
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?
"Daffa belum memikirkan itu Yah.
"Daffa sebentar lagi Citra akan melahirkan, saat ini kmau tidak memiliki pekerjaan. menurut Ayah lebih baik kamu menggantikan posisi Ayah.
" Ayah Aku pikir aku akan mencari pekerjaan di rumah sakit lain. hasil akademis ku cukup bagus untuk mendapatkan pekerjaan di tempat lain,
Bambang tersenyum mendengar penuturan Daffa.
" kamu pikir setelah kamu menginap di rutan beberapa hari itu tidak mempengaruhi Citramu di publik, rumah sakit akan menjadikan itu sebagai pertimbangan untuk menerimamu bekerja.
"Tapi Daffa belum siap untuk menghabiskan waktu Daffa untuk duduk dan mengerjakan hal hanya lewat komputer itu membosankan.
Daffa lebih senang menjadi dokter bertemu dengan banyak orang.
"Terserah kamu nak. Ayah hanya memberikan saran. semua keputusan ada padamu.
Daffa menarik dalam dalam nafasnya, sepertinya kali ini aku harus mengalah gumamnya dalam hati.
"Daffa bunda sama ayah balik ke hotel ya. besok kita juga harus pulang ke rumah nak. sebaiknya kamu pikirkan lagi permintaan Ayahmu. kalo kamu di rumah bunda kan bisa bantu mengurus kehamilan Citra yang sudah mulai besar. di sana lebih banyak orang yang bisa membantu dan menjaganya nak.
__ADS_1
"Nanti Daffa pikirin lagi ya bun.
Bunda sama ayah hati hati. sebelum meninggalkan Daffa Ani tidak lupa untuk menghadiahi ciuman di pipi putranya itu.
Sehabis mengantarkan orang tuanya ke depan pintu. Daffa masuk ke kamarnya. di kamar terlihat Citra sudah terlelap, Daffa mendekati Citra dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Apa kamu akan suka dengan keputusan ku Citra? Setelah cukup puas memandangi wajah Citra saat tertidur. Daffa akhirnya merebahkan tubuhnya di samping Citra. di lingkaran tangannya di pinggang Citra untuk mengantarkan mereka ke alam mimpi.
Suara subuh berkumandang membangunkan pasangan yang saat itu masih dalam posisi berpelukan. entah mengapa Citra begitu menikmati pelukan Daffa sampai saat dirinya terjaga, tidak segera mengubah posisi tidurnya. sampai akhir daffa juga terbangun. dan mengajaknya solat subuh berjamaah.
Hari ini Citra pergi ke rumah ibunya, di temani dengan suaminya dan kedua mertuanya. setibanya di rumah ibunya.
Fatimah sangat terkejut mendapati besannya datang dengan tiba-tiba. sebelumnya Citra sudah menceritakan masalah suaminya yang sudah keluar dari penjara.
" kok ga bilang bilang mau ke sini, kan saya bisa siapin cemilan sebelumnya.
"Ah ga perlu repot repot bu Fatim. saya ke sini cuma mau silaturahmi aja, sekalian mau pamit karena harus pulang ke rumah nanti sore Ani menjelaskan maksud kedatangannya.
"lohh kok buru buru sekali pulangnya bu Ani?
"iya bu Fatim kerjaan Ayah nya Daffa gak bisa di tinggal terlalu lama.
__ADS_1
"Iya saya mengerti bakal bambang pasti sangat sibuk kan.
"Nak tolong bantu ibu buatan minum ya, Fatimah bersama Citra pergi ke dapur untuk menyiapkan jamuan untuk besannya. tak lama mereka kembali dengan membawa minuman juga beberapa cemilan.
"Bu sebenarnya ada hal yang ingin Daffa sampaikan,
"soal apa nak Daffa, Fatimah terlihat bingung dan menatap Citra untuk memastikan bahwa semuanya baik baik saja.
"Begini bu. Daffa kan di sini sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit. dan kalo Daffa harus mencari pekerjaan baru mungkin membutuhkan waktu. jadi untuk sementara ini Daffa bermaksud untuk membantu Ayah mengurus usahanya. dan Citra akan Daffa bawa ikut bersama dengan Daffa.
" apa ibu merasa keberatan jika Citra harus berada jauh dari ibu.
mendengar penjelasan Daffa, entah kenapa Fatimah merasa sedih harus berpisah dengan anaknya, tapi sekuat mungkin Fatimah menyembunyikan kesedihannya dan mencoba tegar dengan berkata bahwa dirinya menyetujui keinginan menantunya itu.
"Nak Daffa, Citra kan sudah menjadi istri kamu, ibu sama sekali tidak keberatan dengan hal ini. sudah seharusnya seorang istri mengikuti suaminya.
"ibu cuma bisa berharap kamu bisa membahagiakan anak ibu nak. ibu juga berterimakasih banyak selama ini kamu mengurus Citra dengan baik tanpa terasa air mata Fatimah sudah menetes melalui sudut matanya.
Citra sangat kaget mendengar pernyataan suaminya, sebab Daffa sama sekali tidak menceritakan keinginannya untuk membawa Citra pindah dari kota kembang.
"Mas kenapa kamu ga bicarain ini dulu sama aku. kenapa kamu ambil keputusan sepihak untuk pindah dari kota ini mas.
__ADS_1
"aku ga mau pindah mas. chiko masih belum dewasa, dia tidak bisa hanya seorang diri menjaga ibuku mas. aku ga bisa Terima ini. ucap Citra dengan perasaan yang begitu kesal dan kecewa dengan keputusan sepihak yang di ambil Daffa.