
Pagi harinya baik citra maupun Daffa sama sama tidak pergi bersarapan, dan membuat Ani merasa khawatir,
setelah selesai sarapan, Ani pergi ke kamar citra, saat ini kamarnya sudah tidak terkunci, sebenarnya citra ingin memudahkan suaminya untuk masuk ke kamar, ia tidak ingin membuat ibu dan ayah mertua merasa khawatir jika mengetahui hubungan mereka sedang tidak baik.
"Nak, kenapa kalian tidak pergi sarapan,"
tok tok tok
"citra, Daffa apa kalian di dalam,,,
"iya Bunda" citra segera menghampiri ibu mertuanya itu.
"kenapa kalian tidak bersarapan bersama,
" aku sedang merasa tidak enak badan bunda,
"Apa..apa kamu sakit?
Ani memeriksa suhu tubuh citra yang memang sedikit demam akibat semalaman ia menggunakan pakaian yang basah.
" kamu tunggu sebentar bunda akan meminta pelayan membuatkan bubur untukmu. ayo kembali istirahat saja," Ani mengiring citra kembali ke kamar dan membantunya berbaring,
citra dimana suamimu, kenapa dia tidak ada di sini saat kamu sakit, citra terlihat gugup ia tidak tau harus menjawab apa, jika sebenarnya suaminya tidak pulang sejak malam, bahkan citra sudah mencarinya selepas solat subuh tapi tak di dapatinya.
"bu,,, nn, bunda citra ga tau mas Daffa dimana".ucap citra dengan melemas,,
"citra katakan apa yang sebenarnya terjadi apa kalian bertengkar", terlihat sudut mata Ani mulai berkaca kaca,,
"tidak bunda,, sungguh kami baik baik saja.
"nak jangan bohongi bunda, bunda dapat melihat dari matamu kamu menghabiskan malammu dengan menangis kan, bunda tidak akan memaafkan anak itu citra, dia sudah menyakiti hati seorang wanita sama saja dia menyakiti hati Bunda yang melahirkannya..
"Maafkan bunda citra, maafkan bunda tidak bisa melihat kesedihanmu, apa selama ini hubungan kalian tidak berjalan seperti selayaknya suami istri? katakan pada bunda nak,, bunda sendiri yang akan melindungimu, katakan apa yang dia lakukan padamu citra,??
__ADS_1
hiks hiks hiks citra tidak bisa membiarkan hubungan ibu dan anak itu menjadi hancur karenanya, " tidak bunda ini tidak seperti yang bunda pikirkan, pertikaian antara suami istri itu sangat wajar bukan.. aku ak,, aku hanya sedang merasa kesal dengannya dan aku menyuruhnya pergi," hiks hiks hiks citra kembali terisak.
"sudah kemarilah", ani memeluk tubuh citra memberikan kasih sayangnya yang selalu ia berikan. membuat citra lebih tenang sekarang, "kamu tunggu di sini ya,"
saat Ani melangkahkan kakinya brukkk tiba-tiba tubuhnya menabrak seseorang yang tak lain adalah Daffa, dengan mata merah dan rambut yang berantakan,
" dari mana saja kamu hah, apa kamu tau istrimu sedang sakit,"
"apah,,, "mendengar citra sedang sakit, membuat daffa membulatkan matanya seketika, ia bergegas menuju kamarnya, dimana terdapat citra yang masih memperlihatkan wajahnya sehabis menangis.
"Citra,, Daffa mendekat ke arahnya dan duduk di sebelah citra, "maafkan aku semalam,
"tidak apa mas aku mengerti,,
"citra itu tidak seperti yang kamu pikirkan,,
"aku sudah melihat semuanya lalu kamu mau aku berpikir bagaimana, berpikir bahwa tidak ada apa apa antara kalian. Iya,,, jawab aku mas aku harus bagaimana sekarang, apa aku harus memintamu Menceraikanku,??
"lalu kenapa jika aku mau kita bercerai mas. aku sudah tidak tahan melihat apa yang kalian lakukan,,
"apa kamu mengikutiku semalam?? jawab aku citra apa kamu pergi ke sana? iya aku pergi ke sana. laku kenapa apa aku tidak boleh, apa aku tidak boleh mencintai mu mas," hiks hiks hiks,, mendengar apa yang citra katakan Daffa merasa lega ternyata perasaannya selama ini sudah terbalas. ia dengan segera memeluk citra,,
"katakan sekali lagi kamu mencintaiku citra..".
"Aku mencintaimu mas aku juga membencimu,", citra mendorong tubuh Daffa, sampai. membuat pelukan itu terlepas,
"sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu citra,,"
PRAKKKKK,,, Ani menjatuhkan mangkuk bubur yang di bawanya untuk citra, saat ini ani menjadi salah paham karena ia hanya menangkap kata terakhir yang Daffa ucapkan,
"apa yang kamu katakan Daffa, kamu ingin menceraikan citra, hah,,, air mata ani terlolos begitu saja, ia jatuh terduduk di lantai,,
"tidak bunda aku tidak akan menceraikan nya, Bunda mungkin salah faham dengan ku. , Daffa segera meraih tubuh bundanya,,,
__ADS_1
"apa yang kamu katakan Daffa bunda sangat kecewa padamu,, dulu kamu begitu memohon pada bunda untuk menyetujui pernikahan kalian, tapi apa yang kamu lakukan sekarang benar benar membuat bunda kecewa,
"Bunda ini tidak seperti itu, aku bisa jelaskan,
"cukup Daffa bunda tidak ingin lagi melihatmu, pergi dari rumahku sekarang juga...
bunda sangat menyesal telah melahirkan anak sepertimu.,,,
"bunda aku mohon dengarkan dulu penjelasanku," prakk sebuah tamparan keras mengenai wajah Daffa, terlihat Ani sangat marah dan kecewa,
pukulan itu menyadarkan Daffa, Daffa bangkit dan pergi hendak meninggalkan rumahnya.
"Mas Daffa tunggu mas.,, citra segera berlari mengejar Daffa, tapi langkahnya tertahan oleh Ani, Ani memeluk tubuh citra dan meminta citra bersabar,
"sudah citra jangan lagi mengejarnya biarkan dia pergi, dia sama sekali tidak pantas untukmu.
" Tapi bunda ini tidak seperti yang bunda pikirkan bunda sudah salah faham,,
"citra bunda mohon jangan lagi kamu menutupi kesedihanmu nak.. biarkan bunda menjagamu bunda akan melindungimu. kamu sudah seperti anak bunda sendiri citra,
"tapi bunda sudah salah faham dengan mas Daffa.
Daffa pergi dengan mobilnya. ia memutuskan Pantai tempat untuk tujuannya saat ini.
daffa memarkirkan mobilnya di sembarang tempat, ia berjalan mendekati Pantai yang terlihat sepi di pagi hari, juga karena ini hari kerja.. tidak ada pengunjung satupun di sana.
Daffa berjalan menembus air, ia membiarkan ombak menghantam tubuhnya.. "apa yang harus aku lakukan sekarang. citra dan bunda mereka sudah salah faham denganku..
"bagimana aku harus menjelaskannya. bunda,, aku tidak pernah mendapatkan kemarahan bunda seperti ini...
JANGAN LUPA LIKE YA 😘 ,,,, ,,, ,,
👍👍👍👍👍
__ADS_1