
Mobil Daffa berhenti di lobby apartemen. setelah memarkirkan kendaraan nya,
Daffa membawakan barang barang Citra ke dalam apartemen. setelah masuk ke dalam apartemen....
Citra memasang wajah tidak percaya. bagaimana bisa apartemen seorang pria begitu rapih dan bersih. memalukan kamarku saja tidak serapih ini, Citra bergumam.
"Masuk..... jangan sungkan ini kan rumah mu sekarang.
" ayo kita rapihkan barang barang kamu di kamar. mereka memasuki sebuah kamar yang lumayan luas dan ada kamar mandi di dalamnya.
"Citra, maafkan saya,
" karena pernikahan kita yang mendadak.
"aku belum menyiapkan tempat tinggal yang layak untuk kamu.
"Mas ini sudah sangat layak untukku.
"baiklah karena lemariku hanya ada satu, tapi ini cukup besar aku rasa kita bisa berbagi lemari. Terimakasih Mas.
Citra segera merapihkan pakaiannya ke dalam lemari. Daffa juga memindahkan pakaian nya untuk memberi ruang agar barang barang citra bisa di muat.
setelah selesai dengan merapikan barang, Citra pergi ke dapur berinisiatif untuk membuat hidangan makan siang. namun saat melihat isi kulkas tidak ada bahan makanan yang bisa ia masak.
"Kamu sedang apa? Daffa
"Mas aku ingin membuat masakan untuk kita makan siang bersama,
"tapi di dalam. kulkas tidak ada yang bisa di masak.
" Aku biasa membeli makanan di luar.
" kalo kamu ingin masak, ayo kita ke supermarket beli keperluannya untuk di masak.
Bersiaplah..
__ADS_1
"emmmm iya.
setelah menunggu Citra beberapa menit. keluarlah Citra dengan dress berwarna kuning di atas lutut, memperlihatkan kaki jenjang yang putih bersih. dengan di padukan tas selempang kecil di bahunya juga sendal flat berwarna senada dengan tasnya.
"Ayo mas aku sudah siap..
Apa dia tidak memiliki pakaian yang lebih tertutup, Cih memamerkan tubuhnya untuk semua pria gumam Daffa dalam hati.
"ayo berangkat. mereka menuju sebuah supermarket yang ada di dalam sebuah mall besar, tidak terlalu jauh dari apartemen jaraknya mereka hanya menempuh kurang lebih lima belas menit saja sudah sampai.
setelah masuk ke dalam mall. Daffa menerima tangan Citra menuju sebuah butik dia mengambil beberapa Longdress di butik itu.
"Mas untuk apa membeli pakaian sebanyak ini.
"Citra karena kita sudah menikah maka ini sudah menjadi kewajibanku untuk memberikan pakaian untuk mu.
"tapi tidak perlu sebanyak ini mas. lemari kita tidak akan cukup.
"Citra kamu bisa memindahkan pakaian pakaian kamu yang terlihat kekecilan kan.
"sekarang sudah jam dua siang, aku sangat lapar, kita pergi makan dulu ya baru ke supermarket.
"iya Mas, Citra menurut saja dengan yang di ucapkan Daffa.
"Kamu mau makan apa?
"Aku terserah mas saja. bagaimana kalo restoran Jepang.
"boleh juga.
setelah memesan menu pilihan merka masing
masing. Daffa terlihat sibuk dengan benda pipih di tangannya. mata Citra menyapu di sekelilingnya, setelah di lihat Daffa tidak bermain dengan handphone miliknya. Citra memberanikan diri bertanya apa tujuannya menikahi Citra.
"Mas apa aku boleh bertanya sesuatu.
__ADS_1
"Silahkan tanyakan saja.
Citra terlihat ragu ragu, dia memainkan jari jari nya.
" Apa alasan mas mau menikahi Citra?
"emmm itu. sebenarnya aku berteman baik dengan Agam.
"Citra membulatkan matanya seolah tak percaya dengan kebenarannya.
"Jadi Mas menikahi aku karena A'Agam.
"Iya, lebih tepatnya aku berhutang nyawa dengannya. dan saat dia meminta aku menikah denganmu,
"aku berpikir mungkin dengan cara ini aku bisa membalas kebaikannya selama ini.
Citra telihat sangat sedih, ia kembali teringat dengan kekasihnya, Agam kenapa kamu mengatur hidupku hingga kamu telah tiadapun masih mengatur kehidupanku citra hanya berucap di dalam hati.
"Apa mas Daffa tidak ingin menikah dengan wanita yang mas Daffa cintai? kenapa harus menikah denganku.
"Dengar Citra, mungkin kamulah jodohku, tidak perduli dengan cara apa Allah mengirimmu,
" aku hanya bisa berharap semoga suatu saat kita bisa saling menyayangi layaknya pasangan pada umumnya.
Mas Daffa sungguh dewasa cara berpikirnya. Citra melemparkan senyuman mendengar jawaban Daffa.
"Silahkan kak, seorang pelayanan menyiapkan makanan mereka di atas meja.
"apa masih ada yang mau di tambah kak?
"tidak mba ini sudah cukup Citra yang menjawab.
"kalo begitu saya permisi kak ucap pelayanan
Mereka menghabiskan semua hidangan di meja tersebut.
__ADS_1