Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 28 Di lamar


__ADS_3

Seminggu kemudian.


citra sedang duduk di kursi yang ada di dalam kamarnya, ia membuka lebar lebar jendela kamarnya. iamenghirup udara segar setelah turun hujan sore itu.


citra sudah tidak lagi berangkat kuliah. karena ibu memintanya untuk diam di rumah. dan tidak boleh kemana mana. karena suatu hari nanti perut rata citra akan semakin membesar, ibunya tidak ingin citra jadi bahan gunjingan para tetangganya yang melihat perut anaknya membesar tanpa suami.


hampir setiap hari Sinta dan putra datang untuk sekedar menghibur citra, agar citra tidak merasa kesepian di rumah. betapa beruntungnya citra memiliki sahabat yang selalu memberinya semangat. dan tidak meninggalkan citra di saat seperti ini justru mereka lebih memperhatikan citra..


Sahabat sejati, adalah orang yang akan menemani kita di situasi apapun, dan selalu mendegar tanpa mengeluh dan merasa bosan dengan cerita sahabatnya yang sebenarnya tentang itu itu terus. ❤


tok tok tok...


"Asalamualaikum.


Chiko yang mendengar ketukan pintu segera membuka nya.


"waalaikumsalam....


"maaf apa ibu nya ada?


"Ohh tunggu sebentar akan saya panggilkan,


"silahkan duduk kak,


"mau minum apa tanya chiko dengan sopan.


"tidak usah repot dek, air putih saja terimakasih.


chiko segera memanggil ibunya dan membawakan air untuk tamunya. setelah kedatangan Fatimah, Daffa segera mencium tangan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Maaf nak ini siapa ya. dan ada perlu apa ke mari.


"Saya Daffa bu. begini maksud kedatangan saya kemari untuk melamar anak ibu. ucap Daffa dengan bersungguh sungguh.


"Apa maksud nak Daffa, ibu tidak mengerti.


''Begini bu. sebelum meninggal Agam menitipkan amanah kepada saya untuk menjaga citra dan bayinya. dan saya sudah mengiyakan amanah almarhum.


Fatimah masih tidak bicara sepatah katapun mendengar ucapan Daffa. ia hanya memandang wajah Daffa, dan terlihat keseriusan di sana.


"Nak, apa yang kamu ucapkan? ibu melihat kamu ini laki-laki yang baik,


" Tapi nak keadaannya saat ini tidak sesederhana yang kamu ucapkan.


"Bu, saya tidak mungkin mengkhianati sahabat saya,


"Nak Daffa, mungkin pas nak Daffa mengiyakan permintaan almarhum, saat itu situasinya sedang darurat, jadi nak Daffa dengan terpaksa mengiyakan permintaan Agam.


"mungkin hari itu saya berfikir sama seperti ibu. tapi setelah almarhum meninggal.


"saya merasa tidak tenang karena belum memenuhi janji saya pada almarhum.


'Saya sudah pikirkan baik baik tentang hal ini bu.


" Tapi nak, apa kamu sungguh sungguh dengan ucapan kamu?


Daffa mendekat ke Fatimah, ia duduk bersimpuh di pangkuan Fatimah.


"sudah tiga malam saya solat istikharah... dan setelah solat saya tidur selalu bermimpi hal yang sama,

__ADS_1


"saya bermimpi sedang menggendong bayi. dengan petunjuk itu Allah memberitahu saya untuk segera melaksanakan amanah almarhum.


"Saya Mohon restu dari ibu untuk menikahi citra.


Daffa mencium telapak tangan Fatimah. dan Fatimah mengusap lembut rambut Daffa. tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.


mungkin inilah jawaban dari doa doa yang Fatimah panjatkan di setiap sholat nya.


"Baiklah nak. ibu merestui nya.


"nanti ibu akan bicarakan ini pada citra, ucap Fatimah.


"Alhamdulillah. ucap Daffa lega.


"baik bu saya tunggu kabar baiknya. setelah citra menyetujui pernikahan ini saya akan segera membawa orang tua saya untuk melamar.


"tapi nak,


"Iya bu kenapa?


"Bagaimana dengan orang tuamu apa dia akan menerima pernikahan ini dengan baik.


"ibu tidak perlu khawatir, InsyaAllah orang tua saya bisa mengerti, dan menerima citra dengan baik.


"yasudah bu, saya pamit pulang dulu, nanti ibu segera hubungi saya kalo citra sudah menerima lamaran saya.


"Asalamualaikum


"waalaikumsalam....

__ADS_1


__ADS_2