Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 102 Perasaan Aisyah


__ADS_3

"Mbak


"Ada apa citra??


"sebenarnya aku juga ingin menanyakan sesuatu pada mba Aisyah,


" baiklah kita bicarakan saja besok, saat ini aku harus menjemput anakku Aisyah menjelaskan,,


"baiklah mba Aisyah hati hati ya, tukas citra penuh perhatian,.


********


Keesokan harinya sesuai perjanjian, Aisyah dan citra mendatangi sebuah cafe yang terlihat cukup nyaman,, karena citra sudah sampai terlebih dulu, ia memilih duduk di lantai dua cafe tersebut agar bisa melihat ke arah luar,, sudah menunggu sekitar sepuluh menit Aisyah baru saja tiba dengan Marisa,,


"Citra maafkan aku, tadi ada kecelakaan di jalan jadi agak macet untuk sampai sini. oh ya apa kamu sudah memesan sesuatu tanya Aisyah,


"sudah Mba,," Aisyah memanggil seorang pelayan untuk mencatat pesanannya,


"Oh ya citra, kenalkan ini anak ku Marisa, ayo Marisa beri salam sama tante citra,


"Hai tante aku Marisa ucap gadis berusia lima tahun itu, citra tanpa ragu menjabat tangannya diiringi senyuman manis mengembang di wajah citra,


"Apa sekarang Marisa tinggal bersama Mba aisyah?


"iya citra setelah kejadian mantan suamiku yang terlibat kasus pemukulan dengan temannya, sekarang dia harus Menaggung jawabkan perbuatannya,,

__ADS_1


"Apa Mba sama suami Mba.citra belum menyelesaikan pertanyannya tapi Aisyah memotong pembicaraan nya.


"Akhirnya keluargaku mengetahui semuanya citra,dan mereka mendukungku untuk bercerai dengan mas indra citra, aku sangat bersyukur untuk itu..


Dug, citra mendengar hal tersebut bak tersambar petir. dirinya yang saat ini sedang berusaha keras mempertahankan rumah tangganya, bisa saja hancur jika Daffa memilih untuk kembali padanya,,


"Apa yang ingin kamu bicarakan padaku citra,, Citra,,, Aisyah membuyarkan lamunan citra, kamu melamun, apa sedang ada masalah??


"Tidak ada Mba, Mba saja yang terlebih dulu bicara,, baiklah,,


"Sebenarnya aku ingin tau, apa mas Daffa pernah menceritakan tentangku, emm atau membicarakan tentang aku pada keluarganya,,


" maaf Mba tapi aku sama sekali tidak tau,,


"Sayang mamah boleh minta tolong, tinggalkan Mamah dengan tante citra sebentar, kamu bisa menunggu kami di meja sebelah sana ya,,


"Citra, aku tidak tau harus memulai dari mana ceritaku, sejujurnya aku menikah dengan suamiku bukan karena keinginanku, aku tau saat itu keputusanku sudah menyakiti hati mas Daffa, bahkan mungkin sampai saat ini, tapi kamu tau sampai saat ini aku juga tidak pernah bisa melupakannya, perasaan ku sejak dulu hanya untuk dia. aisyah menundukkan wajahnya air matanya mulai mengalir,,


"Apa kau tau rasanya mencintai seseorang tapi kamu tidak bisa bersamanya,, aku bahkan hidup seperti tak bernyawa hiks hiks hiks, dia kehidupanku, aku sangat mencintainya, tapi saat ini aku sudah mengecewakannya, mana mungkin dia akan mau bersamaku lagi, terlebih aku sudah bukan Aisyah yang dia kenal dulu, saat ini aku memiliki Marisa bersamaku,, mungkin aku sudah tidak memiliki harapan untuk bersamanya,


'Kenapa aku mendengarkan Mba Aisyah mengatakan itu, justru hatiku yang sakit, kenapa aku merasa sakit mendengar wanita lain mencintai suamiku, bahkan aku bisa melihat cintanya lebih besar dari cinta yang aku miliki saat ini, apa aku harus menjadi wanita yang sangat egois saat ini dengan mengatakan kebenarannya hubungan aku dengan mas Daffa, aku tidak bisa menghancurkan wanita lain, aku tidak bisa melakukan ini. apa lagi Mba aisyah adalah wanita yang Baik, aku tidak bisa menyakitinya,, apa aku harus melepaskan cintaku,, Tuhan beri aku pilihan agar aku tidak menyakiti hati siapapun,,'


Mata citra mulai berkaca kaca,, "citra kamu menangis," tanya aisyah Aisyah mencoba tersenyum di dalam tangisannya" pasti kamu berpikir aku sangat menyedihkan bukan, ya aku memang sangat sedih bahkan tujuh tahun pernikahnku aku tidak pernah sekalipun bahagia kecuali kehadiran Marisa, dia lah satu satunya alasan aku bertahan hidup sampai saat ini, jika aku tidak memilikinya entah akan seperti apa hidupku atau mungkin aku sudah terkubur saat ini"hiks hiks hiks,


"Mba Aisyah,,,,citra memeluk wanita di hadapannya, ia juga menagis, ia juga merasakan sakit bukan hanya Aisyah yang menahan rasa sakit didadanya.

__ADS_1


"Sabarlah mba, aku yakin mas Daffa pasti mengerti dengan keadaan mba saat itu,,, kata kata itu terlolong begitu saja,, citra tidak tau kenapa ia mengeluarkan kata kata yang mengisyaratkan bahwa Aisyah dan Daffa akan kembali dalam hubungan masa lalu mereka..


"Aku harap, juga seperti itu citra,, aku hanya menceritakan ini padamu, jangan katakan ini pada mas Daffa, aku tidak ingin dia mengasihani hidupku saat ini..


sepulangnya dari pertemuan antara dirinya dan aisyah, citra memutuskan untuk menenangkan dirinya,, di dalam kamar, citra memeluk perutnya sendiri,,


'Bersabarlah sayang, ibu janji meskipun kita hanya berdua tapi ibu akan memastikan kamu tidak akan kekurangan kasih sayang sedikitpun dari ibu...


Ibu janji, ibu akan selalu menjagamu sampai kapanpun,, meski kamu tidak memiliki Ayah,, kamu punya ibu, ibu yang akan menjadi ibu sekaligus ayah untukmu. ibu tidak kan bahagia di atas kesedihan wanita lain,


Kita bukan monster yang harus memaksakan keinginan kita nak. kita harus bisa mengikhlaskan nya jika memang dia tidak di takdirkan untuk menggantikan posisi ayahmu..


'Percayalah sayang, meski ayahmu sudah tidak bersama kita, tapi cintanya untuk kita akan selalu bersama kita,, hiks hiks hiks,, Aa Agam, maafkan aku yang tidak bisa amanah mengikuti keinginanmu, tapi sungguh aku tidak bisa mengabaikan cinta mereka,, mereka sudah lama menderita karena harus terpisah satu sama lain. aku tidak akan memisahkan mereka lagi, saat ini aisyah akan berpisah dengan suaminya lalu mereka bisa hidup bersama setelahnya,


'Dan aku akan hidup dengan anak kita,, bersama cintamu, dan kenangan indah kita,,, aku akan menjaga anak kita dengan baik seperti keinginanmu,, aku berjanji padamu meski kita tidak bisa berkumpul bersama tapi kamu selalu memiliki ruang di hatiku, untuk kita kamu akan selalu hidup bersama kenangan yang kita ciptakan,,


'Mas Daffa, maafkan aku karena sudah memiliki perasaan ini untukku, meski cintaku tak sebanding dengan cinta yang aisyah miliki, aku tidak pernah menyesalinya karena memiliki perasaan ini untukmu. Suatu hari Aku hanya akan mengenangmu seperti malaikat, karena kamu datang seperti malaikat yang menyelamatkan kehidupan ku, saat ini aku sudah memiliki malaikat kecilku, dan akhirnya kamu harus bahagia dengan Mba Aisyah dan aku akan menyaksikan kebahagiaan kalian dengan malaikat kecilku.


Entah kenapa author nulis part ini kok sedih 😭😭😭😭


Bersyukurlah kita yang gak hidup di dunia NOVEL Jadi masih bisa berbahagia,,,


SELAMAT BERMALAM MINGGU AUTHOR JUGA MAU MALAM MINGGUAN DULU YA,


SEE YOU, POST BESOK LAGI YAAA BIAR NEMANIN KALIAN LIBURANπŸ˜„πŸ˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2