
Karena sudah masuk waktu subuh. Citra membangunkan suaminya.
"Mas bangun sudah subuh, ayo kita solat.
arghhh Daffa merenggangkan otot-otot nya yang terasa kaku. saat merenggangkan ototnya Daffa membuka mata melihat posisinya begitu dekat dengan Citra. Citra maaf kata yang di ucapan oleh Daffa sebelum akhirnya Daffa pergi meninggalkan Citra yang masih mematung melihat sikap Daffa.
apa katanya maaf,
" Jadi semalaman dia memeluk tubuhku dengan tidak sengaja, tapi kenapa hatiku merasa sakit mendengarnya.
kenapa aku ingin dia memelukku karena memang dia menyukainya. Citra apa yang kamu pikirkan, Citra membuang hal yang ada dalam pikirannya.
setelah solat dan bersarapan bersama, Daffa mempersiapkan diri pergi ke klinik tempat nya di tugaskan oleh rumah sakit pusat tempat dia bekerja. Saat hendak berangkat kerja Citra membantu Daffa membawakan tasnya dan mengantarkan ke depan rumah mereka.
"apa Mas akan pulang untuk makan siang? belum tau, nanti aku akan memberikan kabar apa aku makan di rumah atau di luar.
" emmmm iy mas. Citra memberikan tasnya pada Daffa. dan mencium tangan suaminya. hati hati mas.
Cup tiba tiba Daffa memberikan ciuman di kening Citra,
" jaga dirimu dan dia baik baik, aku berangkat duluan asalamualaikum, Daffa segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Citra yang masih mematung.
Citra masuk ke dalam rumah dan menuju kamar saat hendak membuka pintu kamar, bi sumi berkata "wah, tuan sama non romantis banget ya.seneng saya lihatnya.
__ADS_1
" bibi bisa aja citra tersenyum bi saya ke kamar dulu ya.
" iya non.
kenapa hati kamu berdebar debar begini itukan cuma ciuman biasa saja. tapi kenapa aku merasa begitu bahagia. apa aku mulai menyukai mas Daffa. ini tidak boleh terjadi...
Citra sudah memasak sendiri untuk makan siangnya, ia berharap Daffa akan menyempatkan waktu untuk makan siang di rumah bersamanya. setelah semua menu. masakan matang dia memberikan pesan singkat pada Daffa.
✉
Citra
mas kamu makan siang dimana?
maaf Citra sepertinya aku tidak akan makan siang di rumah. kamu jangan telat makan ya.
Dengan wajah yang terlibat sedih membaca pesan dari Daffa. Citra melangkahkan kaki menuju kamar, nafsu makan nya tiba-tiba menghilang begitu saja.
sumi yang melihat Citra meninggalkan meja makan tanpa menyentuh makanan yang telah dimasaknya merasa kasian.
sumi berinisiatif membawakan makan siang untuk Citra ke kamarnya.
"non ini makanya, non Citra makan dulu ya.
__ADS_1
"bi tolong taro di meja dulu ya, saya masih belum lapar ucap Citra
" baik non. bibi permisi ya non. kalo ada apa-apa panggil bibi saja.
"bi....
"ya non. ada apa? Apa bibi tau tempat untuk yang menarik untuk menghilangkan bosan.
ada sih non.
"di atas ada perkebunan teh yang indah. non pasti suka.
"bibi bisa temenin Citra ke sana. rasanya di rumah terus seharian aku sangat bosan.
" bisa non.
"gimana kalo kita bawa makan siang ke sana usul sumi pada Citra, tanpa ragu Citra segera mengiyakan usulan bi sumi.
Sumi membawakan makan siang untuk mereka dan juga membawa sebuah tikar lipat untuk mereka pakai nanti.
Citra berjalan kaki sekitar dua puluh menit untuk sampai di perkebunan teh yang di sebutan bi Sumi. benarsaja di sana sangat sejuk meskipun siang hari sekalipun. udara yang lembab membuat Citra merasa nyaman berada di sana.
karena sumi adalah penduduk lokal. ia mengenal beberapa orang petani kebun teh. dan memperkenalkan Citra pada mereka. mereka terlihat antusias mendengar cerita sumi bahwa Citra adalah istri seorang dokter anak yang sedang bertugas di klinik setempat.
__ADS_1
setelah cukup berbincang bincang Sumi mengajak Citra untuk makan siang bersama sama dengan para petani kebun teh yang juga sedang beristirahat untuk menikmati makan siang mereka. setelah makan siang Citra masih menyempatkan waktu untuk berkeliling kebun. sebelum akhirnya ia kembali pulang ke rumah.