
Mas Daffa bilang mau mengajakku untuk sarapan, tapi tempat ini tidak seperti tempat orang menjual sarapan. Citra masih mengamati tempat di sekelilingnya, dimana dirinya berada di trotoar dekat jalan menuju pasar tradisional, dimana banyak sekali kendaraan berlalu lalang.
"Ayo turun kita sudah sampai.
"sampai mana Mas, apa kita mau pergi ke pasar untuk belanja?
"Daffa terkekeh mendengarnya, di sana Daffa menunjukkan seorang wanita paruh baya yang duduk di trotoar jalan, dengan di kelilingi wadah wadah besar.
"apa yang dia jual? kenapa kita tidak pergi sarapan di tempat yang menyediakan meja dan kursi saja. citra merasa tak yakin melihat orang yang menyantap makanan yang di jual pedagang wanita itu dengan duduk di trotoar beralaskan tikar saja.
"Kamu harus coba. makanan yang di jual itu sangat enak. karena tidak ingin mengecewakan suaminya yang sudah sangat antusias itu, ahirnya citra menurut saja.
"Mbok, nasi gudeg komplit nya dua ya. Daffa memesan menu sarapan untuk mereka. tak butuh waktu lama, pesan mereka siap, di hidangan dengan teh manis hangat.
Daffa dengan sangat lahap menikmati menu makanan itu. tapi Citra tampak ragu untuk memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya. beberapa kali ia hanya mengaduk aduk makanannya. ternyata aksinya di perhatian oleh Daffa.
"kamu coba saja dulu, kalo kamu tidak suka nanti kita cari sarapan lain.
dengan sangat terpaksa Citra memasukkan makanan itu. setelah suapan pertamanya, Citra kembali mengulang sampai makanan itu habis tak tersisa. karena Daffa sudah lebih dulu selesai memakan sarapannya, Daffa memperhatikan istrinya makan dengan sangat lahap membuat Daffa menggelengkan kepalanya,
Sebelumnya dia terlihat sangat jijik memandang makanannya, tapi liat dia sekarang makan dengan begitu lahapnya, cara citra menikmati makanannya membuat Daffa tersenyum senyum sekaligus heran.
"Ternyata ini enak banget mas. rasanya aku ingin sekali untuk menambah, tapi perutku sudah sangat penuh rasanya.
__ADS_1
"Dasar kamu ini lain kali kamu harus mencobanya dulu baru kamu akan tau rasanya. sudah ayo kita pulang, pasti bunda sudah menunggu kita.
setelah pulang dari sarapan, Daffa segera pergi untuk bersiap karena harus bekerja, sedangkan Citra di temani oleh bunda untuk berenang, karena aktivitas berenang sangat baik untuk ibu hamil sepertinya sebenarnya Citra sangat enggan untuk berenang di pagi hari, tapi karena bunda yang memintanya ia tidak bisa menolak keinginan bundanya.
"Bun, apa ayah sudah berangkat?
"sudah nak sekitar setengah jam lalu ayahmu berangkat.
" baiklah Daffa juga akan berangkat, saat Daffa mendekat ke arah kolam, citra keluar dari dalam kolam dengan menggunakan celana stretch dan triset yang membalut tubuh bagian atasnya, karena pakaiannya basah lekukan tubuh Citra dapat terlihat dengan jelas, perutnya yang sudah sangat menonjol itu menambah keseksiannya.
Tanpa ragu citra berjalan mendekati suaminya ia hendak mencium tangan suaminya sebelum suaminya berangkat bekerja seperti yang biasanya ia lakukan. saat Citra sudah berada di depan suaminya, Daffa justru berkata agar Citra cepat mengganti pakaiannya.
"cepat pergi ganti pakaianmu, pakaianmu terlalu sexy, bagaimana jika ada orang lain yang melihat.
"Mas, tapi di sini tidak ada siapa siapa,
"aku bilang ganti pakaianmu. tanpa mengulang perkataannya dan tanpa berbicara Daffa melangkah pergi meninggalkan Citra dan bundanya.
"hahahaha, kenapa anak itu sangat protektif hanya untuk pakaian saja.
"bunda kenapa tertawa apa ada yang lucu.
" kamu tau tadi bunda perhatian Daffa sangat kesal karena melihat tubuhmu yang terlihat sexy saat hamil.
__ADS_1
"anak itu memang seperti itu jika menyangkut orang yang di cintainya citra, dia tidak mengijinkan orang lain melihat tubuhmu terekspos,
"apa benar seperti itu bunda?
"iya nak. pergi dan ganti pakaianmu sana.
setelah mengganti pakaiannya, Citra menghabisi waktunya untuk bermalas-malasan, Tiba-tiba ponsel miliknya berdering, terlihat di layar ponsel sebuah nomor yang Citra sendiri tidak mengenalnya, saat Citra menekankan tombol hijau di layarnya, Citra mendengar suara wanita di ujung sana.
"Halo Citra, ini aku Devi,,,,
"hallo mba Devi, tadi pagi Daffa menelponku dia bilang kamu di sini kesepian dan butuh teman untuk menikmati suasana jogja. dia juga memberiku nomor ponselmu,
"Ah iya mba aku memang sangat bosan di sini, apa lagi aku tidak memiliki teman satupun di kota ini. aku ingin sekali mengunjungi tempat tempat yang belum aku kunjungi di sini, apa Mba Devi ada waktu untuk menemaniku.
"Kamu tentang saja, nanti sepulang aku menjemput anakku, kamu aku jemput bagaimana?
"boleh banget Mba, Kira-kira jam berapa mba. anakku masih di taman kanak-kanak, pulangnya sekitar jam sebelas siang, nanti aku jemput kamu sekalian kita makan siang di luar bisa kan.
"bisa mba, aku tunggu ya, oke see you Citra.
* see you to mba Devi.
Hari ini Citra akan di temani Devi menghabiskan waktu siangnya, Citra sudah sangat tidak sabar menunggu Devi datang menjemputnya.
__ADS_1