
Daffa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar lebih cepat sampai di rumah sakit,,
setibanya di rumah sakit Daffa berlari kecil agar lebih cepat sampai dimana citra dirawat,,
tibanya di ruangan citra, Daffa memegang gagang pintu kamar tersebut,
Cekklek,,, suara pintu terbuka,, betapa terkejutnya Daffa setelah ia masuk ke ruangan tersebut dan di sambut dengan tangisan suara bayi yang begitu nyating di telinganya,, SELAMAT NONA BAYI ANDA LAKI-LAKI, DIA TERLIHAT SANGAT TAMPAN,, suara seorang Suster yang telah selesai membersihkan bayi yang terus menangis itu hingga membuat tubuhnya berwarna kemerahan,,
Daffa mulai mendekati citra,,
silahkan dokter Daffa,, suster tersebut memberikan bayi mungil itu pada Daffa, Daffa sudah tak dapat berkata kata lagi, pizza yang sejak tadi di genggamnya ia jatuhkan begitu saja saat suster tersebut memberikan bayi yang baru saja di lahirkan,, dengan mata berkaca kaca Daffa mulai mengumandangkan adzan di telinga kanan bayinya,,
__ADS_1
para dokter masih disibukkan dengan membantu citra membersihkan dirinya,, sedangkan Ani sejak tadi masih menemani citra, dan memberikan semangat pada citra saat melahirkan bayinya.
sekitar limabelas menit, citra baru selesai di bersihkan, dan para dokter berganti pergi meninggalkan ruangan tersebut,,
tak lama bambang datang, setelah tadi ia lari terburu buru karena tidak tega melihat perempuan berjuang untuk melahirkan, bambang teringat bagimana dulu istrinya begitu kesakitan saat akan melahirkan anak anaknya,,
Bunda, bagaimana ini bisa terjadi, kenapa begitu cepat,, Bersyukurlah sayang bayi kalian begitu luar biasa, bahan citra hanya sekali tarikan nafas dan jagoan kecil ini sudah keluar ucap Ani menceritakan,,
Kemari biar bunda yang gendong, sebaiknya kamu beristirahat dulu,, kamu kan baru saja melahirkan,,
Iya bunda,, tapi mass dimana pizza yang aku minta,
__ADS_1
Aku pikir setelah kamu melahirkan acara ngidam kamu sudah selesai, ucap Daffa dengan wajah tersenyum bahagia,, tidak mas aku sangat lapar sejak tadi aku menunggumu,, ini pizza mu, maaf tadi aku menjatuhkan nya mungkin isinya agak berantakan,,
tidak papa mas, terimakasih ya,, citra membuka box pizza nya dengan sangat lahap ia memakan pizza yang di belikan suaminya.
citra apa rasanya sangat enak, Daffa beberapa kali menelan air liurnya karena melihat citra memakn pizza tersebut dengan sangat rakus,,
sebenarnya rasanya sama saja, karena aku sangat lapar, jadi seperti ini, maaf mas jika caraku makan membuatmu jijik. sama sekali tidak masalah,,
Malam hatinya, citra masih menginap di rumah sakit di temani oleh Daffa dan Bunda nya, sedangkan bambang pulang ke rumah untuk beristirahat, baru saja citra akan memejamkan matanya tangisan bayinya mengagalkan rencana tidurnya, dengan sangat hati hati citra mencoba memberinya asi, tanpa sengaja Daffa yang sedang duduk di sofa melihat pemandangan itu, membuatnya beberapa kali harus menelan liurnya sendiri karena jiwa lelakinya bergejolak,, karena tidak tahan melihat aktivitas itu, Daffa memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut,,
Aksinya ternyata di ketahui oleh Bunda nya, yang ikut menyusul keluar,, Bersabarlah empat puluh hari lagi, kamu bisa memilikinya,, ucap Ani di telinga putranya,, Apa yang Bunda bicarakan sama sekali tidak benar,, bunda sudah berpengalaman kau tidak bisa membohongi bunda nak, Ani tersenyum dengan memamerkan gigi rapihnya,,
__ADS_1
kenapa bunda kesian, nanti jika citra membutuhkan sesuatu siapa yang membantunya,, kenapa tidak kamu saja yang pergi membantunya ucap Ani meledak,, aku tidak bisa melihat seperti itu.. hahahaa Ani tertawa puas mendengarkan jawaban putranya, kenapa bunda tertawa menyebalkan..