. Daffa bergegas pergi ke rumah Aisyah ternyata Aisyah dan suaminya sudah tidak ada di sana. hanya terdapat bercak bercak darah yang tercecer di lantai rumahnya, ternyata Aisyah sudah membawa suaminya ke rumah sakit, dengan mobil ambulan beberapa saat lalu.
__ADS_1
Daffa berinisiatif untuk menyusu ke rumah sakit, setibanya di rumah sakit terlihat Aisyah yang duduk di depan sebuah ruangan, Daffa datang menghampiri dan menanyakan kejadian yang menimpa suaminya itu.
Aisyah tidak tau sama sekali apa yang terjadi pada suaminya, suaminya hanya datang dengan tubuh bersimpuh darah. setelah memastikan Aisyah di dampingi oleh keluarga suaminya daffa memutuskan untuk kembali lagi ke rumah, sesampainya di rumah ia harus menerima kenyataan istrinya mengunci pintu kamarnya dan tidak membiarkan dirinya masuk.