
Pagi pagi sekali, bahkan mataharipun belum menampakkan diri, sekitar jam setengah enam pagi. Citra pergi dari apartemen.
Ia memesan taxi online, untuk membawanya ke suatu tempat. setelah tiba di sebuah TPU yang cukup luas. Citra terlebih dulu membeli satu keranjang bunga tabur dan dua karangan bunga mawar putih. di sekitaran makam memang ada penjual bunga.
Citra melangkahkan kakinya menuju sebuah makam, yang tidak lain adalah makam Almarhum kekasihnya. Citra berjongkok di samping pusaran Agam. makam yang terlihat sangat terutus dengan baik itu kini permukaannya sudah tertutup sempurna oleh rumput hijau yang memang sengaja di tanam di sana.
Citra mulai menaburkan kelopak bunga yang di belinya tadi. dan meletakkan karangan mawar putih di atas nisan Agam.
"Hai aa. maaf lama gak datang ke sini untuk jengukin kamu. gimana kabarmu sekarang.
"apa kamu bahagia di sana?
Ahh pasti kamu bahagia di sana kan. karena kamu sangat buru buru sekali pergi ninggalin aku Citra menelan dengan susah saliva nya. hiks hiks hiks.
Kenapa semua orang yang aku cintai harus pergi meninggalkan aku.
__ADS_1
"Dulu ayah. lebih dulu pergi ninggalin aku, terus kamu juga pergi ninggalin aku. dan sekarang mas Daffa harus menikah dengan perempuan lain aa.
"apa sekarang aku harus pergi ninggalin mas Daffa sangat aku mulai mencintainya.
"Kamu memang benar. aa. aku akan dengan mudah mencintainya. aku sudah mencintainya sekarang. tapi aku juga harus membaginya dengan perempuan lain. hiks hiks hiks
"apa yang harus aku lakukan sekarang.
"kamu lihat, anak kita sudah tumbuh besar di dalam sini, citra mengusap perutnya.
"kamu tentang aja di sana ya, aku janji akan menjaganya dengan baik, apapun yang akan terjadi. aku akan melahirkan anak kita. hiks hiks hiks
see you Aa. meskipun mas Daffa telah mendapatkan tempat di hatiku, tapi kamu akan selalu ada di tempat lain di hatiku.
Citra memaksakan senyuman di wajahnya
"aku pamit dulu ya aa, nanti aku kembali lagi untuk jenguk kamu. semoga kamu bahagia di surga.
__ADS_1
"kenapa pagi ini sangat mendung. aku tidak membawa payung juga, ucap Citra lirih saat melihat jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan waktu sudah mulai beranjak siang tapi tidak kunjung datang sinarnya matahari.
setelah mendatangi makam Agam. Citra kembali mendatangi sebuah makam, itu adalah makam Ayahnya.
"Asalamualaikum ayah.
entah kenapa rasanya Citra tidak bisa menahan diri, sampai baru saja tiba di makam itu. Citra langsung menangis tersedu sedu.
"Ayah maafkan Citra yah. hiks hiks hiks. Citra sudah gagal menjadi anak yang bisa membanggakan untuk Ayah dan ibu Citra memang tidak berguna ayah. maafkan Citra sudah membuat malu Ayah dan ibu.
"maafkan Citra membawa aib untuk keluarga kita. hiks hiks hiks Citra tau ayah pasti sangat marah sama Citra kan. ayah hiks hiks hiks
Citra sedang menangis di pusaran makam Ayahnya tiba-tiba hujan turun dengan derasnya mengguyur dengan tiba-tiba tanpa ada suara gemuruh seperti biasanya..
hujan yang turun membuat Citra basah kuyup. tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing karena Terguyur hujan deras sampai akhirnya Citra terjatuh di atas makam Ayahnya dan tak sadarkan diri.
Hujan deras tidak menyurutkan langkah kaki Ani untuk menemui menantunya. pikirannya tidak tentang sejak semalam meninggalkan Citra.
__ADS_1
saat tiba di apartemen. Ani justru mendapati bahwa menantunya pergi belanja sejak pagi penuturan pelayan itu membuat Ani sangat kaget. bagaimana bisa Citra pergi sendiri sepagi itu.
habislah pelayan itu di marahi oleh Ani yang sangat khawatir dengan menantunya itu. apalagi Citra sedang hamil. dan di luar hujan turun sangat deras.