Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 58


__ADS_3

kring kring kring dering ponsel Daffa berbunyi. terpampang tulisan my Bunda calling.


tanpa berpikir lagi Daffa menarik tanda warna biru itu ke sudut layar


Terdengar suara di ujung sana, suara wanita yang sangat di rindukan oleh Daffa.


*Asalamualaikum nak


Waalaikumsalam Bunda, gimana kabar Bunda sama ayah?


Bunda sama Ayah baik nak. kabar kalian gimana?


alhamdulillah bun, kita juga baik di sini.


Kapan kamu pulang nak. Bunda kasihan lihat Ayah tiap hari harus berangkat, Ayah sudah tua nak.


iya bunda Daffa ngerti. nanti setelah kontrak kerja Daffa sama rumah sakit selesai Daffa langsung pulang ya.


itu terlalu lama nak. apa lagi Citra sebentar lagi akan melahirkan. bunda mau dia melahirkan anaknya di sini. biar bunda yang mengurus anaknya. Citra kan baru pertama kali memiliki anak. bunda akan mengajarinya cara merawat bayi nak.


Bunda, di sini kan juga ada ibunya Citra. nanti saat Citra melahirkan beliau pasti akan mengurus Citra dan bayinya dengan baik.


setidaknya buatlah acara tujuh bulanan kehamilannya di sini kalo dia tidak bisa melahirkan anaknya di sini.


nanti Daffa bicarakan ini sama Citra dulu ya bunda. yaudah bunda Daffa tutup dulu telponnya ya. asalamualaikum


waalaikumsalam*.

__ADS_1


Bunda ini ada ada aja mintanya. Citra mana mau tinggal di kampung orang lain. apalagi dia sedang hamil. gimana kalo di sana dia tidak nyaman Daffa berdecak kesal dengan permintaan Bunda nya.


"Citra Daffa memanggil nama istrinya.


"ada apa Mas? tukas Citra


"bukanya kamu ingin ikut kelas yoga? kenapa kamu belum mendaftar?


" emmm itu mas ucap Citra ragu akhirnya Citra beralasan tidak ada referensi tempat yoga yang dia tau. padahal Citra sudah melihat lihat beberapa website klas yoga untuk kehamilan yang bagus, tapi karena ia tidak memiliki uang untuk me daftarnya, ia tidak mungkin terus merepotkan Daffa. sudah cukup Daffa memikul beban berat dengan menikahinya.


sebenarnya Citra di berikan sebuah ATM oleh Daffa yang nominalnya cukup besar untuk memenuhi kebutuhan Citra, bahkan setiap bulan Daffa selalu menambah isi saldonya. tapi Citra hanya menggunakannya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari saja.


"Emm baiklah nanti aku akan tanyakan pada beberapa rekankku yang sudah memiliki anak. tempat kelas yoga yang bagus. Daffa menjelaskan. Citra segera menbantah nya ia tidak ingin merepotkan Daffa dengan urusannya.


"tidak usah mas. nanti aku akan cari sendiri saja.


"tidak papa Citra, lebih cepat kamu dapat kelas itu lebih baik, biar kamu ada kegiatan lain di luar, aku takut kamu setres karena terus menerus di apartemen yang sempit ini. itu tidak baik untuk bayimu tutur Daffa.


Setelah mereka berbincang, Citra mengajak Daffa untuk bersarapan bersama sebelum Daffa pergi bekerja.


Daffa sedang menikmati makan siangnya bersama beberapa dokter rekannya bekerja di kantin rumah sakit. Tiba-tiba ponsel Daffa bergetar di dalam saku celananya. Daffa melihat pesan masuk dari Andini.


isi pesan singkat yang di kirim Andini


Kak sore ini temani aku ya membeli kado untuk papah dan mamah dua hari lagi ulang tahun pernikahan mereka.


Daffa segera membalas pesan itu dan menyanggupi permintaan adik sahabat itu.

__ADS_1


Sore hatinya Daffa dan Andini berjanji untuk bertemu di sebuah mall besar di kota tersebut.


terlihat Andini sedang menunggu Daffa di sebuah cafe, saat Daffa datang mendekat, Andini sedang menikmati cappucino yang di pesannya sebelum Daffa datang.


"Maaf Andin kaka tadi terjebak macet saat keluar rumah sakit.


" gpp kak. kaka mau minum apa ucap Andini ramah.


"tidak usah, kita langsung aja cari barang yang kamu akan beli. ajak Daffa tidak ingin mengulur waktu, karena di rumah Citra pasti sudah menunggunya.


Daffa dengan setia menemani Andini memasuki beberapa gerai toko. sudah lebih dari lima toko mereka datangi tapi Andini tidak mendapatkan barang yang ingin di berikan pada orang tuanya.


Tiba-tiba Andini memegang kepalanya, dan menundukkan pandangannya di depan sebuah toko. Daffa yang memperhatikan Andini segera bertanya. Andini kamu kenapa? kak ga tau kenapa kepala aku pusing banget, mungkin karena tadi aku minum kopi Andini bercerita dengan wajah begitu lesu. seperti menahan rasa sakit.


"Ayo kita cari tempat duduk dulu untuk beristirahat ajak Daffa dengan menggiring Andini mencari tempat duduk.


" Kamu kan tau kamu punya sakit magh kenapa kamu memesan kopi. jangan ceroboh kamu bisa membahayakan dirimu sendiri turur Daffa pada wanita itu.


Namun tiba-tiba Andini terjatuh, dengan sigap Daffa menangkapnya sebelum Andini benar benar terjatuh. Daffa mengangkat tubuh kecil itu yang sama sekali tidak berat menurutnya.


terlihat mata para pengunjung menatap mereka. dan ada beberapa orang berceloteh.


kenapa perempuan itu, kenapa dia pingsan. dan banyak lagi orang berkata. Daffa tidak menghiraukannya daffa hanya berfokus untuk membawa Andini ke rumah sakit.


Saat sudah di dalam mobil. Daffa melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Tiba-tiba Andini membuka matanya.


" kak tolong antar aku pulang ya. kepalaku sangat pusing.

__ADS_1


"aku aku mengantarmu pulang. tapi kita ke rumah sakit dulu untuk memeriksakan kesehatanmu.


"kak itu tidak perlu. Andini cuma pengen pulang Andini pengen di peluk mamah kalo Andini sakit seperti ini mamah yang akan mengurus Andini ucapnya membuat Daffa mengurungkan niatnya. dan membawa Andini pulang ke rumah nya.


__ADS_2