
"Bunda dia wanita biasa saja,
"maksud Daffa, wanita itu bukanlah dari kalangan keluarga terpandang.
"Bunda tidak peduli dia wanita dari kalangan seperti apa,
"Asalkan Daffa anak bunda bahagia bersamanya.
"Apa kamu begitu mencintainya hah? Dengan wajah bersemu Bunda meledek anaknya.
"Heh tentu anak kita begitu mencintainya,
" kalo tidak mana mungkin dia menikahinya kata Bambang.
"Ayah, saat ini aku memang belum mencintainya,
"tapi aku percaya suatu hari aku akan begitu mencintainya.
"Daffa apa maksud mu, suara Bambang yang meninggi mendengar pernyataan anaknya.
"pernikahan itu bukan untuk main main, pernikahan itu suci dan sakral.
" sebelum kamu menikahinya harusnya kamu pikirkan matang matang.
" Jangan menikahinya jika kamu tidak mencintainya,
"kamu akan menyakiti perasaannya
"Nak Bunda dan Ayah memang menginginkan kamu segera menikah,
"tapi bukan berarti kamu harus menikah Dengan wanita yang tidak kamu cintai.
"kamu harus mencintainya dulu baru menikahinya,
"itu akan membuat pernikahanmu bahagia dan langgeng.
"kalo kamu tidak mencintainya saat ini bahkan sampai setelah menikah,
" kamu hanya akan menyiksanya menyakiti perasaannya.
"Bunda. bukankah Bunda dan ayah begitu menginginkan seorang cucu.
__ADS_1
"dia akan segera memberikannya untuk kalian.
"APA MAKSUDMU? kata kata Bambang penuh penekanan,
"Apa kamu berbuat sesuatu yang di larang agama?
" Apa dia sudah Hamil Bambang bertanya dengan rasa prustasi di hatinya,
argghhh anak yang begitu aku jaga akhlak dan agamanya ternyata telah berbuat zina desahnya dalam hati.
Ani yang berpikiran sama dengan suaminya, Membuat nya tak dapat berkata kata lagi. hanya air mata yang mengalir membasahi wajah nya yang bersih. bola matanya memerah. Ani menutup mulutnya dengan tangan seolah memerintah agar mulutnya tak berbicara.
"Bukan seperti itu Ayah.
"Bunda dengarkan aku dulu. aku akan menjelaskan nya.
"Iya nak Bunda masih mendengarkanmu. bicaralah
Mengatakan kebenaran seolah sangat berat, sampai Daffa kesulitan mencari kata kata yang tepat untuk di ucapkan.
"Wanita itu, dia kekasih Agam. dia yang akan aku nikahi.
"Jangan bercanda nak. dia bukan wanita baik baik.
"apa dia menjebaknmu?
"apa yang sudah dia lakukan padamu nak, Pikiran Ani sudah terhasut oleh kata kata Yulia. yang mengatakan citra wanita murahan yang tidur dengan banyak laki-laki dan saat hamil mendatangi Agam meminta di nikahi oleh Agam.
"sebaiknya kamu lupakan keinginanmu untuk menikahinya.
" karena Bunda tidak akan merestuinya
"Benar nak apa kata bundamu nak.
"Masih banyak wanita yang lebih baik dari dia, dan bundamu bisa mencarikannya untukmu.
"Bunda ayah kenapa harus su'udzon sama citra Dosa bun.
"kita harus selalu berpikir husnuzon sama orang lain. Daffa menikahi citra karena amanah dari Agam.
" Agam meminta Daffa untuk menjaga anaknya dan Daffa sudah mengiyakan permintaan Agam.
__ADS_1
"Lagipula Daffa berhutang nyawa pada Agam, apa Ayah ingat saat Ayah datang menemui Daffa di apartemen,
"wajah Daffa babak belur di hajar oleh beberapa orang yang ingin merampok mobil Daffa.
"saat kejadian itu Agam yang nolongin Daffa. dia bertaruh nyawa untukku.
"Sekarang biar Daffa membalas nya. Daffa ingin menjaga dan merawat anaknya.
"Nak kamu bisa meminta orang untuk menjaga mereka dan kamu bisa memberi materi yang cukup untuk kehidupan mereka jika kamu ingin membalas kebaikan Agam, Ani memberikan pandangan untuk anaknya.
"Tidak bunda, Daffa tetap akan menikahinya.
"Tapi kenapa Daffa, apa kamu sudah di butakan oleh pesona wanita itu?
"Karena Daffa tidak ingin anak yang tidak berdosa itu yang menanggung semuanya.
"bagaimana dia akan menghadapi bullying dari lingkungannya karena dia lahir di luar setatus pernikahan.
"Daffa akan memberikan setatus dan pengakuan di mata hukum untuk anak itu. Daffa harap bunda dan Ayah bisa menerima keputusan Daffa.
Melihat kesungguhan dan rasa tanggung jawab yang di tunjukkan anaknya. Bambang mengembangkan senyuman.
"Ayah bangga mempunyai anak sepertimu nak. Bambang memeluk putranya di usapnya bahu anaknya. Ani yang masih ragu dengan keputusan anaknya, tapi melihat suaminya yang sudah menyetujui keputusan Daffa, akhirnya ia mengalah.
Ani hanya berucap semoga pernikahan ini akan membawa kebahagiaan untuk anaknya.
------------
"Kapan kamu akan menikahinya. kata Ani.
"secepatnya bunda.Agar kehamilannya tidak banyak yang mengetahui.
"Baiklah nak, jika itu sudah menjadi keputusanmu,
"Bunda akan mendukungnya,
"Terimakasih Ayah, Bunda. Daffa segera memeluk kedua orang tuanya.
ia merasa lega dalam hatinya. karena orang tuanya Kini setuju dengan rencana pernikahannya.
"Daffa apa yang harus bunda persiapan untuk pernikahan kalian......
__ADS_1