Mencintai Sahabat Kekasihku

Mencintai Sahabat Kekasihku
Bab 81 Persahabatan


__ADS_3

"Kenapa bisa bisanya dia berpikir aku akan menjadi hambanya yang menuruti semua kehendaknya. dulu dia menikahiku dengan caranya yang masih belum bisa ku lupakan, baru saja kemarin dia akan menikahi perempuan lain dan meminta izinku.


" sekarang memintaku mengikutinya kemanapun dia pergi. apa memang seperti ini takdir seorang istri, harus mengikuti semua keinginan suaminya. Citra berucap kesal dalam hatinya. bagaimanapun ia tidak berani untuk memprotes secara langsung pada lelaki yang kini menjadi suaminya itu.


"Citra. aku bukan bermaksud untuk memisahkanmu dari keluarga kamu. sejujurnya aku juga masih nyaman untuk menghabiskan waktuku di sini. tapi kehidupan terus berlanjut bukan.


"sekarang aku tidak memiliki pekerjaan di kota ini. setelah kejadian kemarin pihak rumah sakit tempat ku bekerja memutuskan kontrak kerjaku. dan untuk mencari pekerjaan baru itu membutuhkan waktu.


"Aku sebagai laki laki. juga sebagai suami dan calon ayah. aku bertanggung jawab atas kehidupanmu. aku berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan kita. di sana aku bisa bekerja membatu mengurus usaha ayah.


mendengar penuturan Daffa yang terdengar dengan jelas oleh semua orang di sana membuat citra tidak memiliki kesempatan lain untuk tidak menuruti keinginan suaminya itu. tapi tidak dengan hatinya yang jelas jelas menolak kenyataan ini.


Apa katanya. dia bertanggungjawab untuk memenuhi semua kebutuhan ku. memberikan aku pakaian memberikan makan dan tempat tinggal. aku seperti hewan peliharaan saja untukmu mas. bahkan kita sudah menikah selama ini tapi kamu tidak pernah sekalipun menyentuhku memberi nafkah batin layaknya pasangan suami istri pada umumnya. pernikahan ini cuma setatus sosial untukmu. aku merasa diriku begitu tidak ada artinya untukmu.


Dan bodohnya aku bisa bisanya aku mencitaimu. Citra terus menggerutu dalam hatinya

__ADS_1


Tapi tetap saja ia harus mengalah dan menuruti keinginan suaminya. setelah ibunya Fatimah ikut memaksanya agar mengikuti langkah suaminya kemanapun suaminya tinggal.


Sampai akhirnya hari dimana Citra akan pergi dari kota kelahirannya dan meninggalkan keluarganya para sahabatnya juga kenangannya selama dua puluh tahun di kota itu.


Dengan di bantu oleh ibu dan adiknya Citra mengemas barang barang yang harus di bawanya. Daffa meminta Citra untuk tidak membawa barang terlalu banyak, katanya mereka akan sering datang ke kota kembang untuk mengunjungi ibunya Citra.


Saat sedang sibuk berkemas. Sinta dan Putra juga datang ke apartemen Daffa bermaksud untuk membantunya berkemas. tapi sesampainya di sana semua barang sudah di kemas rapih.


"Selalu aja telat di moment Citra membutuhkan kita. ini semua gara-gara lo yang lelet. coba tadi gua ga nungguin lo pasti ga bakal telat sampai sini. tutur Sinta yang kesal karena menunggu Putra yang datang menjemputnya.


Mendengar penuturan Putra justru membuat Sinta merasa sangat geli membayangkan saat Putra harus bolak balik ke kamar mandi. sampai Sinta tidak dapat menahan tawanya. Sinta tertawa dengan sangat keras. ia begitu puas menertawakan sahabatnya yang kesusahan itu.


"Sialan lo malah ngetawain gua.


"Udah deh. selalu aja ribut kalian berdua. Citra berceloteh pada kedua sahabat.

__ADS_1


"Lagian suruh siapa dia lelet kan gua jadi ga bisa bantu lo packing, Sinta memasang wajah yang di buat sedih. ya memang sebenarnya Sinta saat ini sedang menahan kesedihannya. bagaimana tidak tinggal menunggu hitungan jam ia akan melepaskan sahabatnya untuk pergi dari kota tersebut untuk waktu yang belum bisa di pastikan samapai kapan. ia sendiri tidak yakin Citra akan kembali lagi ke kota ini.


"Gpp lagi. kalian datang aja aku udah berterimakasih, kalian selalu nyempetin waktu kailan buat aku.


"makasih ya maaf aku suka membuat kalian repot.


"Ahhhhh jadi syedih kan. Sinta sudah tidak bisa menahan diri. rasa sedih di hatinya membuat bulir-bulir Bening itu keluar dari sudut matanya. untuk beberapa waktu Sinta dan Citra berpelukan.


Citra juga tak kalah sedihnya harus meninggalkan kota yang menyaksikan kisah tragis kehidupannya itu. semua kenangan kenangan yang indah ada di sana. juga kenangan yang menyayat hatinya ada di kota tersebut. apa lagi ia harus meninggalkan ibu dan adiknya. juga kedua sahabatnya yang selalu membantunya saat ada masalah.


sampai ahirnya Citra ikut meneteskan air matanya si pelukan sahabatnya.


"Udah dong kalian jangan pada haru gini. kan gua jadi ikut sedih liatnya, putra yang melihat kedua sahabat perempuannya itu berpelukan dengan air mata yang mengaliri sudut mata mereka. memutuskan untuk ikut berpelukan dengan Sinta dan Citra di rangkulnya kedua wanita itu. untuk beberapa waktu mereka dalam posisi itu.


Bahkan Daffa bisa melihat dengan jelas persahabatan mereka yang sangat dekat itu membuatnya kagum sekaligus haru.

__ADS_1


__ADS_2