
Setelah membersihkan diri Daffa merangkak ke atas kasur dan membaringkan tubuhnya di sana. karena cuaca yang sangat dingin di tambah dia berhujan hujan, membuat Daffa membutuhkan sesuatu yang hangat. entah kenapa di cuaca dingin seperti ini dia malah menggunakan pakaian yang terbuka Seperti itu apa dia tidak kedinginan ucap Daffa saat melihat Citra hanya menggunakan piyama tidur tanpa lengan dengan belahan dada yang cukup lebar, membuat jiwa seorang lelaki Daffa menjadi bergelora.
"aghhh sial, kenapa kamu menyiksaku di saat seperti ini hah? Daffa berdecak kesal pada Citra yang nampak begitu nyenyak dalam tidurnya.
"sepertinya dia tidur sangat nyenyak, jika aku menyentuh sedikit saja dia tidak akan bangun kan. heheeee senyum menyeringai di wajah Daffa.
entah keberanian datang dari mana.
pertama tama Daffa menyentuh pipinya yang mulus, nampak tidak ada respon membuat Daffa semakin berani. di ciumnya pipi yang nampak gelembung itu. setelah Daffa mencium pipinya, nampak senyuman di wajah Citra dengan mata yang masih terpejam, terlihat sangat imut dia saat tertidur, apa yang kamu mimpikan sampai saat tidurpun bisa tersenyum begitu manis kata Daffa yang melihat wajah cantik Citra saat tertidur.
Daffa mensejajarkan tubuhnya dengan Citra ia memeluk wanita yang sudah menjadi istrinya itu dengan begitu erat, membuatnya merasa hangat. karena birahinya tak kunjung mereda tangan Daffa bergerilya di sekitar tubuh Citra. dengan terus mencium tengkuk leher Citra. ia tak sadar aktifitasnya membangunkan Citra.
Karena terkaget dengan apa yang di lakukan Daffa, Citra berkata dengan nada yang tinggi
" Apa yang mas lakukan? Citra merasa malu dengan apa yang di lakukan Daffa nampak pakaiannya sudah berantakan oleh aktivitas Daffa.
Daffa begitu kaget karena Citra terbangun.
"Citra maaf aku. aku tidak sengaja melakukannya, sungguh maaf, aku terbawa suasana karena sangat dingin,
"maafkan aku Citra. Daffa menundukkan pandangannya dan keluar kamar meninggalkan Citra sendirian.
__ADS_1
Di luar kamar Daffa terus mengumpat pada dirinya sendiri yang bagitu bodoh melakukan hal semacam itu, terlebih lagi saat citra tertidur ia melakukannya.
"pasti saat ini Citra berpikir bahwa aku ini bukan lelaki yang baik.
"Kau bodoh sekali Daffa. Daffa mengacak acak rambutnya hingga membuat penampilannya begitu berantakan.
malam itu Daffa tertidur di ruang tamu.
Pagi hari Citra sudah membantu bi sumi membuat sarapan. tapi sejak subuh tadi Citra tak nampak melihat Daffa sama sekali sejak kejadian semalam.
"kemana dia pergi. apa dia marah karena aku bersikap seperti itu tadi malam,
Saat Citra melangkahkan kaki hendak melihat ke luar, terlihat Daffa yang masih terlelap di atas sofa ruang tamu.
"dia tidur di sini semalaman? bahkan dia melewatkan shalat subuhnya. ini semua karena aku. maafkan aku mas. Citra sangat menyesal telah berbicara setengah berteriak karena Daffa menyentuh bagian tubuhnya. Citra segera mendekat
" Mas bangun,,,,
"mass Citra menggoyangkan tubuh Daffa untuk membangunkannya.
"mass apa kamu tidak pergi bekerja hari ini? ini sudah sinag kenapa kamu belum bangun.
__ADS_1
"hemmmm Daffa hanya bergumam lalu membuka matanya. bukannya menjawab pertanyaan Citra Daffa justru pergi ke dalam kamar dan melanjutkan tidurnya.
Membuat Citra jadi serba salah. sebenarnya Citra sedikit takut untuk menanyakan hal yang sama lagi pada Daffa. dengan mengumpulkan keberanian Citra masuk ke dalam kamar dan bertanya apa Daffa tidak pergi bekerja hari ini.
"Aku sedang tidak enak badan, aku tidak pergi bekerja hari ini. mendengar Daffa tidak enak badan Citra segera mengecek suhu tubuh suaminya,
"tapi dia tidak demam. lalu dia sakit apa sebenarnya gumam Citra.
"Yaudah mas istirahat dulu. aku akan buatkan bubur ayam ya. Citra segera pergi ke dapur untuk membuat bubur.
"Hah... Daffa tersadar dari tidurnya, apa Citra benar benar berfikir aku sakit. aku kan hanya bercanda saja sebenarnya, aku hanya sedang tidak bersemangat untuk pergi bekerja.
" tapi dia berpikir aku benar benar sakit. Daffa segera menghubungi klinik kalo ia tidak pergigi praktek hari ini.
di dapur Citra dengan cekatan membuat bubur untuk Daffa yang sedang sakit.
Bi sumi yang melihatnya tersenyum,
"apa ini drama yang di mainkan tuan untuk mendapatkan perhatian dari non Citra. setelah semalam bertikai.sebenarnya sumi saat hendak pergi belanja pagi tadi begitu terkejut melihat Daffa tidur di sofa,
mungkin karena Daffa pulang larut malam membuat Citra marah sehingga mereka bertengkar dan Daffa lah yang terusir dari kamar pikirnya sumi. tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1