
"Citra.... Daffa memanggil istrinya.
"ada apa mas? kaki Daffa melangkah mendekat, Daffa mendudukkan tubuhnya di atas ranjang dimana Citra yang lebih dulu sudah membaringkan tubuhnya di sana. namun kedatangan Daffa membuat Citra kembali bangkit dari posisi tidurnya dan mendudukkan tubuhnya dengan bersandar ke ranjang.
waktu susah menunjukkan pukul 22:30 saat ini.
"Mas ada apa? Citra yang melihat Daffa tidak melanjutkan kata katanya kembali menanyakan hal apa yang akan di sampaikan Daffa kepada dirinya.
Dengan sedikit gugup akhirnya Daffa membuka mulutnya.
"Citra mungkin selama kita di sini, kita harus tidur di kamar yang sama.
__ADS_1
"emmm iya di sini memang ada beberapa kamar yang kosong. tapi di sini juga ada orang lain selain kita berdua.
"tapi Mas, Citra hendak membantah keinginan suaminya, namun Daffa segera melanjutkan kata katanya,
"Aku tidak ada maksud lain. aku cuma tidak ingin orang lain melihat hubungan pernikahan kita yang hanya sebuah catatan sipil saja. aku ingin kita terlihat seperti pasangan pada umumnya.
dengan kegundahan hati akhirnya Citra menyetujui usulan Daffa.
karena dia juga tidak ingin di memperlihatkan hubungan yang sesungguhnya pada orang lain. pernikahan yang hanya tertulis di mata hukum. sebenarnya Daffa selalu memberikan nafkah berupa finansial untuk istri. hanya saja ia belum bisa mencintai istrinya untuk saat ini, meski ia selalu mencoba. nyatanya hatinya sampai saat ini masih untuk wanita yang telah menikah dan meninggalkannya.
Saat Daffa membaringkan tubuhnya di samping Citra, tapi pikirannya mengingat tentang Aisyah cinta pertamanya.
__ADS_1
Daffa memutar sedikit kepalanya untuk melihat wanita yang saat ini menjadi istrinya. terlihat Citra sudah tertidur pulas, wajah yang cantik terlihat damai saat tidur, entah apa yang membuat Daffa memberanikan diri sampai ia menggeser tubuhnya lebih mendekat ke Citra, terlihat rambut halus sedikit menutupi wajahnya, di sibakkan rambut itu oleh Daffa, dengan terus memandangi wajah Citra,
"apa aku akan bisa mencitaimu, tapi kapan rasa cinta itu akan hadir, ku harap kamu akan sabar menunggu. aku berjanji meskipun aku tak bisa mencitaimu seperti Agam mencitaimu, tapi aku tidak akan pernah meninggalkanmu dan anakmu. aku akan menjaga kalian seperti janjiku pada Agam. maafkan aku Citra, Daffa berucap dalam hati sebelum akhirnya dia terlelap di samping Citra.
Saat Citra terbangun ia merasakan sesuatu menindih perutnya. saat matanya berhasil terbuka sempurna, ia melihat Daffa tertidur dengan posisi memeluk tubuhnya. Dada Citra berdebar hebat, bahkan hembusan nafas Daffa bisa dia rasakan di telinganya menciptakan rasa menggelitik pada Citra. dengan hati hati Citra memindahkan tangan Daffa yang memeluknya.
namun saat Citra mengangkat tangannya Daffa justru menarik Citra ke dalam pelukannya bahkan kaki Daffa menindihnya juga. ya Tuhan kenapa jadi begini ucap Citra dalam hatinya. Daffa membuat posisi Citra menjadi serba salah.
gimana ini kalo aku paksa lepasin pelukannya, nanti mas Daffa bangun. tapi kalo aku biarin seperti ini nanti saat dia bangun, dia mikir yang bukan bukan.
__ADS_1
visual sosok Aisyah.
keliatan banget ya kalo Aisyah ini wanita solehah yang cantik