Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
ke rumah Fatimah


__ADS_3

Silahkan duduk. Pak Hasan dan ibu, saya permisi ke belakang sebentar, ucap Fatimah sopan berniat membuat kan teh untuk para tamunya itu. Tak lama Fatimah kembali dengan nampan di tangannya dan beberapa cangkir teh di atasnya.


Dengan hati hati Fatimah menyimpan teh nya di atas meja. silahkan di minum teh nya selagi hangat pintanya pada tamu yang tiba-tiba datang nya itu.


"Saya merasa sangat malu anda menyambut ku dengan sangat Baik, jika saya kembali mengingat apa yang saya lakukan pada kalian dulu begitu buruk. Yulia tertunduk ia kembali mengingat bagaimana dulu ia mengusir wanita di hadapan nya itu dengan begitu tidak sopan.


Bu Yulia bagaimana juga saat itu kalian dalam suasana hati yang kurang baik setelah kepergian putra kalian, saya dapat memaklumi untuk kejadian saat itu. Fatimah menyunggingkan senyuman nya setelah menjawab pernyataan Yulia.


Sekali lagi kami mohon maafkan sikap kami yang lalu pada kalian. kami benar benar telah membuat kesalahan fatal di masa lalu pada Citra dan ibu. terlihat dengan jelas dari sorot matanya berapa ia sangat menyesali tindakan nya di waktu itu. sampai Hasan harus kehilangan Putra satu satunya itu.


Kami ke sini ingin bertemu dengan anak itu. apa Ibu Fatimah bisa mempertemukan kami dengan mereka pinta Hasan.


" Untuk itu saya tidak bisa memastikan nya. tapi saya akan mencoba untuk memberitahu kan hal ini pada Citra terlebih dulu, bagaimanapun juga hanya Citra yang bisa mempertemukan kalian dengan cucu ku.


Sejujurnya Fatimah sangat ingin menolak permintaan mereka, bagaimana juga Fatimah masih ingat dengan jelas bagaimana mereka dulu begitu tidak menginginkan kehadiran rizky cucu lelakinya itu. tapi Fatimah juga tidak bisa memutuskan begitu saja, bagaimanapun mereka juga keluarganya rizky mereka kakek dan nenek nya rizky darah merah mengalir dalam tubuh cucu nya. membuat Fatimah tidak bisa bersikap egois.


Ibu Fatimah... suara Yulia menyerukan namanya membuat Fatimah terfokus pada wanita di hadapannya itu.

__ADS_1


'Saya mohon, saya hanya ingin melihatnya. beberapa tahun ini berlalu dengan rasa sesak di dada ini jika mengingat kembali kami kehilangan anak kami di usia nya yang masih sangat muda dia lebih dulu pergi.


Setelah saya tahu, anak ini lahir dan tumbuh apa Anda tidak bisa memberikan kesempatan sekali saja untuk seorang ibu yang kehilangan anaknya agar bisa bertemu dengan cucu nya. anak dari anakku sendiri. lelehan air mata mengucur deras di pelupuk mata Yulia ia memohon dengan sangat agar Fatimah mempertemukan nya dengan Citra dan rizky.


"Baiklah saya akan menghubungi nya. Fatimah pergi untuk mengambil ponselnya.


Sebelum Fatimah masuk ke dalam kamarnya. Fatimah melihat chiko yang ternyata sudah bangun sejak tadi dan mendengar semuanya.


" Nak kau sudah bangun, ibu sudah siapkan nasi goreng di meja makan ucap Fatimah, saat Fatimah akan kembali melanjutkan tujuannya chiko menggalang jalannya.


" Tidak bu. jangan biarkan mereka mengganggu kebahagiaan kaka lagi. sudah cukup selama ini kaka menderita. biarkan kaka bahagia bu. jangan buat mereka merusak kebahagiaan kaka sekarang bu!


Tapi bu. apa ibu lupa bagaimana mereka mengusir ibu di hari itu???


" Cukup nak. ibu sudah memafkan untuk hal yang sudah lalu. dan seharusnya kamu juga belajar untuk itu.


Fatimah sudah beberapa kali menghubungi ponsel Citra atau pun Daffa menantunya. tapi sejak tadi tidak juga tersambung dengan panggilan telepon nya. setelah cukup lama Fatimah memutuskan untuk mengirim pesan pada Citra dan mengatakan apa yang menjadi tujuan Yulia menemuinya.

__ADS_1


Fatimah kembali menemui tamu nya, dan mengatakan saat ini Citra sedang tidak bisa di hubungi. Fatimah juga memberikan nomor ponsel milik Citra. agar Yulia bisa berkomunikasi secara pribadi dengan putrinya itu.


Sekitar jam sembilan pagi. Daffa baru saja menyelesaikan rutinitas oleh raganya. ia kembali ke rumah berniat untuk mandi sebelum berangkat kerja. tapi langkahnya terhenti ketika melihat layar ponsel istrinya, terdapat panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal.


Tanpa sungkan Daffa mengangkat panggilan itu.


Hallo... suara Daffa yang jelas membuat seseorang di sebrang sana membisu.


Hallo .


Hallo... siapa ini? tanya Daffa


Da,, Daffa ini tante ucapnya pelan.


Maaf ini tante siapa,, tanya Daffa kembali.


Ini saya Daffa, saya mamah nya Agam sahabat kamu.

__ADS_1


Mendengar penjelasan di ujung telpon membuat Daffa seketika termenung. ia larut dalam perasaannya. (Untuk apa mereka menghubungi Citra, apa yang Citra katakan kemarin, apa jangan jangan mereka ingin mengambil rizky dari kami)


__ADS_2