
Citra baru saja tiba di apartemen. drt drt drt getaran ponsel Daffa yang tanda panggilan masuk, setelah di lihat ternyata Bunda Ani menelponnya.
Halo asalamualaikum, suara lembut khas seorang ibu menyapanya.
Waalaikumsalam Bunda,
Sayang, gimana kabarnya?
Alhamdulillah Bunda kabar Citra baik.
Alhamdulillah, kalo kabar cucu Bunda?. apa kalian sudah mengetahui jenis kelaminnya?
alhamdulillah Bunda kandungan Citra juga baik. beby nya sehat. terakhir Citra USG posisi beby nya menyamping jadi gak keliatan Bun.
ya sudah gpp nak. yang penting kalian sehat semua nya Bunda sudah senang.
Oya dimana Daffa kenapa sudah dua hari ini tidak menghubungi Bunda. Apa dia sangat sibuk.
emm a an anu Bunda. Citra sangat gugup menjawab pertanyaan Bunda Ani.
__ADS_1
ada apa nak, apa semua baik baik saja? suara di penghujung terdengar mulai khawatir.
Citra sudah tidak bisa menahan rasa bersalahnya, karena dia penyebab Daffa sampai di fitnah dan di jebloskan ke jeruji besi. tangisnya tiba-tiba pecah
"hiks hiks hiks, Bunda sebenarnya mas hiks hiks hiks mas Daffa sedang dalam masalah.
"Innalilahi wainnailaihi raji'un, apa yang sebelumnya terjadi Citra, ada apa dengan Daffa. apa yang terjadi dengan putraku, Hu hu hu suara tangisan Ani bisa Citra dengar dengan jelas.
Bunda maafkan Citra Bun. ini semua salah Citra. hiks hiks hiks.
sebenarnya ada apa Citra katakan yang sebenarnya terjadi pada Daffa, apa dia terluka, dia kenapa hiks hiks hiks,
Apa??? apa katamu, Daffa anakku apa yang di lakukan Daffa Citra kenapa bisa seperti ini. hiks hiks hiks.
Bunda yang tenang kita berdoa semoga masalah yang di lalui mas Daffa bisa segera selesai.
Setelah mendapat kabar putra nya di tahan. Ani memboyong semua orang rumahnya untuk ikut berangkat ke kota kembang malam itu juga. setelah memesan tiket pesawat tidak ada jadwal keberangkatan malam itu, dengan terpaksa Ani harus menunggu hingga pagi agar bisa segera berangkat ke kota kembang. sampai ia tidak ada niat untuk kembali ke rumah, dan memaksa seluruh anggota yang di bawanya menginap di hotel dekat bandara.
Mengetahui ibu dan ayah mertuanya akan datang, Citra sampai harus bangun lebih pagi. sekitar jam empat pagi Citra sudah bangun dan langsung menyiapkan bahan masakan.
__ADS_1
Sekitar pukul sembilan pagi, Ani berserta kedua pembantunya dan seorang supir, serta suaminya tiba di apartemen Daffa.
Bambang menekan tombol bell yang terdapat di depan apartemen putranya. tak butuh waktu lama, Citra segera membukakan pintu.
"Asalamualaikum nak. suara Bambang dan Ani beriringan saat mereka masuk.
"waalaikumsalam Bunda ayah, ayo masuk. ayo kita sarapan dulu Bunda, Citra sudah siapkan.
"Citra, apa setelah kalian menikah, Daffa tidak ada niat untuk pindah ke rumah yang lebih besar, di apartemen ini sangat sempit untuk kalian tempati nak.
" Bunda apartemen ini cukup besar untuk kita berdua tempati.
" tapi sebentar lagi akan ada bayi di sini. apartemen tidak cocok untuk anak kecil nak. biar Bunda carikan rumah yang cocok untuk kalian nanti.
"tidak perlu repot Bunda. Citra akan tinggal di manapun mas Daffa inginkan.
"alhamdulillah Bunda Daffa mendapat istri yang baik sepertimu nak. saat Citra dan ibu mertuanya sibuk berbincang tiba-tiba bambang datang
"kenapa kalian malah asik mengobrol, ayo kita sarapan kasih Citra sudah repot menyambut kita. ehh iya ayo nak kita sarapan setelah ini langsung ke kantor kepolisian.
__ADS_1
Mereka bersarapan bersama. kecuali para pelayan tidak bisa ikut sarapan bersama karena memang kursi di meja makan hanya ada empat. jadi mereka menunggu gantian untuk bersarapan.