
Setibanya di rumah, waktu sudah mulai gelap. di lihatnya ibu sedang mondar mandir menatikan anaknya belum juga pulang. padahal hujan turun dengan derasnya.
"Ibu.... citra menyerukan nama wanita hebat di depannya.
"sayang, kamu dari mana. kenapa baru pulang? apa di kampus banyak tugas hingga kamu pulang saat gelap nak?
"Ibu,,,, citra berhamburan memeluk ibunya. seketika tangisnya pecah di pelukan wanita yang sudah tidak lagi muda itu.
ibunya yang melihat keadaan anaknya yang menyediakan itu pun ikut menagis, di lihatnya anaknya pulang malam dengan keadaan basah kuyup, dengan berlinang air mata di pipinya... ia tidak tau apa yang sudah terjadi pada anaknya. ibunya pun mencoba menenangkan hati anaknya.
"tubuh kamu basah kuyup sayang. ayo segera ke kamar mandi. ibu akan siapkan air hangat untuk kamu.
mendengar ucapan ibunya hati citra terenyuh betah kuat wanita yang selalu ia panggil ibu itu. tidak pernah memikirkan lelahnya, hanya anak anaknya yang selalu ia prioritaskan di atas hidupnya..
di kamar mandi, dengan menyiramkan air ke tubuhnya, air mata citra ikut mengalir meski tak terlihat. di lihatnya wajah sembab nya di cermin yang ada di kamar mandi. seolah ia meyakinkan dirinya sendiri, untuk kuat menjalani kehidupan yang tidak mudah ini.
hari ini ia memutuskan untuk tidak menghubungi Agam, namun di lihatnya ada pesan masuk dan beberapa panggilan tidak terjawab dari nomor yang sama. siapa lagi kalo bukan kekasihnya. ehh tunggu citra sudah meyakinkan hatinya untuk meninggalkan Agam...
__ADS_1
setelah beberapa hari tidak di dapatkan kabar dari citra, Agam memutuskan untuk datang ke rumah citra, sesampainya di rumah sore itu. ibu citra sedang berjualan . sedang chiko adik citra entah anak muda itu bermain di mana. begitu juga citra.
Agam mengetuk pintu itu cukup lama, ia juga tidak lupa mengucapkan salam, namun sepertinya tidak ada orang di sana. setelah cukup lama tidak ada hasil Agam memutuskan untuk pergi.
di balik jendela kamarnya Citra memperhatikan Agam yang terlihat gusar karena tidak mendapat jawaban dari ketukan pintunya.
di dalam mobil menuju arah pulang, Agam memikirkan kenapa citra menjauh dari dirinya. ia mulai berfikir apa semua ini ulah mama. Agam pun bermaksud menayangkan itu pada mama nya.
tiba di rumah, Agam segera mecari keberadaan mama nya di rumah yang besar itu. ia teriak menyerukan panggilan untuk mama nya.
"mama ma
" mama dimana ma???
"kenapa kamu ini pulang pulang teriak teriak seperti di hutan saja. mama mu ini belum tuli Agam. ada hal apa sampai sampai kamu memanggil mama dengan nada seperti itu.
"ma jawab Agam ma. apa yang mama lakukan?
__ADS_1
"mama tidak mengerti maksud kamu apa. mamanya mencoba pura pura tidak tau hal yang di tanyakan anaknya.
" Mama jangan bohong, pasti mama kan yang buat citra menjauh dari Agam. ucap Agam dengan yakin mamanya lah yang melakukannya.
"kalo memang iya kenapa?
"dia bukan wanita yang baik untuk kamu Agam, dia hanya menginginkan uangmu saja. kamu harus sadar itu.
"cukup ma. uang Agam juga uang citra jadi itu bukan masalah ma. kenapa mama lakukan ini.
"Agam
" mama tidak suka kamu berhubungan dengan wanita murahan itu. dan mama tidak mau lagi kamu menyebutkan nama wanita itu di hadapan mama.
mendengar jawaban mamanya membuat hati Agam hancur ia bertekad untuk mempertahankan hubungannya dengan citra apapun caranya...
"terserah mama setuju atau tidak, dalam waktu dekat Agam akan segera menikahinya ma. Agam segera berlalu dan membanting pintu kamarnya...
__ADS_1
Draaakkkk suaranya menggema meninggalkan mama yang masih mematung melihat sikap anaknya yang mulai berubah. dulu Agam adalah anak yang begitu nurut dengan mamanya, hingga kedekatannya membuat orang lain kagum. anak laki-laki yang dengan sabar mau mengikuti mamanya untuk sekedar belanja.
Karena Agam anak satu satunya yang mamanya lahirkan. kandungan mamanya Agam sangat lemah sehingga sulit mendapatkan keturunan, sebab itulah Agam terlahir melalui proses bayi tabung. namun sayangnya Agam memiliki kelainan jantung bawaan sejak dalam kandungan. sejauh ini belum ada hal berbahaya dengan kesehatan Agam. meski kadang ia harus beberapa kali keluar masuk rumah sakit, karena kondisi kesehatannya yang tidak seperti orang kebanyakan.