
Daffa dan Citra sudah menghabiskan waktunya sekitar sebulan di sana, banyak hal yang mereka lewati bersama, saat ini usia kandungan Citra sudah menginjak usia lima bulan. tampak perutnya sudah lebih menonjol sekarang.
setiap akhir pekan, Daffa membawa Citra untuk menikmati tempat tempat wisata alam yang ada di sekitar puncak.
Hari ini Daffa membawa Citra pergi ke sebuah taman bunga, nampak wajah berbinar Citra tampakkan saat tiba di taman bunga itu.
Karena tak ingin Citra kelelahan, Daffa menyewa sebuah mobil yang sudah di desain untuk menikmati pemandangan di sekitar taman tersebut. Dengan perlahan Daffa melakukan mobilnya. sampai tiba di sebuah danau buatan yang nampak ada beberapa angsa berenang di sana, Daffa mengajak Citra untuk menikmati pemandangan indah itu.
"Makasih ya mas.
"Makasih untuk apa? tanya Daffa.
"Karena kamu, kebaikkanmu membuat aku bisa melewati semua ini dengan baik.
"Jangan sungkan ini sudah menjadi tanggungjawab aku Citra.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia bersamaku? Daffa bertanya
"Aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu, dan aku sangat bahagia mas.
Entah sejak kapan mas, aku mulai mencintaimu, aku tau seharusnya aku tidak memiliki perasaan ini terhadapmu mas. Citra berucap dalam hatinya.
Daffa pergi membeli makanan ikan, karena ternyata di danau itu di penuhi dengan ikan berwarna oranye dan putih. setelah mendapat pakan ikan. Daffa dan Citra memberikan makanan untuk ikan yang sudah di belinya.
tampak ikan itu berebut makanan. Tak hentinya Citra mengembangkan senyum di wajahnya.
apa kamu akan selalu membuatku tersenyum seperti ini mas?
Citra dan Daffa berjalan menikmati pemandangan indah berbagai macam jenis buga ada di sana. sampai tiba di hamparan bunga lavender yang sangat luas. Daffa meminta Citra untuk berfoto di latar belakangnya hamparan bunga indah itu.
setelah mengambil beberapa pose di sana. tiba tiba seorang photograper menghampiri. dan menawarkan jasa foto kilat yang langsung di cetak di sana. awalnya Daffa menolak namun Citra terus merengek meminta Daffa untuk menuruti usulan photograper itu. akhirnya Daffa luluh dan menuruti permintaan Citra.
__ADS_1
sang photograper mengarahkan Daffa berpose memeluk Citra. terlihat keragu-raguan di antara keduanya. namun photograper itu terus memaksanya. sampai akhirnya photograper mengambil beberapa gambar ada saat mereka saling menatap satu sama lain, ada juga pose yang di usulan photograper tadi pose Daffa memeluk pinggang Citra. dan satu lagi photograper mengarahkan Daffa memeluk Citra dari belakang dan melingkarkan kedua tangannya di bawah perut Citra, sontak saja itu seperti photoshoot maternity.
seusai mengambil pose tersebut, mereka di Giring oleh photograper tersebut menuju sebuah studio mini di sana untuk mencetak foto mereka. Citra menyarankan untuk mencetak satu foto saja saat pose saling menatap. tapi Daffa melihat hasil jepretan sang photograper itu sangat indah, ahirnya Daffa mencetak semua foto itu.
Sepulang dari taman bunga. Citra dan Daffa terlihat semakin dekat.
Citra juga terkadang membuatkan bekal untuk makan siang suaminya.
Sampai suatu hari. jam di dinding sudah menunjukkan pukul 22:00 tapi Daffa belum juga tiba di rumah, malam itu hujan turun dengan derasnya membuat Citra gelisah menunggu kepulangan suaminya. yang biasanya tak pernah pulang sampai larut malam begini. Berulang kali Citra menghubungi ponsel suaminya tapi tak ada jawaban membuat perasaan Citra semakin kalut.
setelah mondar mandir di dalam kamar Citra memutuskan untuk duduk di tempat tidur. biasanya mas Daffa jam 19:00 sudah pulang, dia tidak pernah pulang selarut ini.
"apa terjadi sesuatu sama mas Daffa. ya Allah tolong lindungi mas Daffa dimanapun dia berada. Citra terus mengucap doa untuk suaminya.
karena terlalu lama menunggu Daffa Citra akhirnya tertidur dengan posisi miring dan memeluk bantal. sekitar pukul 00:15 dini hari. Daffa baru pulang. dia segera masuk ke kamar dan mengambil beberapa potong pakaian lalu pergi mandi.
__ADS_1
Daffa pulang terlambat karena saat hendak pulang dari klinik, ada seorang pasien korban tabrak lari yang di bawa ke sana. karena posisi hujan deras juga di sana tidak ada ambulance Daffa berinisiatif untuk menolong membawanya ke rumah sakit yang lebih memadai alat alatnya. karena pasien saat di bawa sudah tidak sadarkan diri dan terlihat banyak mengeluarkan darah. Daffa membatu mengangkat pasien dan membawanya dengan mobilnya, saat mengangkat pasien Daffa tidak menggunakan payung membuat tubuhnya basah kuyup.
dengan tubuh yang mulai kedinginan Daffa terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. saat sampai rumah sakit daffa tidak segera pulang ia memastikan bahwa pasien di tanganni dengan baik terlihat dulu. saat pasien di rasa sudah mendapat perawatan, dan keluarganya juga sudah tiba di sana Daffa barulah pulang.