
Citra segera bersiap setelah mendapat telpon untuk segera menjemput suaminya. sebenarnya perasaannya tidak sepenuhnya bahagia dengan kabar kebebasan Daffa.
Jantung Citra berdebar hebat. pikiran nya di liputi dengan bayangan pernikahan Daffa dan Andini." pasti tidak lama lagi mas Daffa akan menikahinya.
memikirkan itu semua membuat air mata Citra mengalir melalui pipinya.
setelah tiba di kantor polisi. Citra mencari cari keberadaan suaminya. Citra memutar badannya untuk menjangkau semua sudut untuk mencari sosok yang amat di rindukan Citra. Tiba-tiba sosok tangan dengan telapak besarnya meraih pinggang Citra dan menariknya ke dalam pelukannya
"Mas Daffa,,,,,
"iya ini aku. sekarang aku udah bebas Citra.
"alhamdulillah Mas aku seneng banget denger kabar kamu udah bebas. ayo pulang mas.
Daffa dan Citra segera pulang ke apartemen.
Setelah sampai di apartemen. Daffa dan Citra masuk ke dalam dengan beriringan.
"Bunda Ayah. kalian di sini. kenapa ga ikut jemput Daffa sama Citra?
Ani membulatkan matanya. sontak tak percaya melihat putranya sudah kembali.
__ADS_1
"nak ini beneran kamu kan. kamu udah bebas? ucap ani dengan mata yang berkaca kaca.
"iya Bunda ini Daffa. memangnya siapa lagi. Ani segera memeluk anaknya dengan sangat erat, ia tidak ingin terpisah lagi dari anak-anak nya.
" Bunda seneng banget nak kamu udah bebas. Ani membubuhi ciuman bertubi-tubi di wajah anaknya.
"Bunda udah ah. Daffa merasa risih karena bundanya memperlakukan dirinya seperti anak kecil di hadapan Citra. Bambang juga memberikan pelukan pada putranya.
"Daf, tapi bagaimana kamu bisa bebas nak? Bunda baru saja mau menemui Yulia ke rumahnya.
"Maksud bunda, bunda belum ke rumah Agam? tanya Citra dengan kebingungan.
"Iya bunda belum ke sana. baru mau cek keadaan Citra, setelah itu bunda akan ke rumah Yulia rencananya. tapi kenapa Daffa sudah di bebaskan.
"Kira kira siapa Mas? aku ga tau Citra. aku sangat berterimakasih siapapun orangnya. aku berhutang budi padanya.
Kalo bukan tante Yulia sendiri yang mencabut tuntutannya, kemungkinan perempuan itu mas.
" Aku juga berpikir Andini yang mencabut tuntutannya. mengingat tante Yulia yang seperti itu sifatnya tidak mungkin dia mencabut kembali tuntutannya.
"Yaudah kita bersyukur aja sekarang semuanya sudah baik baik saja. Bunda juga merasa sangat lega. akhirnya tidak akan ada pernikahan lagi. Ani tersenyum puas.
__ADS_1
"Kamu pasti belum makan mas. aku siapin makan ya. sekalian bunda sama ayah juga ya makan siang di sini.
"ayo biar bunda bantu siapin makanannya.
Citra dan Ibu mertuanya terlihat sedang sibuk memasak di bantu oleh seorang pelayan.
sedangkan Bambang lebih memilih bersantai sambil menonton berita di televisi.
Daffa memutuskan untuk pergi mandi. agar lebih fresh, satu minggu di dalam penjara membuat penampilannya benar benar berantakan, kumis dan jenggot sudah tubuh subur di wajahnya. kini di pangkas habis.
Sekitar setengah jam masakan yang di masak oleh citra dan ibu mertuanya baru selesai di masak. mereka menyajikan di meja makan berbagai macam menu kesukaan Daffa. semua orang sudah duduk di kursi meja makan. menunggu Daffa yang belum juga kembali dari acara mandinya. akhirnya Citra berinisiatif menyusul Daffa ke kamarnya. saat Citra masuk ke dalam kamar. tidak di dapati Daffa di sana. Citra memanggilnya tapi entah kemana perginya Daffa sampai saat Citra melangkah maju untuk mencarinya di kamar mandi. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka
menampakkan Daffa yang baru saja selesai mandi, saat itu posisi Daffa hanya mengenakan handuk yang membalut bagian bawahnya. sedangkan dadanya yang bidang dapat di lihat dengan jelas. dengan rambut yang basah juga kumis dan jenggot yang sudah tercukur rapih membuat penampilan Daffa begitu tampan sampai tanpa di sadari Citra sejak tadi menatapnya, membuat Daffa merasa sangat malu. selama menikah kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. setiap salah satu dari mereka mandi. mereka akan menunggu di luar kamar.
"Ma, maaaf mas aku.
"Citra tolong keluar dulu nanti aku menyusul. potong Daffa
Citra segera keluar dari kamar dengan wajah yang sudah merona. sejenak Citra terdiam di depan pintu. Citra meletakkan tangannya di atas dadanya. "kenapa sih harus ngeliat kejadian kaya tadi, ucap Citra lirih. jantungnya berdebar debar. setelah melihat Daffa dalam keadaan tanpa busana tadi.
Benar saja tidak lama, Daffa sudah menghampiri meja makan. "wahh ini kesukaan aku semua ucap Daffa dengan mata berbinar melihat menu yang tersaji.
__ADS_1
" Ayo makan. kita udah nungguin kamu lama saut Ani. Daffa akhirnya duduk di sebelah Citra. saat daffa duduk Citra reflek melihat ke arah Daffa begitu juga dengan Daffa yang membuat mereka saling beradu pandang. tapi wajah Citra yang putih terlihat sangat merona mendapat tatapan tajam dari Daffa. Citra memutuskan untuk membuang pandangannya ke sembarang arah