
hari ini Daffa sama sekali tidak memberi izin untuk Citra keluar dari rumah, meski hanya untuk berjalan ke taman.
dengan sangat terpaksa Citra menghabiskan waktunya hanya di rumah saja.
Citra sedang duduk seorang diri di balkon kamarnya, ia menghirup udara pagi yang sejuk, karena posisi kamarnya menghadap ke arah taman belakang rumahnya.
suara burung berkicauan bernyanyi riang. Citra tersenyum memandang taman indah di hadapannya.
" kenapa tidak sejak awal aku pergi ke sini, di sini sangat indah bahkan aku bisa melihat dari kejauhan pemandangan gunung di ujung sana dari sini..
"Apa yang kamu lakukan di sini nak.
*Bunda,,, ada apa bunda mencariku ke mari,
"hari ini bunda dan ayah akan pergi untuk menghadiri seminar,, apa kamu tidak ingin ikut bersama kami?
"Tidak Bunda, mas Daffa melarangku untuk pergi hari ini. jadi aku akan di rumah seharian ini.
"kalo kamu ingin ikut Bunda akan bicara dengan Daffa untuk menolehkan kamu ikut nak.
"Bunda tidak perlu melakukan itu, Citra juga sedang tidak ingin pergi hari ini.
"apa kamu yakin baik baik saja di rumah sendrian.
" Citra baik baik saja Bunda. Bunda,, jam berapa Bunda akan pulang??
"mungkin Malam, karena perjalanan memerlukan waktu sekitar dua jam untuk sampai di sana.
" baiklah Bunda boleh pergi, Hati-hati di jalan ya Bunda.
__ADS_1
"Jaga dirimu di rumah ya sayang, cupp Ani memberikan ciuman di wajah menantunya.
Kenapa Bunda begitu bersikap baik padaku, ini membuatku sulit untuk meninggalkan kalian suatu saat nanti.
karena tidak ada aktifitas hari ini, Citra memutuskan untuk menghubungi ibunya, dengan panggilan video call, mereka tersambung,
"Asalamualaikum Ibu,
"waalaikumsalam nak, bagaimana kabarmu di sana,
"aku baik bu,, kabar ibu sama chiko gimana?
"alhamdulillah nak kita juga baik sayang. gimana hasil USG terakhir apa jenis kelamin cucu ibu,
"saat USG posisinya selalu tidak pas untuk melihat nya bu.
"iya bu. memandang wajah ibunya yang teduh, membuat Citra tidak tega untuk menambah beban pikirannya. justru membuat citra bersedih karena usainya yang sudah tidak lagi muda, ibunya harus tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, yang seharusnya Citra menggantikan posisi ibunya setelah ayahnya meninggal, tapi Citra justru hanya memberinya aib keluarga, dengan hamil di luar nikah.
tanpa tersadar Citra menitiskan air matanya.
itu semua tidak luput dari pandangan sangat ibu,
"nak kenapa kamu menangis sayang, apa ada masalah,,
"tidak bu, tidak ada masalah Citra hanya baru menyadari betapa beratnya perjuangan menjadi seorang ibu saat Citra mengandung bayi Citra bu,, .
"sabarlah nak, sebentar lagi semua perjuanganmu akan terbayar dengan melihat anak anakmu tumbuh besar di pelukanmu, melihat nya tersenyum itu sudah sangat membahagiakan untuk seorang ibu.
"Sama seperti ibu, ibu hanya mengharapkan di sisa hidupku untuk melihat kamu dan chiko bahagia sayang...
__ADS_1
"ibu terimakasih, ibu selalu mengurusku dengan baik. I love you bu, aku sangat merindukan ibu,
" ibu juga nak. jaga dirimu baik baik di sana, beri tahu ibu begitu kamu merasakan tanda tanda akan melahirkan.
"yaa bu,,
-------------
sekitar jam tiga sore, Daffa terlihat memasuki pekarangan rumahnya, hari ini Daffa pulang lebih awal karena mencemaskan Citra seorang diri di rumah.
Daffa memasuki rumahnya dan segala melangkah menuju kamarnya, Daffa memegang pegangan pintu itu untuk membukanya.
"Mas kamu sudah pulang,,
"iya apa kamu baik baik saja?
" Tentu aku baik baik saja. memangnya apa yang akan terjadi padaku jika aku hanya di rumah saja.
"Apa kamu marah karena aku tidak memberimu izin untuk keluar hari ini. tidak sama sekali.
"Pergilah mandi dan bersiap,,
"memangnya kita akan pergi kemana??
"aku akan mengajakmu untuk berjalan Sore di pantai,
"Sungguh? dengan wajah berbinar menunjukkan kebahagiaan Citra dengan segera pergi membersihkan diri dan bersiap untuk menikmati suasana pantai yang sudah lama ia inginkan...
gemuruh ombak dan pasir putih yang halus,, semua sudah terbayangkan oleh Citra
__ADS_1